
Waktu kini sudah menunjukkan pukul tujuh malam.Suasana di dalam ruangan kerja yang di dalam apartemen itu kini mendadak begitu sunyi setelah wanita yang bernama Santi itupun pamit untuk pulang karena dia sudah selesai melaksanakan tugasnya.
Laki-laki masih duduk dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.Kini otaknya benar-benar sedang berpikir sambil memijit pelipisnya yang sedikit terasa pusing karena terlalu lama berpikir.
Lalu dia pun mengambil ponselnya yang berada di atas meja kerjanya lalu dia pun menghubungi seseorang dan tak lama terdengar suara seseorang dari seberang sana dan membicarakan sesuatu hingga tanpa terasa pembicaraan itupun berakhir.
Setelah selesai menelpon
laki-laki itupun menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya pelan-pelan.Sesaat dia pun teringat dengan semua ucapan dari kakak sepupunya.
Flashback on
"Apa tujuan kakak membawa anak aku ke sana?tanyanya dengan wajah sedikit kesal.
Wanita yang sedang duduk di depannya itupun masih terdiam tanpa bicara karena dia ingin tau apakah adiknya itu akan melanjutkan pertanyaannya atau tidak dan setelah iru barulah dia akan berbicara dan menjelaskan alasannya mengapa dirinya membawa anak nya pergi ke rumah besar.
"Kakak taukan akibatnya jika kedua orang tua ku tau kalau Samara itu adalah anak aku,cucu kandung mereka berdua bisa-bisa mereka akan mengambilnya dari aku dan Beana. Seharusnya kak Santi itu mengerti keadaan kami berdua. Posisi Beana dan Samara itu belum kuat karena status mereka masih belum sah secara hukum jadi pasti kakak tau apa yang akan terjadi dengan mereka berdua".ucapnya dengan wajah sedikit frustasi.
Wanita itupun hanya terdiam sungguh mengapa tadi dia sangat bertindak sangat bodoh dan hampir saja membuat rencana adiknya yang telah di susunnya berantakan karena kelalaian nya.
"Maafkan kakak Se, sungguh kakak tadi sudah bertindak sengat bodoh dan hampir saja membuat semua rencana kamu susun menjadi berantakan.Sekali lagi kakak minta maaf ya".ucapnya dengan raut wajah menyesal.
Laki-laki hanya terdiam.
" Se".panggilnya.
"Hem".jawabnya.
" Kamu matah sama kakak?tanyanya tapi laki-laki yang sedang duduk di depan nya itu hanya terdiam saja dan membuatnya semakin merasa bersalah.
__ADS_1
"Sehan".panggilnya kesal.
"Ya".
"Kamu tau ngga alasan kakak membawa Sam ke rumah orang tua mu".ujarnya dan membuat Sehan yang tadinya melihat ke jendela akhirnya pun langsung melihat kearah nya.Tanpa berkata-kata dia pun meminta kakak nya itu berbicara
"Sebenarnya kakak sudah sampai di basement apartemen waktu kamu telepon kakak yang kedua kalinya tapi pada saat kakak mau turun dari mobil tiba-tiba kakak melihat dua orang laki-laki berbadan besar dan tidak di kenal sedang menguntit mu jadi karena aku takut Sam kenapa-kenapa akhirnya aku tanpa berpikir lagi membawa Sam ke rumah besar.Aku pikir itu keputusan yang tepat yang aku ambil."katanya menjelaskan dengan nada sedikit bersalah.
"Aku tau niat kakak baik tapi jangan pernah membawa anakku ke sana lagi, terus terang aku belum bisa memberitahu alasannya".ucap laki-laki itu sambil melihat nya.
" Iya aku tidak akan lakukan hal itu lagi, jadi apakah kamu sudah memaafkan kesalahan ku?
"Aku sudah memaafkan kakak".ucapnya dan wanita itupun tersenyum.
" Terima kasih. Jadi kapan kalian akan menikah?
"Dua hari lagi".
"Iya".
"Mengapa cepat sekali?tanyanya ingin tau.
" Biar ada kekuatan hukum yang membuat aku, Ana dan juga anak kami itu merasa terlindungi ".jawabnya jujur.
" Lalu bagaimana dengan orang-orang itu?
"Aku akan mencari solusinya.Jadi kak aku mau kakak hadir di pernikahan aku ya mungkin dengan cara menyamar karena pernikahan ku ini sangat tertutup".
" Baiklah tapi ada uang transport nya ngga?
__ADS_1
Laki-laki itupun tanpa berkata langsung mengambil ponselnya dan tak lama terdengar suara
Ting (bunyi transferan masuk)
Dan membuat wanita itu langsung tersenyum sambil melihat ke arah ponselnya.
"Makasih".ucapnya.
" Hem."
"Oke.Jadi karena tugas aku sudah selesai jadi aku pamit".ucapnya sambil bangun dari duduknya lalu dia pun keluar dari ruang kerja adiknya dengan raut wajah sangat bahagia.
" Iya."
flashback off
Laki-laki itu masih terdiam di ruangan nya sambil terus berpikir tentang dua orang yang sedang mengawasi gerak geriknya
"Sebenarnya orang-orang itu suruhan siapa?Apakah itu orang suruhan Papah atau ada orang yang lain yang sedang ingin bermain-main denganku? tanyanya sambil bangun dari kursinya lalu berjalan menuju kearah jendela.
Perlahan-lahan dia pun mengangkat tangannya dan menarik tali untuk membuka tirai jendela dan tak lama tirai itupun terbuka hingga terlihatlah pemandangan ibu kota yang penuh lampu-lampu juga kendaraan bermotor yang sedang berlalu lalang.
Pandangan matanya menatap lurus ke arah luar dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam kantong celananya.
"Ya Allah mengapa cobaan cinta kami begitu berat? Apakah penderitaan yang kami alami selama lima tahun ini belum cukup? tanyanya dalam hati hingga dia pun tidak menyadari kalau seseorang kini sedang berdiri di belakangnya sambil terus melihatnya dengan begitu banyak pertanyaan di dalam hatinya.
Seseorang itu melangkah mendekati nya
"Kak ".panggilnya dan laki-laki itupun berbalik mencari orang yang memanggil namanya hingga saat dia berbalik alangkah terkejutnya saat dia melihat seseorang sedang berdiri di belakang nya
__ADS_1
"Kamu".
bersambung