
Di saat Beana sedang sibuk dengan keingintahuan nya tentang majikan barunya.
Di luar apartemen tempat nya bekerja saat ini terlihatlah dua orang laki-laki yang berpakaian hitam-hitam kini sedang sibuk mondar-mandir menunggu seseorang.
Kedua matanya sibuk memantau ke arah lobby untuk menunggu seseorang.
"Bagaimana apa sudah ada melihat Tuan muda keluar dari apartemen?tanya orang ke satu.
"Belum, aku belum melihat nya mungkin sebentar lagi".jawab orang yang ke dua.
Hingga beberapa saat mereka menunggu orang yang mereka tunggu sama sekali tidak terlihat.
Dan membuat mereka akhirnya lelah dan memutuskan untuk bertanya kepada petugas keamanan.Tetapi keduanya pun tidak mendapatkan berita yang mereka inginkan karena sebagai petugas keamanan mereka hanya bertugas untuk menjaga keamanan apartemen lalu untuk semua yang menyangkut tentang hal pribadi itu adalah privasi dari semua penghuni apartemen.
Dengan lesu kini kedua orang suruhan itu pun memasuki mobilnya dan pergi dari tempat itu, setelah hampir beberapa hari mereka di sana.
Senyum berkembang dari seseorang yang sedari tadi menyaksikannya.Dalam hatinya kini sudah merasa sedikit tenang karena satu permasalahan kini sudah di atasinya.
Dengan langkah lebar dia pun mendekati petugas keamanan yang bertugas menjaga keamanan apartemen.
__ADS_1
Laki-laki berseragam itupun tersenyum saat melihat laki-laki yang menyuruhnya.
"Bagaimana Tuan apakah acting saya bagus?tanyanya setelah orang yang dipanggil nya dengan sebutan Tuan itu mendekat ke arahnya.
"Kerja bagus.Ini untuk mu".
Katanya sambil memberikan amplop berisi uang.
" Saya terima".ucapnya sambil tersenyum karena mendapatkan uang dadakan.
"Kamu harus ingat jika kamu melihat kedua orang itu lagi maka usir saja dan jangan lupa kasih rau teman-temanmu yang bekerja di sini juga".ucapnya memberi perintah dan petugas keamanan itupun mengangguk kan kepalanya.
"Ya sudah saya pergi dulu terima kasih atas kerja samanya".
" Iya Tuan sama-sama ".jawabnya sambil melihat laki-laki yang menyuruh nya itupun memasuki mobilnya dan tak lama mobil itupun pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara di tempat berbeda langsung tersulut emosi entah mengapa kini diri nya begitu sangat kesal karena semua orang suruhan yang di jadikannya sebagai mata-mata tidak ada satupun yang becus.
Di ruang kerjanya dia melemparkan amplop ke arah mereka.
__ADS_1
"Ambil amplop itu dan kalian semua di pecat".ucapnya kesal. dengan kegagalan mereka.
Dengan langkah lesu semuanya orang suruhan itupun kini berlangkah keluar dari ruangan itu.
Dari kejauhan seseorang sedang memperhatikan mereka. Entah apa yang terjadi di dalam ruangan itu karena dia hanya mendengar suara suaminya yang sedang memarahi orang suruhan nya.
Wanita menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tindakan suaminya yang kembali mengusik kehidupan putranya.
"Sampai kapan Papah seperti ini?Selalu saja bersikap egois. Pantas saja putramu begitu keras kepala ternyata itu menurun dari Papahnya".
ucapnya dalam hati dan dia pun kembali masuk ke dalam kamarnya karena enggan sekali menemui suaminya yang dalam keadaan nya tidak baik-baik saja.
Di tempat lainnya seseorang laki-laki kini sedang duduk di dalam mobilnya.Kini dirinya sedang beristirahat di rest area karena hampir beberapa jam dia menyetir mobilnya.
"Tenyata melelahkan juga.Tapi aku harus tetap semangat".
katanya sambil melihat layar handphonenya.
" Tunggu aku pulang Be karena untuk kali ini aku akan berjuang agar hubungan kita bisa segera di halalkan dan memberikan status juga keluarga yang utuh untuk Samara putri kita ya walaupun aku harus berhadapan dengan Papah ku".capnya dalam hati.
__ADS_1
bersambung