
Ceklek
Beana melangkah masuk ke dalam kamar kostnya dan dia pun langsung menutup kembali pintu nya lalu dia pun berjalan menuju ke arah meja belajarnya dan di taruh nya tas selempang yang tadi di bawanya di atas meja belajarnya.Setelah itu dia pun berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu lalu setelahnya dirinya pun bersiap untuk melaksanakan sholat zuhur karena waktu menunjukkan pukul setengah dua siang.
Gadis itu melakukan sholat zuhur dengan hati yang sedikit tenang karena dirinya kini sudah mendapatkan tempat tinggal baru yang jauh dari keramaian ibu kota karena tempat kontrakan yang sekarang berada di pinggiran ibu kota.
"Semoga besok semua berjalan dengan lancar, aamiin".doanya dalam hati.
Hingga saat gadis itu sudah selesai melaksanakan sholat zuhur dan merapihkan mukena juga sajadahnya tiba-tiba dia mendengar suara pintu di ketuk dari luar.
Tok... tok... tok
(suara pintu di ketuk dari luar)
"Siapa yang ketuk sih, ngga tau apa kalau aku mau istirahat".gumamnya dalam hati lalu dia pun memakai kerudung instant dan berjalan menuju pintu untuk membukanya.
Tiba-tiba terlintas dalam pikiran nya untuk tidak membuka pintunya tapi semakin lama suara ketukan di pintu itu lama semakin terus terdengar.Mau tak mau dia pun harus membukakan pintunya.
Tok... tok.. tok
" Ana ini aku Rasty sama Almira ".ucap seseorang.
Beana pun melangkah menuju pintu hingga terdengar suara
Ceklek
(Suara pintu di buka)
Dan Ana melihat dua orang gadis berseragam SMA sedang berdiri sambil tersenyum kepada nya dan di kedua tangannya membawa paperback.
" Hai Ana".sapa keduanya masih terus tersenyum manis ke arah nya.
__ADS_1
"Kalian".ucapnya dengan sedikit terkejut.
"Iya kami!Boleh kami masuk?
" Masuklah".ucapnya sambil membuka lebar pintu kamar kost nya.
Kedua gadis itupun masuk dan Beana pun ikut jalan di belakangnya.
"Silahkan duduk".ucap Beana menyuruh duduk.
Keduanya pun langsung duduk di lantai beralaskan karpet.
" Kalian baru pulang sekolah?
"Iya kita baru pulang sekolah dan langsung ke sini.Kita berdua itu khawatir sama elo yang lagi sakit takutnya sakit yang elo derita itu parah jadinya kita berinisiatif langsung ke sini jengukin elo".ucap Rasty panjang lebar dan di angguki oleh Almira.
Sejenak hati Beana menjadi terharu saat mendengar ucapan dari kedua sahabat nya.
"Sumpah hati gue benar-benar ikutan jadi melow begini".kata Almira.
" Iya gue juga".kata Rasty.
Setelah nya kini ketiganya pun menjadi tertawa.Ketiga nya menertawakan diri mereka masing-masing karena tiba-tiba bersikap konyol.
"Udah ah tawanya, lebih baik kita makan perut gue udah lapar".kata Rasty sambil membuka paperback yang berisi tiga kotak nasi.
"Gue kira elo ngga akan ingat membawa makanan".ucap Rasty dan gadis itupun melihat ke arah nya.
" Elo kan lagi sakit jadinya gue berinisiatif membawa makanan ke sini".
Beana pun hanya mengangguk pertanda mengerti.
__ADS_1
"Masing-masing dapat satu juga minuman nya ".
Rasty pun membagikan kotak itu lalu ke tiganya kini sedang menikmati makanan mereka tanpa suara dan mereka memakannya dengan tenang.
Tak beberapa kemudian ketiganya sudah selesai makan lalu ke tiganya pun bersantai sambil meminum esnya.
" Ana".panggil Almira dan membuat gadis uang bernama Ana pun menoleh ke arah sumber suara.
"Iya".balasnya.
"Sakit loh udah mendingan belum kalau belum kita berdua yang antarkan kamu periksa ke rumah sakit".
"Terima kasih tapi Alhamdulillah sekarang keadaan gue sudah jauh lebih baik".
" Syukurlah, kita berdua ikut senang mendengarnya.Jadi besok elo sudah masuk sekolah dong ".kata Rasty dengan nada sedikit semangat.
" Insya Allah ".
" Terus terang Ana di kelas kalau ngga ada elo tuh kelas berasa sangat sepi dan kita berdua benar-benar merasakan kesepian jadi semakin ngga semangat untuk masuk sekolah karena kita berdua merasakan kehilangan elo".
"Maaf".ucap Beana penuh rasa bersalah kepada kedua sahabat nya.
"It okey, kita berdua juga minta maaf Ana jika kita ada salah-salah kata dan membuat elo tidak nyaman".kata Almira dan di angguki oleh Rasty.
Ke tiganya pun kembali berpelukan.
"Semoga persahabatan kita akan selalu kompak".ucap Rasty dan di amini oleh ketiganya tanpa mereka tau jauh di lubuk hati Beana hanya bisa tersenyum tipis.
" Mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita".batin Beana berkata.
bersambung
__ADS_1