
Beana menangis dalam diam,air matanya terus saja menetes di kedua pipinya.Ada rasa yang tidak bisa di ucapkan nya.
"Bunda apakah Sam punya Ayah?
" Apakah Ayah tidak sayang sama kita?
Dua pertanyaan itu masih saja terus terngiang di kepalanya.
Sungguh hatinya begitu teriris saat gadis kecilnya menanyakan tentang Ayahnya.
Dia melihat gadis kecilnya kini sudah terlelap lalu dia pun mencium keningnya.
"Maafkan Bunda sayang,Bunda benar-benar tidak tau di mana Ayah kamu.Seandainya Bunda tau mungkin hidup kita tidak akan seperti ini".gumamnya dalam hati.
Perlahan-lahan dia pun turun dari tempat tidur lalu dia pun kini memilih duduk di lantai yang beralaskan karpet.Dia pun menyandarkan kepalanya di dinding.Hatinya kini benar-benar tidak baik-baik saja.
Tiba-tiba rasa sedih kini mulai merasuki relung hatinya.Entah mengapa kini dirinya mulai lagi merasakan tak berdaya saat ucapan itu terlontar dari bibir mungil gadis kecilnya.
Dalam hatinya bertanya-tanya mengapa gadis kecilnya itu bisa mengatakan kata-kata seperti itu padahal usianya baru 4 tahun, sungguh ini membuat Ibu Muda itu pusing memikirkan nya.
"Sekarang aku harus bagaimana?
"Apa yang harus aku katakan pada Sam jika dia menanyakan nya lagi! Sungguh sekarang ini aku benar-benar bingung".ucapnya dalam hati.
Di tempat berbeda.
Sehan membuka pintu apartemennya dan saat pintu itu terbuka tercium begitu wangi mengular dari dalam.
" Wanginya sungguh-sungguh menenangkan".katanya lalu dia pun masuk ke dalam apartemen setelah membuka sepatunya dan menaruhnya di rak sepatu.
Laki-laki itupun berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangannya,setelah itu dia pun langsung menuju meja makan dan membuka tujung saji.
Senyum terpancar dari bibirnya
"Berasa sudah mempunyai istri saja".ucapnya senang sambil menyendok nasi nya dan juga lauknya.
__ADS_1
Dengan suasana hatinya yang sedang bahagia dia pun makan dengan lahap.Saking enaknya dia makan sampai dia tidak mendengar bel.
Berkali-kali suara bel itu berbunyi tapi si empunya sama sekali belum membukakan pintu hingga tak lama terdengar suara handphone nya berbunyi.
Sambil makan dia pun mengangkatnya
"Assalamualaikum".salam orang di seberang.
" Waalaikumsalam Mah".jawabnya.
"Kamu di mana?
" Di apartemen, ada apa Mah?
"Kenap nomor pin apartemen kamu berubah jadi Mamah tidak bisa masuk,terus Mamah tekan bel kamu ngga buka pintunya".ucapnya dengan nada sedikit kesal.
"Cepat buka Mamah sudah di depan pintu apartemen kamu,capek dari tadi berdiri di luar".katanya sambil mematikan panggilan nya dan membuat laki-laki itupun mau tak mau langsung berjalan menuju pintu keluar untuk membukakan pintu.
Ceklek
Laki-laki melihat seorang wanita separuh baya sedang berdiri sambil menenteng paperback.
Wanita langsung masuk dengan wajah nya yang sedikit terlihat kesal lalu dia pun langsung duduk di sofa di ruang tamu dan laki-laki itupun kembali ke meja makan untuk melanjutkan makannya yang tertunda tadi.
Wanita itupun bangun dari duduk nya dan dia pun menghampiri putranya yang kini sedang asyik menikmati makanannya.
"Kamu masak? tanya Mamahnya dan laki-laki itupun menggelengkan kepalanya tanda tidak.
"Terus kamu delivery? tanyanya lagi dan kembali lagi putra nya pun menggeleng kan kepalanya tanda tidak.
Wanita itu langsung ikutan duduk di sebelah putra nya.
"Se, Mamah itu lagi bertanya sama kamu terus kenapa jawabannya cuma menggeleng kan kepala saja".ucapnya kesal.
Laki-laki itupun melihat kearah Mamahnya.
__ADS_1
"Maaf Mah".
" Jangan diulangi lagi."
"Iya".katanya menyesal sambil melihat Mamahnya mencicipi masakan yang berada di atas meja.
"Ini enak.Siapa yang masak?
"Seseorang".ucapnya dan wanita itupun mengerutkan keningnya
" Seseorang siapa?
Laki-laki itupun tersenyum
"Rahasia".
" Kamu itu pake rahasia-rahasia an segala sama Mamah".katanya
"Mamah mau apa kesini? tanyanya.
" Sebenarnya sih Mamah itu kesini mengantarkan makanan buat makan malam tapi sampai di sini kamu nya lagi makan".
"Yakin hanya itu Mamah ke sini?tanyanya dengan sedikit curiga.
"Kamu itu curiga terus sama sama Mamah".
"Ya sebelumnya kan biasanya memang seperti itu jadi aku sudah hapal".katanya sambil melihat kearah wanita yang sedang duduk di sampingnya.
Wanita itupun hanya bisa terdiam sambil melihat kearah putranya.
" Jangan bujuk aku lagi Mah.
Dan aku tidak akan pulang sekarang. Jadi tolong jangan paksa aku untuk pulang karena rasa kecewa aku belum hilang jadi aku butuh waktu untuk menghilangkan nya".ucapnya lalu berlalu meninggalkan Mamah nya yang masih duduk di meja makan.
"Maafkan Mamah Se, Mamah telah gagal menjadi Ibu yang baik untuk kamu".ucapnya sedih.
__ADS_1
bersambung