
Azan subuh mulai terdengar, Beana pun akhirnya membuka kedua matanya ingin sekali dirinya tidur lagi tapi tidak bisa.
Entah mengapa?Mungkin karena dirinya sudah terbiasa bangun di waktu itu untuk melaksanakan sholat subuh.
Dia bangun dari tidurnya dan langsung duduk lalu dia pun melihat ke arah box bayinya. Perlahan-lahan dia turun dari tempat tidurnya dengan hati-hati dia pun mendekati box bayinya.
Di lihatlah sosok bayi mungilnya, bayinya masih tertidur lelap.
"Assalamualaikum anak Bunda".ucapnya sambil mengusap-usap pipi merahnya.
Bayinya hanya menggeliat sedikit dan tak lama bayinya kembali tertidur.
Karena bayinya masih tertidur diapun meninggalkan lalu masuk ke kamar mandi untuk mandi.
Suara gemercik air membuat seorang wanita yang sedang tertidur di sofa itupun menjadi terbangun.Dia melihat kearah ranjang dan dia tidak melihat sosok temannya di sana.
Dia pun bangun dari tidurnya dan melangkah menuju kamar mandi.
Tok... tok.. tok
(suara pintu di ketuk dari luar)
"Ana kamu di dalam?
" Iya Mba,aku lagi mandi".
"Kamu perlu bantuan ngga?
" Tidak Mba."
Lalu wanita itupun langsung melangkah mendekati box bayi.
Di lihatnya bayi perempuan itu masih tertidur lelap.
"Lucu banget sih kamu".
" Nanti kalau aku sudah nikah, aku mau punya bayi yang cantik seperti kamu".gumamnya dalam hati.
"Doain Aunty ya biar cepat dapat jodoh dengan laki-laki yang baik, soleh dan tentunya ganteng".
" Aamiin ".ucap Beana sambil mendekati keduanya.
__ADS_1
" Ana. Kamu sudah selesai mandinya?katanya dengan wajah sedikit malu karena sedang curhat dengan seorang bayi yang tidak tau apa-apa.
"Sudah dari tadi Mba".
" Apa sudah dari tadi. Jadi tadi kamu dengar apa yang aku ucapkan".
"Iya.Aku mendengarnya Mba".
" Ah.. aku jadi malu".
"Kenapa Mba malu, orang di sini hanya ada aku sama Sam tidak ada orang lain selain kita bertiga jadi santai aja".
" Iya juga ya".katanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Keduanya pun tersadar saat mendengar suara bayi menangis.
"Duh si cantik sudah bangun ya?katanya sambil menggendongnya dan membawanya ke tempat tidur untuk di susui.
" Sepertinya dia haus Ana".katanya saat melihat mulut bayi itu bergerak-gerak mencari sesuatu.
"Iya Mba." katanya sambil membuka kancing bajunya lalu bayi kecil itupun langsung menyedot sumber asinya.
"Aku tinggal dulu, aku mau ke kamar mandi ngga apa-apakan kalau aku tinggal?
"Oke.Aku tinggal dulu".
" Iya".
Beana melihat kearah bayinya yang menyedot asinya dengan sangat cepat dan terlihat begitu lucu.
"Pelan-pelan saja sayang tidak ada yang minta".ucapnya sambil mencium rambut hitamnya yang begitu lebat.
Beana melihat wajah bayinya sungguh wajahnya benar-benar mirip Ayahnya.
" Mengapa aku jadi tiba-tiba merindukannya?Tapi apakah laki-laki itu merindukan ku?
Pertanyaan -pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul di pikiran nya.
"Ana".panggil Wita tapi yang di panggil-panggil masih saja terdiam dan itu membuat wanita itupun langsung menepuk pundaknya sambil memanggil namanya.
" Ana. Ana".
__ADS_1
Ibu muda itupun langsung tersadar dari lamunannya.
"Ah iya Mba,ada apa?
" Kebiasaan deh kamu itu kalau di panggil pasti lagi melamun.
Memangnya kamu sedang memikirkan apa sih?tanyanya penasaran.
"Maaf Mba".
" Ana aku bilangin sama kamu ya, jangan kebanyakan melamun itu tidak baik jadi mulai sekarang stop untuk melamun. Oke".
"Iya Mba. Insya Allah".
" Nah gitu kamu harus merubahnya demi Sam".ucapnya dan Ibu muda itupun langsung menganggukkan kepalanya tanda iya.
"Ya sudah aku mau ke Mushola dulu untuk sholat subuh kan di sana ada mukenah soalnya aku todak bawa, tidak apa-apakan kalau kamu aku tinggal ke luar?
" Tidak apa-apa Mba".
"Oke.Nanti kamu mau sarapan apa biar sekalian aku beliin sehabis dari Mushola aku mau mampir ke kantin mau beli sarapan perut aku lapar".
"Bubur ayam aja Mba".
" Oke terus air minumnya apa?
"Teh manis hangat aja Mba".
" Ya sudah aku tinggal dulu ya.
Dadah Sam ponakan Aunty yang cantik, Aunty tinggal dulu ya".katanya sambil mengusap-usap pipi merahnya.
"Iya Aunty".kata Beana sambil menirukan suara seperti anak kecil.
" Assalamu'alaikum ".pamitnya.
" Waalaikumsalam".jawabnya sambil melihat sosok wanita itu keluar dan tidak terlihat lagi.
"Semoga kebaikan Mba Wita di balas oleh Allah SWT, Aamiin".
" Semoga aku kuat menjadi Ayah sekaligus Ibu untuk mu Nak".
__ADS_1
bersambung