Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
118


__ADS_3

Beana terkejut saat melihat laki-laki yang berdiri di hadapan nya itu adalah laki-laki yang pernah meninggalkan nya lima tahun lalu tanpa pamit dan kini laki-laki itu ada di hadapannya.


Beana melihat laki-laki yang masih berdiri di hadapan nya itu dan dia juga memperhatikannya.


Sungguh laki-laki itu sudah banyak berubah tubuhnya kini semakin tinggi dan atletis dengan warna kulitnya yang semakin putih itu membuat nya semakin terlihat begitu tampan di usia nya kini.


Wanita itu hanya terdiam tanpa terasa air matanya menetes di kedua pipinya.Tanpa kata dia pun langsung berlari menuju pintu untuk keluar dari apartemen.


Di saat tangannya sibuk untuk menekan nomor pin nya tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggang ramping nya dan dia merasakan seseorang memeluknya dari arah belakang.


"Be".panggilnya di samping telinganya dan membuat wanita itupun hanya bisa terdiam tanpa bergerak.


" Maaf".ucapnya sambil menjatuhkan kepala nya di bahu wanitanya.


Beana hanya terdiam dengan air mata yang terus saja menetes di kedua pipinya tanpa bisa di cegah.Entah kenapa tiba-tiba dirinya menangis apakah sekarang ini hati sedih atau kah sebaliknya. Hatinya benar-benar merasa bingung saat ini karena tiba-tiba laki-laki yang selama ini pergi meninggalkan nya kini sudah kembali.


Keduanya pun terdiam masih dalam posisi yang sama.


Perlahan-lahan tangan kanannya pun menghapus air matanya yang terus saja menetes.


lalu Beana pun mencoba untuk bergerak untuk melepaskan diri dari pelukan laki-laki itu tapi hasilnya tetap sama laki-laki itu malah semakin erat memeluk nya.


Dan akhirnya dengan terpaksa dia pun mulai berbicara

__ADS_1


"Lepaskan Ana kak".pintanya tapi laki-laki itu sama sekali tidak mendengarkan nya dan dia pun semakin memeluk erat tubuhnya.


" Kak Se.Kita bukan mahram jadi ".ucapannya terhenti saat laki-laki langsung memotong ucapannya.


" Aku tau".


"Kalau kakak tau mengapa tidak melepaskan Ana".protesnya sambil menghapus air matanya.


" Karena aku tidak ingin melepaskan mu".ucapnya.


Akhirnya Beana pun terdiam dan membiarkan laki-laki itu memeluk nya.Sungguh saat ini dia sangat membenci dirinya sendiri karena lagi-lagi tubuhnya tidak bisa menolak pelukan dari laki-laki itu tapi yang terjadi malah sebaliknya dia begitu menikmati pelukan laki-laki yang membuat hatinya penuh luka tapi jujur saja dari lubuk hatinya yang terdalam dirinya begitu sangat merindukan kehadirannya.


Sehan membalikkan tubuh wanitanya ke hadapan nya dan kini dia bisa melihat wajah cantik nya.Di usapnya pipi mulus wanitanya dan tangannya menyentuh bibir merah gadisnya dan membuat Beana merasa kan sesuatu di hatinya.


"Jangan pernah lakukan hal itu lagi.Kak Se harus ingat kita bukan mahram".protesnya dan membuat laki-laki itupun tersenyum.


" Kenapa Kakak tersenyum, kakak mau mengejek Ana? tanyanya dengan nada sedikit ketus.


"Be".


"Apa?


" Ya ampun Be jangan galak-galak dong sama kakak".

__ADS_1


"Biarin memang pantas mendapatkan nya".katanya masih dengan nada sedikit ketus dan membuat laki-laki itupun hanya terdiam.


" Kenapa kakak diam? Apa kakak tidak mulut atau kehabisan kata-kata untuk membela diri".


Laki-laki itu masih berdiri sambil pandangan matanya melihat ke arah wanitanya.


"Maafkan kakak Be".


Beana tersenyum untuk mengejek laki-laki yang masih berdiri di hadapan nya.


" Enak sekali kakak minta maaf setelah menghilang selama lima tahun, di kira kakak itu waktu yang singkat untukku?


Kakak mau tau jawabannya dan jawabannya itu adalah tidak".katanya sambil terus melihat kearah laki-laki yang berdiri itu dengan sorot mata penuh dengan kemarahan.


"Kak Se tau apa yang Ana alami setelah kakak meninggalkan Ana.Keadaan Ana sangat buruk karena hampir saja Ana bunuh diri".katanya dan membuat laki-laki itupun terkejut mendengar nya.


" Dan sekarang setelah Ana bisa hidup mandiri kakak pun datang, sungguh kamu benar-benar pintar Tuan muda."ucapnya dan membuat laki-laki itupun menelan saliva nya kembali.


"Sepertinya gadis polos ku ini sudah benar-benar sangat pintar berbicara, ternyata memang benar bahwa waktu akan mendewasakan kita".ucapnya dalam hati.


bersambung


"

__ADS_1


"


__ADS_2