Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
147


__ADS_3

Suasana di dalam ruangan VIP kini mendadak menjadi hening karena kedua orang yang berada di dalamnya mendadak terdiam. Beana melihat kearah sang Ayah yang kini dalam posisi duduk sambil menundukkan kepalanya hingga dia pun tidak sengaja melihat tetesan air dari wajah laki-laki itu.


Tanpa kata dia pun langsung bangun dari duduk nya lalu terdengar suara


Bruk


Wanita itu bersimpuh di kedua kaki laki-laki yang menjadi cinta pertamanya itu kini sedang menangis. Hatinya benar-benar merasa bersalah karena sudah membuat laki-laki itu hancur karena kesalahannya.


"Ayah".katanya sambil menangis dan memeluk kedua kaki Ayahnya dengan erat.


" Maafkan Ana Ayah, Ana sungguh-sungguh minta maaf karena kesalahan yang Ana lakukan. Ana tau perbuatan Ana ini tidak bisa di maafkan karena sudah membuat malu Ayah dan Ibu.Seandainya Ana bisa memutar waktu Ana pasti akan merubahnya. Tapi kenyataan nya itu tidak bisa Ana lakukan karena semuanya sudah jalannya jadi mau tak mau, siap tidak siap Ana harus menerimanya ".ucapnya sambil terisak dan membuat laki-laki yang masih terdiam karena menangis itupun akhirnya langsung menggenggam kedua tangan putrinya dengan rasa bersalah.


" Kamu tidak salah Ana jadi kamu tidak perlu untuk meminta maaf ".ujarnya sambil melihat wajah putrinya yang kini sedikit sembab karena menangis.


" Tapi perbuatan Ana telah membuat Ayah dan Ibu malu".


"Itu sudah takdir jadi sekarang jalani lah takdir yang sudah di gariskan oleh Allah untuk mu".nasehat Ayahnya dan wanita itu pun menganggukkan kepalanya tanda iya.

__ADS_1


Laki-laki itu lalu menyuruh putrinya untuk duduk lagi di sofa.


"Boleh Ayah menanyakan sesuatu sama kamu?tanyanya sambil melihat kearah putrinya yang kini sedang membersihkan air matanya dengan tisu.


"Tentu saja Ayah, memangnya Ayah ingin menanyakan apa?


" Kamu.. apakah kamu mencintai Ayah dari putrimu itu?tanyanya dan itu membuat wajah putrinya itu mendadak menjadi merah seperti kepiting rebus.


"Itu.. ".ucapnya terhenti di tenggorokan nya.


"Ayah minta kamu jawab dengan jujur Ana".


"Katakanlah Ayah tidak akan marah".ujarnya memberitahu.


Beana pun menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan nya pelan-pelan.Sungguh hanya dengan cara itu dirinya menetralisir keadaan hatinya yang kini dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.


Tanpa kata dia pun akhirnya menganggukkan kepalanya tanda iya dan laki-laki itupun akhirnya hanya bisa terdiam.

__ADS_1


"Ayah.Apakah Ayah tidak marah kepada Ana?Tanyanya saat melihat kearah Ayahnya yang masih terus saja terdiam dan itu membuat nya semakin merasakan auranya begitu takut jika dirinya melihat Ayahnya dalam keadaan marah.


Laki-laki langsung mengusap-usap kepala putrinya itu dengan sayang.


"Ternyata putri Ayah sudah besar ya".ucapnya sambil tersenyum dan membuat putrinya tiba -tiba menjadi bingung.


" Maksud Ayah? tanyanya ingin tau.


"Maksudnya adalah Beana putri kecil Ayah kini telah menjadi perempuan dewasa karena kamu sudah bisa mencintai lawan jenis mu.Keduanya pun mendadak hening kembali lalu laki-laki itupun berbicara kembali


" Maafkan Ayah Ana,karena Ayah pernah menganggap kalau kamu itu perempuan tidak normal.Ternyata Ayah salah karena putri Ayah adalah perempuan yang normal. Ayah kira si kutu buku tidak bisa jatuh cinta eh ternyata putri cantik Ayah kini sedang kasmaran ".ledeknya dan membuat laki-laki itupun akhirnya pun tertawa.


" Ayah ini aneh-aneh saja".


Laki-laki itupun terus tertawa dan itu membuat putrinya itupun tersenyum karena melihat laki-laki itu tersenyum.


"Ana senang melihat Ayah tersenyum!Terus tersenyum lah Ayah".doanya dalam hati

__ADS_1


bersambung


__ADS_2