
Pintu lift pun terbuka seorang laki-laki keluar dari dalam sana.Langkah nya begitu santai seakan-akan beban yang ada di dalam hatinya sedikit menghilang.
Tidak ada orang yang menyadari kalau dirinya adalah seorang CEO di sana.Hatinya begitu senang karena tidak ada seorang pun yang mengenali nya.
Dia pun berjalan keluar dari dalam gedung itu lalu dia pun langsung menuju tempat parkir di mana mobilnya kini terparkir.
Mobil yang di carinya pun kini sudah di temukan dengan cepat dia pun masuk ke dalam mobilnya dan tak lama mobil itupun bergerak meninggalkan area parkir.
Laki-laki itupun tersenyum di balik masker yang di kenakan nya.
"Ternyata dengan menyamar seperti ini aku bisa bebas pergi ke mana pun aku mau. " gumamnya senang.
Sejenak dia pun melihat dua orang yang sedang berdiri di dekat pohon besar.Dia pun tertawa di balik kemudi.
Sedangkan tidak jauh dari sana seseorang kini sedang melihat di balik tirai kedua orang itu di dalam ruangan nya.
"Dasar bodoh,sampai kapan mereka di sana sedangkan orang yang mereka cari saja sudah pergi".katanya sambil tersenyum.
Di dalam mobil laki-laki itupun tersenyum penuh kemenangan.
" Ternyata menyamar seperti anak kuliahan jauh lebih mudah".
"Sekarang waktunya melihat gadis polos ku".ucapnya sambil mempercepat laju kuda besinya.
__ADS_1
Tak beberapa lama kemudian dia pun sudah sampai di area gedung apartemen.Laki-laki itupun masih berdiam di dalam mobilnya.Sedangkan kedua matanya masih fokus melihat kearah lobby.
Tiba-tiba dia pun melihat seseorang yang sedari tadi kedatangan nya begitu sangat di nantikan nya.
"Akhirnya aku bisa melihat nya".ucapnya senang sambil terus melihat gadis polos nya dari balik kemudi mobilnya.
Dia pun melihat gadisnya kini sedang berjalan menuju halte untuk menunggu taksi karena ojek online yang dia pesan belum bisa dia dapatkan.
" Sepertinya hari ini aku naik taksi saja".katanya sambil berjalan sambil melamun hingga tanpa dia sadari dia berjalan ke tengah-tengah dan tiba-tiba ada sebuah mobil yang berjalan ke arah nya tapi gadis itu masih saja berjalan hingga
Bruk..
(terdengar suara orang jatuh)
Dia merasakan dia berada di pelukan seseorang,dirinya tidak menyadari kalau dirinya memeluk tubuh seseorang itu dengan begitu erat, karena terus terang saja dirinya begitu kaget karena kejadian barusan yang hampir membuat nyawanya terancam.
Bagaimana kalau hal itu sampai benar-benar terjadi, bagaimana nasib putrinya.
Di tengah rasa terkejut nya, seseorang pun mulai bertanya
"Apa kamu baik- baik saja? tanya nya sambil melihat wanita itu masih terus memeluk nya.
Sejenak dia pun tersadar dan dia pun mulai menyadari kesalahannya.Pelan-pelan dia pun melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
Masih sambil menunduk dia pun berkata
" Maaf ".katanya masih menundukkan kepalanya.
" Iya.Aku pergi dulu".katanya sambil berjalan meninggalkan wanita yang kini sudah duduk di kursi.
Dan tak lama kemudian laki-laki itupun kembali dan dia pun memberikan satu botol air putih.
"Ini minumlah biar kamu sedikit tenang".ucapnya masih dalam posisi berdiri di depan nya.
Wanita itupun menerimanya lalu dengan cepat dia meminumnya hingga tandas tidak tersisa.
" Terima kasih".ucapnya sambil menunduk.
"Sama-sama".balasnya.
Beana menarik napasnya dalam-dalam dan pada saat dirinya tengah-tengah di menghirup udara tiba-tiba dia pun mencium aroma parfum yang begitu familiar.
" Wangi ini".ucapnya sambil melihat seseorang yang masih berdiri di hadapan nya.
Di depan nya berdiri seseorang laki yang sangat di kenalinya
"Kamu... ".
__ADS_1
bersambung