
Jam menunjukkan pukul 8 pagi Beana kini sudah berpakaian rapi, hari ini Ibu muda itu akan mulai masuk kerja kembali setelah izin selama 2 hari karena putrinya sakit.Dirinya merasa tidak enak kepada teman-temannya karena sudah terlalu banyak tidak masuk kerja.
Beana menghampiri gadis kecil nya yang kini sedang duduk di lantai beralaskan karpet bulu halus sambil asyik memakan cemilan nya. Dia pun tersenyum saat melihat mulut kecil putrinya sedikit kotor.
"Makannya pelan-pelan sayang".ucapnya sambil mengelap mulut putrinya dengan tisu basah.
" Maaf Bunda".ucapnya.
"Iya tapi lain kali pelan-pelan ya makannya".
"Baik Bunda".ucapnya sambil memeluk Bundanya.
" Iya sayang ".ucapnya sambil membalas pelukan putri kecilnya.
Gadis kecil itu melepaskan pelukannya dan dia pun melihat kearah Bunda nya.Beana pun jadi bingung saat melihat putri kecilnya melihat nya tanpa berkata apapun
" Sayang ada apa? tanyanya sambil berjongkok menyamakan tinggi putri kecilnya itu lalu tangan kanannya itu mengusap-usap rambut panjang putrinya itu dengan lembut.
"Bunda mau pergi?tanyanya dengan nada sedikit sedih.
Beana pun menghirup napas dalam-dalam lalu menghembuskan nya pelan-pelan.
" Sayang Bunda memang mau pergi tapi perginya untuk bekerja ."katanya dengan pelan.
"Sam tau kalau Bunda tidak masuk kerja nanti Bunda akan di pecat dan Bunda tidak akan mempunyai uang buat kita makan,buat Sam jajan dan kebutuhan lainnya nanti tidak bisa terpenuhi.Sam mau tidak minum susu lagi dan Bunda tidak bisa membelikan cemilan untuk Sam?ucapnya dan dia pun melihat putri kecilnya itu pun menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak.
"Nah oleh sebab itu Bunda harus bekerja biar Bunda dapat uang untuk membeli susu dan semua kebutuhan Sam dan juga Bunda. Apa boleh Bunda masuk kerja?
" Iya Bunda boleh kerja tapi Sam mau ikut".
"Sam boleh ikut tapi tidak hari ini".
" Kenapa Bunda?
"Karena Sam kan baru sembuh dari sakit jadi Sam tidak boleh capek-capek dulu, putri Bunda harus banyak-banyak istirahat capat sembuh dan tidak sakit-sakit lagi."
__ADS_1
"Apa kalau Sam sudah sembuh, Sam boleh ikut Bunda?
" Tentu saja".
"Hore".ucapnya sambil berjingkrak-jingkrak karena kegirangan.
Ibu muda itu hanya tersenyum melihat tingkah putrinya.
Lalu Beana pun mengambil tas selempang nya dan di pakainya, tak lupa juga dia pun membawa tas ransel putrinya yang berisikan semua kebutuhan nya berupa susu dan kebutuhan lainnya.
"Ayo Bunda antar ke rumah Nenek".katanya sambil mengulurkan tangan kanannya untuk menggandeng tangan putrinya.
Gadis kecil itupun mengulurkan tangan kirinya itu dengan senyuman ceria.
Keduanya pun kini sedang berada di luar dan Beana pun mengunci pintunya bersamaan dengan seseorang yang keluar dari kamar kontrakan yang berada di sebelah nya.
"Pagi Ana".sapanya setelah mengunci pintunya.
" Pagi Mba".
Lalu pandangan matanya teralihkan saat melihat sosok gadis kecil yang sedang berdiri di samping Beana.
"Pagi Aunty.Ya Sam sehat".
" Maaf ya Aunty kemarin tidak nengok Sam di rumah sakit karena Aunty kemarin lembur".
Gadis itupun tersenyum
"Tidak apa-apa Aunty kan sekarang Sam sudah sembuh".
" Terima kasih keponakan Aunty yang cantik dan baik hati atas pengertiannya ".
" Sama-sama ".
Setelah selesai mengobrol kini Beana dan Wita pun sudah berada di dalam taksi online.Setelah Ibi muda itupun menitipkan putri kecilnya kepada Ibu pemilik kontrakannya yang sudah menganggap nya seperti anak sendiri.
__ADS_1
Dalam perjalanan Ibu muda itupun hanya terdiam dan membuat wanita yang sedang duduk di samping nya pun bertanya
"Ana".panggilnya.
" Iya Mba".jawabnya tanpa menoleh.
"Apa ada masalah?tanyanya ingin tau.
"Iya dan ini sangat serius".
" Kalau boleh tau masalah apa?
"Ini soal biaya pengobatan Sam kemarin".
" Apa uang kamu kurang?
"Bukan, bukan itu Mba".
" Lah terus apa?
"Sebenarnya semua biaya pengobatan Sam itu sudah terbayar lunas dan aku sama sekali tidak tau siapa yang membayar nya.Itulah sebabnya aku kepikiran Mba."
"Em.. pasti yang membayar nya orang yang sama An, atau jangan-jangan laki-laki yang sama saat mengantarkan kamu dan Sam ke rumah sakit".
" Aku tidak tau Mba".
"Ya sudah daripada kamu kepikiran lebih baik di ambil positifnya saja toh berkat kebaikan orang yang diam-diam membantu kamu akhirnya Sam bisa mendapat perawatan yang terbaik di rumah sakit hingga Sam kini sudah sehat kembali".katanya sambil merangkulnya.
" Iya apa yang di katakan Mba benar, aku ambil positifnya saja. Makasih Mba sudah dengerin curhatan aku ".
" Sama-sama. "
Tak lama kemudian mobil taksi yang mereka naiki pun sampai.Keduanya pun turun setelah membayar nya.Beana berjalan terlebih dahulu memasuki restoran karena pekerjaannya kini sedang menunggu.Dia pun langsung berganti pakaian dan setelah selesai dia pun langsung menuju tempat kerjanya dan mulai melakukan pekerjaannya.
Tanpa wanita itu ketahui bahwa tidak jauh dari tempat nya kini seseorang sedang berdiri memperhatikan nya.
__ADS_1
"Saatnya beraksi".
bersambung