Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
72


__ADS_3

Beana tiba-tiba saja teringat dengan sosok Ayah biologis anaknya saat mencium aroma parfum yang sangat di kenalnya.


"Wangi parfum ini seperti wangi parfum kak Sehan".ucapnya dalam hati hingga semakin lama wangi parfum itu semakin pekat wanginya.


Hingga tanpa dia sadari ada sosok laki-laki yang kini sudah duduk di kursi yang berada di depan nya.


Beana masih saja terdiam sambil melihat kearah laki-laki yang berada di depan nya itu dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Siapa laki-laki ini?Apakah dia orang yang aku kenal?Ataukah laki-laki ini adalah kak Sehan?katanya dalam. hati sambil. menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak.


"Tidak-tidak laki-laki ini bukan kak Sehan, apalagi aku baru saja bertemu dan aku pun baru semalam meminta nomor telponnya.Kalau memang benar laki-laki ini adalah kak Sehan pasti dia akan langsung mengenaliku.Tapi kenapa wangi parfum nya bisa sama?Duh lama-lama aku bisa pusing ".gerutunya dalam hati sambil tangan kanannya meremas roknya.


Sehan melihat kearah wanita yang berada di hadapan nya itu sambil mengerutkan keningnya karena melihat sikap gadis polosnya.


" Ada apa dengan gadis polos ku? tanyanya dalam hati.


Beana merasakan suasana yang sedikit canggung.Sebenarnya dirinya begitu penasaran ingin sekali melihat wajah laki-laki yang kini sedang duduk di hadapan nya.

__ADS_1


"Mengapa dia memakai masker sih? Entah mengapa aku begitu penasaran bagaimana wajahnya? katanya dalam hati.


Laki-laki itu pun berdehem


" Hemm ".ucapnya dan wanita itupun langsung menundukkan kepalanya tanda malu karena sudah begitu berani menatap laki-laki itu.


" Katakan ada keperluan apa anda meminta bertemu?


"Ini".katanya sambil memberikan amplop cokelat kepada laki-laki itu.


" Apa ini?


Tanpa kata laki-laki itupun langsung membuka amplop cokelat itu dan melihat isinya.


"5 juta.Isi amplop itu 5 juta".


Sehan pun menghitung nya dan tak lama dia pun selesai menghitung nya dan melihat kearah nya tapi hanya terdiam tanpa berkata kata dan membuat Beana menjadi merasa sedikit gugup.

__ADS_1


"Apakah pas jumlah nya".katanya pelan sambil mencoba menetralisir suasana hatinya yang tiba-tiba saja berdebar-debar.


Laki-laki itupun mengangguk.


Karena dia merasakan sesuatu yang tidak bisa di sembunyikan lagi, wanita itupun buru-buru bangun dari duduknya dan dia pun berdiri.


"Urusan kita sudah selesai kan?Dan dengan ini saya mengucapkan terima kasih karena sudah membantu saya, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih banyak".


Laki-laki itu hanya mengangguk iya.


" Kalau begitu saya permisi ".ucapnya sambil melangkahkan keluar dari kafe itu setelah menaruh uang di atas meja untuk membayar makanan nya.


Sehan tersenyum di balik maskernya sambil diam-diam kedua matanya melihat kearah wanita nya yang kini sudah mulai menghilang dari pandangan nya.


"Sifatnya masih seperti biasa pasti tak enakkan. Ah rasanya aku tak tahan untuk memeluk nya sekarang juga".gumamnya dalam hati sambil tersenyum di balik maskernya.


Dengan cepat dia pun memasukkan amplop cokelat itu ke dalam kantong saku jaketnya dan dia pun langsung melangkah keluar dari kafe untuk ke rumah sakit di mana putri kecilnya kini sedang di rawat.

__ADS_1


"Tunggulah kedatangan Ayah Sam".Ucap nya dengan hati yang sangat bahagia.


bersambung


__ADS_2