
Beana melihat seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya kini sudah duduk di hadapan laki-laki akan menjadi calon suaminya. Saat dirinya ingin berdiri tiba-tiba sang Ayah menggelengkan kepala nya untuk melarang nya dan akhirnya dia pun kembali duduk di tempat nya semula.
Air mata yang sedari tadi terus saja jatuh dari kedua matanya membuat laki-laki yang duduk di sampingnya itupun berinisiatif meminta tisu kepada kakaknya untuk calon istrinya.
Perlahan-lahan tangan yang memegangi tisu itu pun akhirnya terurur kearah calon istri nya.
"Terima kasih".ucapnya dan laki-laki itupun menganggukkan kepalanya tanda iya.
Wanita itupun menerimanya dan dia pun langsung menghapus air matanya.
Setelah beberapa saat kemudian barulah petugas KUA pun akhirnya berbicara
"Saudara Sehan, apakah acara ijab kabulnya sudah bisa di laksanakan sekarang? tanyanya kepada calon mempelai laki-laki
"Sudah Pak".jawabnya.
"Baiklah kalau begitu kita mulai ijab kabulnya".ucap Pak penghulu dan semuanya pun kini bersiap untuk memulai ijab kabulnya.
Acara ijab kabulnya pun berjalan karena laki-laki dengan lancar
melafalkan ijab kabulnya dengan satu tarikan napas hingga terdengar kata "Sah".
Hati laki-laki itu terus saja mengucapkan kata "Alhamdulillah".
Akhirnya kini dirinya bisa menghalalkan wanitanya dengan hubungan yang sah baik dalam agama maupun hukum.
Apalagi saat selesai menandatangani surat akte nikah tubuhnya tiba-tiba di langsung di tubruk oleh seseorang dan dia pun langsung tersenyum kepada si pelaku nya.Akhirnya sambil memangku putrinya laki-laki itupun menyalami petugas KUA dan mengucapkan terimakasih.Dan petugas KUA itupun pamit. Dan di dalam Masjid itupun kini hanya ada anggota keluarga saja .
"Horeee, Ayah sama Bunda sudah nikah".ucapnya senang sambil bergelayut manja kedua tangannya memegangi leher sanga Ayah dan dia pun langsung di pangkuan laki-laki yang baru saja mengucap ijab kabul.
" Samara bahagia? tanyanya sambil mencium pipi putihnya dan gadis kecil itupun menganggukkan kepalanya iya.
"Samara bahagia".ucapnya dan Beana pun sangat terharu saat melihat keduanya hingga seseorang yang sedari tadi masih duduk di tempat nya itu menyaksikan nya menjadi terharu tanpa terasa dia pun menitikan air matanya.
"Ternyata cucuku sudah besar dan lebih cantik dari fotonya. Wajahnya begitu mirip seperti foto copy an dari laki-laki yang baru saja menjadi menantunya".
Beana pun tersadar lalu melihat kearah Ayahnya dan dia pun berdiri lalu berjalan menuju di mana laki-laki yang menjadi cinta pertama nya kini melihat nya dengan kedua mata basah.
__ADS_1
Wanita itupun langsung memeluk cinta pertama nya itu dan laki-laki itupun langsung membalas pelukan putrinya dengan hati yang sangat bahagia karena bisa melihat dan memeluknya setelah hampir 5 tahun putrinya itu menghilang.
Dan kini putrinya itu telah kembali.Keduanya pun menangis
"Maafkan Ana Ayah".katanya di sela-sela tangisnya.
Laki-laki itupun hanya bisa mengangguk sambil tangannya masih terus mengusap-usap punggung putrinya itu lembut.
Hingga beberapa menit kemudian setelah keduanya selesai melepaskan rindu mereka pun langsung melihat laki-laki yang kini masih duduk bersila dengan gadis kecil yang masih anteng duduk di pangkuan nya.
"Samara".Suara Bundanya memanggilnya dan gadis itupun langsung melihat kearah Bundanya.
" Iya Bunda".jawabnya masih yang masih anteng duduk di pangkuan sang Ayah.
"Sini salim dulu sama kakek".katanya.
Gadis itupun langsung melihat ke wajah Ayahnya dan laki-laki itupun mengetahui apa yang ingin ditanyakan oleh putrinya dan dia pun langsung berkata
" Itu adalah kakek,Ayah dari Bunda".ucapnya memberitahu.
"Kakek? tanyanya lagi.
"Kenapa?tanya Ayahnya sambil mengusap-usap lembut kepala putrinya yang tertutup hijab.
" Kalau Samara salim sama kakek Ayah ngga akan pergi lagi kan? tanyanya dan itu sontak membuat orang dewasa yang masih berada di dalam Masjid itupun langsung terkejut. Dan dia pun langsung memeluk putrinya.
Sehan menarik napasnya dalam-dalam lalu dia pun menghembuskan nya dengan pelan.
Sungguh dirinya benar-benar merasa bersalah karena telah membuat putrinya sedikit trauma karena takut tinggal olehnya.
Dengan pelan dia pun berkata
"Ayah tidak akan pergi sayang, Ayah akan selalu ada bersama dengan putri cantik Ayah".ucapnya meyakinkan putrinya.
"Ayah janji tidak akan tinggalin Samara dan Bunda lagi".katanya masih memeluk erat leher Ayahnya.
" Iya Ayah berjanji tidak akan meninggalkan kalian".
__ADS_1
Gadis kecil itupun langsung melepaskan pelukan nya dan dia pun mengangkat tangan besar Ayah nya dan menyatukan jari kelingking nya ke tangan Ayah nya.
Laki-laki itupun tersenyum.
"Ayah berjanji".ucap Sehan dan gadis kecil itupun tersenyum bahagia.
" Sekarang Samara salim sama kakek dulu".katanya dan gadis kecil itupun langsung mendekati kakek dan Bundanya yang sedari tadi melihatnya.
"Assalamualaikum kakek".ucapnya sambil mengulurkan tangan kecilnya untuk salim.
Laki-laki itupun tersenyum
" Waalaikumsalam".balasnya sambil mengulurkan tangannya.
Gadis kecil itupun mencium tangan kakek nya itu dengan takzim dan membuat laki-laki separuh baya itupun menjadi terharu.
Dalam hatinya pun bertanya-tanya
"Cucuku benar-benar anak yang sangat pintar padahal umurnya baru 4 tahun.Tapi mengapa gadis kecil ini tidak seperti layaknya anak kecil lainnya? Apakah karena keadaan?
" Kakek kenapa? tanya cucunya dan membuat laki-laki itupun tersadar dari lamunannya.Sehan dan Beana hanya melihat saja karena keduanya ingin memberikan waktu untuk mereka berdua.
"Ka.. kakek tidak apa-apa".jawabnya.
" Kakek yakin?tanyanya dan membuat kedua orang tua dan kakaknya Sehan itupun tertawa kecil saat mendengar pertanyaan dari mulut gadis kecil itu.
"I.. iya.Kakek baik-baik saja".
" Tapi seperti nya jawaban kakek salah deh."
Di saat laki-laki separuh baya itupun sibuk dengan cucunya yang kelewat cerdas Sehan pun mendekati istrinya dan berbisik di telinga wanitanya.
"Persiapan dirimu nanti malam sayang".ucapnya dan membuat tubuh wanita itupun langsung merinding mendengar nya.
" Dasar mesum".jawabnya sambil berbisik dan itu membuat laki-laki itupun tersenyum.
"Rasanya tak sabar menunggu malam nanti".
__ADS_1
ucapnya dalam hati sambil tersenyum.
bersambung