Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
122


__ADS_3

Beana masih terdiam sambil terus berpikir dia ingin mengingat-ingat di mana pertama kali dia bertemu dengan laki-laki yang bernama Bimo.


"Kamu sudah ingat Be? tanyanya sambil memasukkan potongan buah ke dalam mulutnya.


" He..he..".katanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tanda belum.


"Kamu itu ya kebiasaan".katanya sambil mendekati wanitanya lalu menyentil keningnya


"Aww.. sakit kak".ucapnya sambil mengusap-usap keningnya yang berasa sakit.


"Habisnya dari gadis sampe sudah jadi seorang ibu kebiasaan kamu itu sama sekali tidak berubah".ucapnya keceplosan dan itu membuat wanitanya langsung menatap ke arah nya.


" Mampus deh kenapa nih mulut bisa keceplosan bicara ".ucapnya dalam hati.


Dengan muka juteknya dia pun bertanya


"Dari mana kak Se tau kalau aku ini sudah menjadi seorang ibu?


Apa kakak selama ini menguntit Ana?


Laki-laki itu meneguk ludahnya sungguh sekarang ini dirinya seperti sedang kena sidang.


" Kak jawab ".


"Aku tidak menguntit mu".


" Terus kakak tau dari mana kalau Ana sudah memiliki seorang anak?tanyanya ingin tau.


"Iya taunya secara tidak di sengaja".


" Maksud kakak?


"Duduk sini".perintahnya dan wanitanya pun menurut.


"Aku tidak sengaja bertemu dengan nya di restoran tempat kamu kerja."

__ADS_1


"Ah iya Ana ingat,waktu itu Sam memaksa untuk ikut Ana kerja jadinya hari itu Ana mengajaknya."


Laki-laki itu tersenyum


"Ternyata perasaan anak kita begitu peka".


" Iya kakak benar".


Keduanya pun terdiam sambil memakan buah yang berada di atas meja.


"Kak, sepertinya Ana sudah ingat".ucapnya sambil tersenyum senang.


"Benar sudah ingat? tanyanya menegaskan dan wanita itupun mengangguk


"Kalau sudah ingat atau mau ngeprank aku lagi?


"Kali ini beneran kak".ucapnya jujur.


" Oke, aku akan dengar kan".


"Waktu itu Ana baru pulang dari rumah sakit untuk periksa apakah benar kalau Ana hamil.Dan hasilnya memang benar-benar menyatakan kalau Ana positif hamil dan usia kandungan Ana sudah satu bulan.Jujur kak saat itu Ana benar-benar begitu sangat stres karena hamil di luar nikah.


Setelah habis dari rumah sakit Ana pun memutuskan pergi ke taman untuk menenangkan diri dan saat di taman itulah Ana bertemu dengan kak Bimo.


Tapi jujur Ana sama sekali memperdulikan nya, bahkan Ana sama sekali tidak memperdulikan orang-orang yang berada di sekitar Ana yang ada Ana itu berpikir bagaimana caranya untuk memutuskan masalah yang Ana hadapi, hanya itu."ucapnya dengan wajah sedikit sedih saat mengingat masa-masa sulitnya.


"Maafkan aku Be,karena aku tidak berada di samping kamu waktu itu. Seandainya saja waktu bisa di putar kembali aku akan kembali ke masa sulit kamu dan aku menemanimu, tapi sayang nya semua itu tidak akan mungkin terjadi".katanya sambil


 menggenggam kedua tangan wanita nya.


"Semuanya sudah berlalu kak jadi sekarang kita akan memulai nya lagi dengan putri kita Samara".


" Ah iya kamu benar Be.Jadi kapan kamu akan mengenalkan aku dengan putri ku langsung hingga aku tidak diam-diam melihatnya".


Beana pun langsung melihat ke arah nya dengan tatapan yang sulit di artikan dan dengan cepat langsung menarik kedua tangannya dan membuat Sehan pun bingung

__ADS_1


"Kamu kenapa Be, apa aku salah bicara?katanya saat melihat wajah jutek wanitanya.


"Jadi selama menguntit Ana sama Sam ya?


" Maksud kamu?


"Iya itu jadi kakak selama ini bohongin Ana karena diam-diam melihat kami."


Akhirnya Sehan pun mengerti sekarang kenapa wanita nya ini tiba-tiba saja marah kepada nya.


"Be.Aku tidak pernah menguntit mu sungguh semua kejadian itu hanya kebetulan saja dan semuanya terjadi tanpa aku ketahui.Aku baru pulang ke Indonesia baru tiga mingguan lebih belum genap sebulan jadi mana mungkin aku mempunyai banyak waktu untuk menguntit mu.


Kamu ingat ngga saat malam dimana saat itu kamu keluar dari rumah kontrakan sambil mengendong Sam karena sakit dan di situlah pertemuan kita secara tidak sengaja ".ucapnya menjelaskan dan Beana mengerutkan keningnya.


" Kok kakak tau?tanyanya penasaran.


"Kamu ingin tau? tanyanya balik dan wanitanya pun langsung mengangguk


" Tunggu di sini".katanya sambil bangun dari duduk nya dan berjalan ke arah laci meja untuk mengambil sesuatu.


Setelah itu dia pun kembali ke meja makan sambil membawa sebuah paperback.


"Itu apa kak?


Laki-laki itupun tersenyum


" Sebentar aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu".katanya sambil mengambil sesuatu di dalam paperback dan langsung memakainya.


"Suprise".ucapnya dan membuat wanita yang duduk tidak jauh darinya itu langsung menutupi kedua mulutnya karena sangat terkejut.


" Jadi kakak adalah laki-laki itu?ucapnya tanpa terasa dia pun menangis.


Sehan pun mengangguk


"Ana kira kakak sudah melupakan Ana".katanya sungguh-sungguh dirinya benar-benar bahagia karena laki-laki yang telah menggoreskan luka tidak melupakan nya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2