
Jam menunjukkan pukul sepuluh malam saat seorang laki-laki keluar dari dalam mobilnya yang sudah di parkir kan.
Laki-laki itu itu berjalan menuju lift sambil membawa koper besarnya.Rasa kantuk kini sudah mulai menyerangnya.
Tak lama pintu lift itupun terbuka dengan langkah cepat dia pun langsung menuju pintu apartemennya setelah menekan nomor pin nya.
Ceklek
(suara pintu di buka dari luar)
Suasana di dalam apartemen itupun terlihat gelap dengan cepat dia pun menyalahkan lampu dan akhirnya apartemen itupun kini sudah terang.
Laki-laki itupun masuk dan setelah membuka sepatunya dan menaruhnya di rak sepatu.Lalu dia pun menyeret koper besarnya sambil melangkah menuju lantai dua di mana kamarnya kini berada.
Laki-laki itupun masuk ke dalam kamarnya dan menaruh kopernya di dekat tempat tidur dan dia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi dan setelah selesai membersihkan dirinya dia pun langsung menuju lemari pakaian untuk mengambil pakaian ganti.
Dia pun mengambil celana pendek dan kaos oblong dan memakainya dan setelah itu dia pun langsung melangkah menuju tempat tidurnya untuk membaringkan tubuhnya yang begitu lelah setelah seharian mengemudikan mobilnya.
Karena dia merasa tubuhnya terlalu lelah akhirnya pemuda itu pun langsung tertidur dengan begitu lelapnya seakan-akan beban nya sedikit berkurang.
***
Suara alarm terdengar di sudut kamar dan membuat si empunya kamar pun akhirnya mau tak mau akhirnya membuka kedua matanya. Awal nya kedua matanya sama sekali tidak bisa terbuka karena rasa kantuk itu masih ada.
Perlahan-lahan dia pun bangun dari tempat tidur dan dia pun duduk sambil mengambil ponselnya yang berada di atas nakas.
Di matikannya suara alarm itu dan dia pun melihat jam ternyata jam menunjukkan pukul setengah lima.
Perlahan-lahan dia pun menurunkan kedua kakinya di lantai dan dia pun mulai bangun dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya,setelah nya dia pun mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat subuh.
Sehabis melaksanakan sholat subuh dia pun membuka baju koko dan kain sarung nya lalu melipat nya dan menaruhnya di atas tempat tidur. Lalu pemuda itupun mengambil kopernya dan membukanya lalu dia pun mengambil sesuatu di dalam sana.
Dengan cepat dia pun membuka sebuah amplop cokelat dan dia membaca kertas putih yang berada di dalam nya.Sesaat jantung nya berdebar sangat cepat karena terkejut dengan isi dari amplop itu.
"Ini kan".ucapnya dengan hati sangat bahagia tanpa terasa dia pun menangis karena bahagia.
" Ternyata ayah Beana memberikan ku surat kuasa agar aku bisa cepat menikahi putri nya.
"Alhamdulillah, akhirnya Allah mengabulkan semua doa-doa hamba selama ini".ucapnya sambil mengangkat kedua tangannya seperti orang berdoa.
Sejenak dia pun teringat dengan kata-kata laki-laki yang akan menjadi calon mertuanya itu
__ADS_1
"Nikahin putri saya secepatnya nya dan bahagiakan lah keduanya, karena saya percaya sekarang ini kamu pasti bisa di andalkan".
" Insya Allah pak".katanya tapi laki-laki itu langsung melihat ke arah nya.
"Kenapa pak?
"Mulai sekarang panggil saya ayah ".pintanya.
" Memangnya kenapa saya harus memanggil anda seperti itu?
"Karena Ana memanggil saya dengan panggilan ayah jadi kamu harus memanggil saya dengan sebutan yang sama".
Pemuda itupun mengangguk mengiyakan nya.
Kembali keduanya pun terdiam lalu pemuda itupun memulai pembicaraan lagi
" Ayah".panggilnya.
"Iya".
" Ini katanya sambil meletakkan amplop cokelat dia atas meja".
" Ini uang Ayah".ucapnya dan laki-laki itu sambil mengerutkan keningnya.
"Uang? Untuk apa?
" Uang ini untuk merenovasi rumah ini."
"Renovasi?
" Iya ayah. Anggap saja saya yang membeli rumah ini".
Laki-laki itupun terkejut dengan perkataan pemuda itu barusan.
Dan tanpa terasa laki-laki separuh baya itupun menangis dan membuat pemuda itupun menjadi merasa bersalah
"Maaf ayah jika perkataan saya menyinggung hati ayah, sungguh saya tidak ada niat buruk sama sekali. Dalam hati saya sungguh benar-benar ikhlas menolong ayah karena sumber masalah ini kan datang nya dari saya jadi saya harus mempertanggung jawabkan semuanya."ucapnya menjelaskan.
"Ayah tidak merasa tersinggung Nak tapi ayah hanya merasa sangat malu karena telah banyak merepotkan Nak Sehan".
" Tidak usah malu ayah bukankah saya ini sebentar lagi akan menjadi menantu anda jadi sudah seharusnya saya membantu ayah".
__ADS_1
"Terima kasih Nak Sehan".
katanya sambil memeluk calon menantunya.
" Sama-sama ayah".
Laki-laki itupun tersenyum lalu kembali melipat kertas itu dan memasukkan kembali ke dalam amplop nya lalu dia pun menaruhnya di laci meja.
Hatinya benar-benar sangat bahagia.
"Sepertinya aku harus pergi jogging".ucapnya sambil mengganti pakaian nya dengan celana panjang training serta kaos dan dia pun memakai masker.
Setelah memakai sepatu pemuda itupun langsung keluar dari apartemennya untuk berlari pagi di sekitar area apartemen.
Saat dirinya ke sudah keluar dari apartemen,seseorang kini sedang masuk ke dalam apartemen laki-laki itu.
Tanpa kata orang itupun langsung memulai pekerjaannya dan tanpa curiga apapun.Dia mengerjakan pekerjaannya dengan sangat rajin.
Di saat dirinya sedang mengepel lantai atas seseorang pun masuk ke dalam apartemen.
"Haus banget".katanya sambil menuju ke arah kulkas untuk mengambil minum.
Di saat di sedang menikmati sejuknya air minum yang di minumnya tiba-tiba seseorang menegurnya dari arah belakang nya.
"Kamu siapa? tanya nya dan membuat laki-laki itu pun terkejut saat mendengar nya.
" Beana".ucapnya dalam hati tanpa berbalik dan masih memunggunginya.
"Jangan-jangan kamu mau maling ya? ucapnya sambil memegangi sesuatu di tangannya.
" Mungkin kini sudah saatnya aku bertemu kamu langsung Be".katanya dalam hati sambil dia pun berbalik dan melihat ke arah nya.
Trang...
(suara benda jatuh)
Deg... deg... deg
"Be".
bersambung
__ADS_1