
Tanpa terasa sudah hampir satu bulan Beana kerja hari ini dirinya akan gajian dirinya benar-benar tidak pernah merasakan kegembiraan seperti hari.Hari ini dirinya mendapatkan gaji pertamanya setelah hampir satu bulan bekerja.Kini dirinya sedang berada di dalam mobil taksi online bersama dengan Wita teman satu kerjaan.
"Ana".panggil Wita.
Gadis itupun tersenyum
" Iya Mba".
"Aku lihat wajah kamu kelihatan berbeda hari ini".
" Masa sih?
"Iya itu kelihatan berbeda sekali Ana. Apa yang membuat kamu bahagia?
"Hari ini aku akan menerima gaji pertama ku".
"Jadi itu yang membuat kamu kelihatan senang?
" Iya karena dengan gaji ini aku bisa memeriksakan kandungan aku Mba".
Mendadak hati Wita menjadi sedih saat mendengar perkataan wanita yang duduk di sampingnya.
"Apa hanya itu?
"Tidak, uang itu untuk bayar sewa kontrakan selebihnya untuk kebutuhan sehari-hari".ucapnya jujur.
Deg... deg... deg
Rasanya hati wanita benar-benar teriris mendengarnya.Dia melihat sosok Beana dalam hati kecilnya dirinya begitu sangat mengagumi sosok gadis yang berada di sampingnya.Beana adalah sosok gadis yang mandiri padahal kini dirinya sedang hamil.Gadis itu menjalaninya dengan ikhlas walaupun tanpa sosok laki-laki di sampingnya.Seharusnya pada saat hamil ini seperti ini dirinya harus mendapatkan perhatian lebih dari sosok suaminya tapi yang terjadi malah sebaliknya dirinya harus berjuang sendiri di masa-masa kehamilannya.
Beana melihat wanita yang di duduk di sampingnya itu hanya terdiam tanpa suara.
"Mba.Mba Wita kenapa?
" Ah apa?tanyanya setelah tersadar dari lamunannya.
"Mba Wita kenapa dari tadi aku ngomong kok ngga di dengerin".katanya dengan nada sedikit protes.
" Maaf Ana, aku hanya sedang banyak pikiran saja".ucapnya bohong.
"Mba yakin?
__ADS_1
" Iya. Kamu tidak percaya kepada ku?
"Ah ya tentu saja aku percaya Mba".
Lalu keduanya kemabli ngobrol hingga mobil yang membawa mereka pun akhirnya sampai di depan area Restoran dan mereka pun langsung turun sesudah membayar ongkosnya.
Keduanya pun masuk ke dalam Restoran lalu berjalan ke arah belakang Restoran untuk menuju ke ruangan khusus karyawan.
Di dalam sana sudah banyak karyawan yang sudah datang. Kini mereka pun sudah berganti baju seragam dengan seragam kerjanya masing-masing.
Beana membuka pintu lokernya dan menaruh tas juga barang-barang bawaannya kedalam loker lalu menguncinya.
Gadis berjalan menuju pantry lalu dia pun melakukan pekerjaannya dengan sangat hati-hati.
Satu persatu piring yang kotor itupun di cucinya hingga semua piring juga alat-alat makan yang berada di dalam wastafel itu sudah tercuci bersih.
Gadis itupun tersenyum senang saat semuanya sudah selesai. Sambil menunggu seseorang membawakan alat-alat makan yang kotor Beana pun beristirahat.
Gadis itupun duduk di kursi yang di sediakan untuknya. Perlahan-lahan dia pun menikmati waktu santainya.
Dan tak lama seseorang sedang mendorong sebuah troli yang berisikan alat-alat makan yang kotor.
"Ana".
" Ini semua alat-alat makan yang kotor ".ucapnya sambil menunjuk sebuah troli.
" Iya Mas makasih ".
" Sama-sama tapi kalau lelah istirahat dulu jangan terburu-buru ".pesannya dan gadis itupun mengangguk.
" Saya tinggal ke depan dulu soalnya di luar lagi ramai".
"Iya Mas".
" Ingat kalau capek istirahat saja jangan memaksakan diri untuk melakukannya."katanya lalu laki-laki itupun pergi meninggalkan gadis itu melakukan pekerjaannya.
"Alhamdulilah tenyata Allah begitu baik karena dikelilingi oleh orang-orang yang baik-baik".ucapnya penuh syukur.
Ternyata di dalam kesusahan juga kesulitannya Allah mempermudah semua urusannya.
Beana melakukan pekerjaannya hingga tanpa terasa jam menunjukkan pukul empat sore waktunya untuk pulang.
__ADS_1
Sehabis mengganti seragam kerjanya gadis itupun kini bersiap-siap untuk pulang seseorang memanggilnya
"Ana kamu di panggil keruangan Bu Santi".kata Wita.
" Iya".jawab Beana lalu berjalan menuju ruangan Manager.
Sampailah gadis itupun di depan pintu lalu dia pun mengetuknya
Tok... tok.. tok
(Suara pintu di ketuk dari luar)
"Masuk".ucap seseorang dari dalam.
Gadis itupun masuk
" Maaf Bu, Ibu panggil saya?
"Iya.Duduklah".
Gadis itupun menurutinya dan kini dirinya sedang duduk berhadapan dan hanya di halangi oleh meja.
" Ini".katanya sambil memberikan sebuah amplop coklat.
"Ini apa Bu?
" Gaji kamu".
"Gaji saya?
" Iya.Khusus untuk gaji kamu saya yang handle karena saya memberikan uang kas sedang karyawan yang lain gaji mereka di transfer. "
"Terima kasih Bu".
" Iya. Hati-hati membawa uangnya jangan sampai hilang".pesannya.
"Baik bu. Saya permisi."
"Iya".
Dan gadis itupun keluar dari ruangan manager itu dengan hati bahagia.
__ADS_1
" Alhamdulillah akhirnya besok aku bisa melihat kamu lagi sayang ".ucapnya sambil mengusap-usap perutnya.
bersambung