Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
112


__ADS_3

Aku mendadak menjadi bingung akan sikap diamnya Pak Awan.


Dengan hati yang berdebar-debar aku pun mencoba untuk berbicara terlebih dahulu dan memasukkan ponselku ke dalam saku celana panjang ku


"Ada apa Pak? tanya ku sambil ikut berdiri.


Laki-laki itu pun langsung mendekati nya dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Apa ada sesuatu yang ingin Bapak katakan sama saya? tanyanya dengan hati yang was-was.


Laki-laki separuh baya itupun melihatnya


"Duduk dulu Pak".katanya sambil menarik kursi untuk laki-laki itu duduk dan dia pun berjalan menuju ke penjual minuman lalu dia pun kembali dengan membawa sebotol air mineral.


" Ini Pak minum dulu".katanya sambil memberikan sebotol air mineral.


Laki-laki itupun menerimanya lalu membuka tutupnya dan dia pun langsung meminumnya hingga air yang berada di dalam botol itupun tinggal setengah.


"Terima kasih Nak Sehan".


Pemuda itu pun tersenyum.


" Sama-sama Pak".


Kini keduanya kembali terdiam hingga laki-laki itupun akhirnya mulai membuka pembicaraan


"Nak Sehan".panggilannya

__ADS_1


" Iya Pak".


"Sa.. saya".


" Saya apa Pak?tanyanya penasaran lalu laki-laki itupun kembali melihat nya


"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih".ucapnya dan pemuda pun hanya terdiam sambil mencoba mendengarkan apa yang ingin diucapkan oleh laki-laki yang kini sedang duduk di depannya.


"Terima kasih untuk apa Pak? Saya kan tidak melakukan apa-apa. Jujur saja saya benar-benar tidak mengerti karena tiba-tiba Bapak mengucapkan terima kasih kepada saya.Memang nya hal baik apa yang sudah salah lakukan untuk Bapak?


Laki-laki itupun terdiam


" Nak Sehan benar-benar tidak tau hal baik apa yang sudah Nak Sehan lakukan untuk Bapak?tanyanya dan pemuda yang kini duduk di depan nya itu pun mengangguk.


Sebelum bercerita laki-laki itupun menarik napas dalam-dalam lalu dia pun menghembuskan nya dengan pelan.


Terima kasih Nak Sehan atas bantuan yang Nak Sehan berikan. Sekali lagi terima kasih ".ucapnya sambil mengusap kedua matanya yang basah karena menangis.


" Sama-sama Pak. Bukankah setiap orang harus saling membantu untuk meringankan kesulitan yang dia alami orang lain dan kebetulan Bapak pin mengalaminya.Jadi kebetulan saya ada makanya saya bantu Bapak".


Laki-laki itupun terdiam sambil melihat nya


"Nak Sehan kamu benar-benar pemuda yang sangat baik".pujinya dan membuat pemuda itu hanya bisa tersenyum mendengarnya padahal jauh di lubuk hatinya dia mengatakan


" Aku bukan laki-laki yang baik Pak, aku adalah laki-laki brengsek tidak bertanggungjawab yang telah menghancurkan hidup anak gadis mu.


Aku tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi jika Anda mengetahui nya.

__ADS_1


Apakah Anda akan membenciku?


Apakah Anda akan memukuli ku?


Atau And akan melaporkan aku ke polisi atau bahkan akan membunuh ku?tanyanya dalam hati hingga dia pun tersadar dari lamunan nya.


"Nak Sehan".panggilnya.


"Iya Pak".


"Nak Sehan melamun?


" Iya Pak maaf bisa Bapak lanjutkan perkataan nya".


ucapnya dan laki-laki itupun tersenyum


"Sudah ada yang ingin saya katakan lagi Nak hanya itu saja".katanya dan pemuda itupun mulai berbicara lagi


" Pak boleh saya bertanya kepada Anda?


"Boleh".ucapnya dan pemuda itupun menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan.


" Seandainya saya melakukan kesalahan besar yaitu dengan menghancurkan hidup seseorang dan orang itu adalah orang yang paling berarti untuk Bapak ,kira-kira apa yang akan Bapak lakukan? tanyanya ingin tau walaupun dalam hati kini sedang gelisah dan laki-laki itu pun langsung melihat nya entah apa yang ada di dalam hatinya.


"Yang akan Bapak lakukan adalah..


bersambung

__ADS_1


__ADS_2