Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
59


__ADS_3

Di tempat berbeda seorang wanita sedang membuka laci dan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya.


Tangannya terus saja mencari-cari dan akhirnya benda yang di carinya kini sudah di dapatkannya.


"Akhirnya ketemu juga".ujarnya sambil tersenyum lalu di bukalah sebuah album foto dengan cepat dan akhirnya wanita itupun menemukan sebuah foto bayi laki-laki.


" Aku bandingkan dulu foto ini sama foto bayinya Beana".ucapnya sambil meletakkan foto itu dan membuka handphonenya.


"Untung saja tadi aku sempat foto bayinya Beana".


Lalu dia pun mulai mendekatkan kedua foto itu dan dia pun terkejut melihatnya.


" Ini.Ini benar-benar tidak mungkin!Tapi keduanya benar-benar sangat mirip bagaikan pinang di belah dua".ucapnya sambil membekap mulutnya dengan kedua tangannya.


"Sungguh ini benar-benar membuatku semakin pusing.


Apakah ayah dari bayinya Beana adalah Sehan?


Kalau memang iya kenapa dia meninggalkan gadis itu sendirian!


Ataukah Sehan tidak mengetahui kalau gadisnya itu sedang hamil?


" Aah pusing, lebih baik besok aku ke rumah sakit dan mencari taunya langsung. Lebih baik sekarang aku istirahat ".katanya sambil melangkah mendekati tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya di atasnya dan tak lama wanita itupun langsung tertidur.


Di rumah sakit


Beana pun memejamkan matanya sejenak,ada rasa lelah dan juga rasa bahagia yang kini mengisi relung hatinya.Setelah selesai menyusui bayi mungil itupun langsung tertidur.


Wita pun mendekati ranjang di mana Beana kini sedang berbaring sambil terus memandangi wajah bayinya.


"Kamu ingin memberikan nama siapa? tanya Wita sambil mengusap-usap rambut bayi mungil itu.


" Samara."

__ADS_1


"Samara?


" Iya. Samara Izsa."


"Nama yang cantik terus nama panggilannya apa?tanyanya sambil terus melihat wajah bayi itu.


" Sam. Panggilannya Sam ".


" Sam


"Nama yang bagus. Panggilan nya?


" Sam.Panggilannya adalah Sam".


Wajah Beana tersenyum bahagia saat di usianya masih 16 tahun harus menjadi seorang Ibu.Ada rasa yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.Saat memikirkan nya tiba-tiba dirinya mengingat Ibunya dan wajahnya pun tiba-tiba berubah sedikit sendu.


Wita yang memperhatikan nya pun mendadak menjadi sedikit bingung melihat ekspresi dari raut wajah Ibu muda itu.


"Kamu kenapa Ana?tanyanya.


Setelah selesai dia pun kembali mendekati Beana sambil membawa segelas air putih untuk minum


"Ana.Ana".panggilnya.


Ibu muda itupun tersadar dari lamunannya


" Kamu kenapa? tanyanya dengan sedikit khawatir.


"Aku tidak apa-apa Mba".


" Syukurlah.Tadi kamu buat aku khawatir tau."


"Maaf".

__ADS_1


" Iya. Ini minumlah".katanya sambil memberikan segelas air minum.


Ibu muda itupun langsung menerimanya dan meminumnya hingga tandas tak tersisa.


"Makasih Mba".ucapnya sambil memberikan gelas kosong kepadanya.


" Sama-sama."ucapnya sambil menaruh gelas kosong itu di atas nakas lalu kembali duduk di dekat Beana.Ibu muda itupun langsung melihat nya.


"Aku kangen sama orang tua ku Mba.Aku ingin sekali menemui mereka tapi aku tidak bisa!


" Kenapa kamu tidak bisa menemui mereka?


"Ada satu hal yang membuat aku tidak bisa untuk menemui mereka sekarang.Aku benar-benar belum siap Untuk bertemu dengan mereka."


"Sampai kapan?


" Sampai aku siap untuk bertemu mereka ".ucapnya dan tanpa terasa dia pun menangis.


Wita pun langsung bangun dari duduk nya dan memeluknya.


" Aku ini anak yang durhaka kan Mba?tanyanya sambil terisak.


"Hus.Jangan bicara seperti itu".


" Tapi".ucapnya terhenti.


"Kamu baru habis melahirkan Ana jadi kamu tidak boleh berpikir macam-macam, berpikirlah yang positif-positif saja biar kamu tetap happy dan tidak jatuh sakit. Kalau sakit kasihan Sam.Ingat sekarang kamu punya Sam!Dia adalah tanggung jawab mu jadi tetaplah berpikir positif jangan yang negatif-negatif. Oke".ucap Wita memberikan nasehat.


Ibu muda itupun mengangguk.


"Istirahat lah".katanya dan lagi-lagi Ibu muda itupun mengangguk iya.


Wita melihat kearah Beana yang kini sudah tertidur, diapun menyelimutinya.

__ADS_1


" Aku tidak tau apa yang kamu pikirkan Ana tapi aku hanya berharap kamu akan baik-baik saja dan aku akan selalu ada untuk kamu".gumamnya dalam. hati.


bersambung


__ADS_2