Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
142


__ADS_3

Malam itu Beana sama sekali tidak tidur setelah mendengar kata menikah. Sungguh hatinya kini sedang bertanya-tanya mengapa laki-laki itu begitu cepat memutuskan menikahinya.


Wanita itu mencoba untuk memejamkan kedua matanya, sungguh dirinya sekarang butuh istirahat karena waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.


Beana bangun dari tidurnya dan kini dia pun duduk sambil melihat kearah samping di mana kini putri kecilnya sedang tertidur dengan lelapnya.


Wanita itupun tersenyum sambil mengusap-usap rambut panjang putrinya itu lembut.


"Keinginan kamu terkabul Nak, besok Ayah sama Bunda akan menikah dan kami berdua akan memberikan keluarga yang utuh untuk kamu sayang".ucapnya pelan sambil mencium kening putrinya.Dan setelah nya wanita itupun langsung merapihkan selimut sebatas dada putrinya lalu dia pun akhirnya mencoba memejamkan kedua matanya untuk tidur.Tak lama pun wanita itupun tertidur setelah beberapa menit kemudian.


Sementara di luar kamar tepatnya di ruang kerja seorang laki-laki kini sedang berbaring di sofa panjang.Laki-laki itupun tersenyum saat mengingat obrolan nya dengan ibu dari anaknya.


Ucapan yang sangat sederhana tapi efeknya membuat seperti orang yang sedang kasmaran.


"Rasanya aku benar-benar tidak sabar menunggu hari esok".gumamnya dalam hati masih dengan bibir nya yang terus menyunggingkan senyuman nya.


Laki-laki itupun mencoba untuk menutup matanya setelah merasakan kantuk yang menyerangnya.Hingga dalam beberapa saat laki-laki itupun tertidur menuju ke alam mimpi.


*

__ADS_1


*


*


Sementara di tempat berbeda lebih tepatnya di rumah besar, terlihat lah sepasang suami istri yang kini sedang duduk terdiam di dasbor tempat tidur karena keduanya belum bisa tertidur karena kedua pasangan paruh baya itu masih begitu terkejut saat mendapati seseorang anak perempuan yang di bawa keponakannya ke rumah tadi pagi telah membuat keduanya tidak bisa tidur setelah melihat wajah anak perempuan itu begitu mirip dengan putranya Sehan.


"Pah."panggil istrinya dan laki-laki itupun melihat ke arah istrinya.


" Ada apa Mah".jawabnya sambil kembali melihat langit-langit kamar nya.


"Apakah Papah merasa kalau anak perempuan itu begitu mirip dengan Sehan sewaktu bayi".ucap istrinya sambil tersenyum.


"Apa mungkin ada wajah segitu miripnya?


"Itu bisa saja terjadi Mah".


" Tapi anak itu benar-benar mirip sekali dengan Sehan pah".


ucapnya penuh harap.

__ADS_1


Laki-laki itu hanya terdiam


"Seandainya saja kita memaksakan kehendak kita berdua, mungkin saja saat ini putra kita pasti akan memberikan cucu yang cantik seperti Samara.Jujur Pah Mamah sangat merindukan Sehan yang dulu sungguh Mamah sangat merindukannya.


Keinginan Mamah hanya satu kita bisa kembali menjadi keluarga yang utuh seperti dulu ada Mamah, Papah dan putra kita."ucapnya tanpa terasa wanita separuh baya itupun menangis.


Laki-laki itupun langsung memeluk tubuh istrinya dan keduanya pun larut dengan perasaannya masing-masing.


"Maafkan Papah Mah karena keegoisan Papah putra kita memilih menjauh dari kita".ucapnya kemudian dan istrinya pun langsung melihat kearah suaminya


" Ini adalah ujian kita Pah. Bisakah kita berdua memperbaikinya sebelum terlambat dan putra kita semakin pergi menjauh dari kita ".


"Bagaimana caranya Mah,Papah benar-benar tidak tau".ucap laki-laki itu dengan wajah sedikit sedih.


" Papah itu taunya bisnis aja kalau soal anak nol".


"Yah begitulah kelebihannya Papah".ucapnya sombong.


Keduanya pun tertawa melupakan sedikit masalah mereka berdua.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2