Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
128


__ADS_3

Sehan duduk masih duduk di samping wanitanya yang kini sedang tertidur setelah Dokter memberikan suntikan obat untuk nya.


Dengan sabar laki-laki itu menunggui wanita nya yang masih tidak sadarkan diri.


Hingga tak lama kemudian dia melihat wanita nya kini perlahan-lahan sudah membuka kedua matanya.


Laki-laki itupun tersenyum


"Kamu sudah bangun?tanyanya sambil duduk di samping wanita nya.


" Ana di mana kak?tanyanya sambil melihat ke semua sudut kamar yang sekarang di tempati nya.


"Kamu di kamar aku Be".ucapnya dan perlahan-lahan wanitanya pun mencoba bangun untuk duduk.


"Memang nya Ana kenapa kak?


"Tadi kamu pingsan".


"Ana pingsan?


" Iya.Tekanan darah kamu rendah Be pasti kamu kurang istirahat jadinya kamu nge drop".ucapnya dengan wajah penuh kekhawatiran.


Wanita itu hanya terdiam sambil menarik napas dalam-dalam lalu dia pun langsung menghembuskan nya pelan-pelan.


"Maaf kak Se".


"Kamu minta maaf untuk apa Be?


" Minta maaf karena sudah membuat kak Se khawatir ".katanya dengan wajah tertunduk.


Laki-laki itu langsung menggenggam kedua tangan wanitanya lalu memandangi wajah wanitanya yang masih tertunduk.

__ADS_1


" Lihat aku Be".perintah nya tapi. wanitanya masih saja menundukkan wajahnya.


"Be, lihat aku".perintahnya lagi.


Wanitanya pun langsung mengangkat wajahnya yang kini sudah basah dengan air matanya.


Perlahan-lahan laki-laki itu langsung menarik tubuh wanitanya dan dia pun memeluknya dengan erat.


" Jangan suruh aku untuk melepaskan pelukan ini Be".pintanya saat dia merasakan gerakan penolakan dari wanita nya.


"Aku janji aku tidak akan melakukan hal yanga lebih jauh lagi, aku.. aku hanya ingin memeluk mu".katanya meyakinkan wanitanya.


Hening mendadak suasana kini menjadi hening.Kini keduanya larut dalam perasaannya masing-masing.Dan tak lama laki-laki itupun melepaskan pelukannya setelah merasakan kalau wanitanya kini sudah kembali tenang.


" Kak Se".panggilnya.


Sehan pun menoleh karena kini posisi laki-laki itu kini sudah duduk di sofa yang tidak jauh dari tempat tidur di mana wanitanya kini sedang berbaring karena tiba-tiba dia kembali merasakan kepalanya sedikit pusing.


"Ibu mu masih dirawat di rumah sakit".


" Apa kecelakaan yang dia alami ibuku begitu parah? tanyanya sambil memegangi selimut yang menutupinya agar bisa menekan emosi di dalam hatinya.


"Sepertinya begitu karena pada saat aku menjenguknya bersama ayahmu keadaan ibumu sedang koma".ucapnya dan membuat hati Beana seakan-akan meledak karena terkejut mendengar kabar ibunya.


" Apa ibuku koma? tanyanya dengan raut wajah yang sangat sedikit sedih.


"Iya.Tapi kamu tenang saja karena keadaan ibumu sekarang sudah jauh lebih stabil dan mungkin hanya sedikit membutuhkan waktu untuk penyembuhan dan pemulihan nya".


Wajah Beana yang tadi sempat terlihat sedih kini berangsur-angsur berubah menjadi sedikit ceria.


"Alhamdulillah Ana senang sekali mendengarnya.Tapi kak Se tidak lagi membohongi Ana kan?Hanya karena untuk menghibur Ana?

__ADS_1


Laki-laki tersenyum lalu dia bangun dari duduknya dan dia pun kini mendudukkan tubuhnya di tempat tidur di mana wanitanya kini masih berbaring.


Perlahan-lahan dia pun mengusap-usap kepala wanitanya yang masih tertutupi hijab.


"Apa aku terlihat membohongimu? tanyanya ingin tau dan wanitanya kini melihat kedua mata laki-laki itu lalu beberapa detik kemudian dia pun menggelengkan kepala nya tanda dirinya tidak di bohongi.


" Istirahat lah supaya kamu cepat sembuh kasihan putri kita jika Bundanya sakit".


"Baiklah, tapi bagaimana jika Ana belum sembuh.Terus Sam siapa yang jaga".ucapnya penuh khawatir.


" Kamu tenang saja aku sudah pengirim seseorang untuk membawanya kesini".


"Apa kakak mau bawa Sam kesini?


" Iya.Memangnya kenapa?


"Tidak apa-apa kak, Ana hanya".ucapannya pun terhenti.


" Hanya apa Be?


"Ana belum memberitahu tentang kakak".ucapnya jujur dan laki-laki itupun tersenyum.


" Aku tau.Pelan-pelan saja kita akan memberitahukan nya dan untuk itu aku harus bersabar jika putri kita tidak langsung mengakui kalau aku adalah ayahnya."Ucapnya dengan sorot wajah tenang.


"Maafkan Ana kak".


"Jangan menyalahkan dirimu karena ini juga salah ku yang telah meninggalkan kalian berdua".


" Kita sama- sama salah kak jadi bisakah kita sekarang memperbaikinya?tanyanya dan laki-laki itupun mengangguk kan kepala nya mengiyakannya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2