Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
175


__ADS_3

Siang itu adalah hari yang sangat membahagiakan untuk seorang wanita separuh baya yang baru saja mengetahui kalau putra tunggalnya ternyata sudah menikah bahkan sudah memberikannya seorang cucu perempuan yang sama persis dengan wajah putranya versi perempuan.


Sekarang ini tinggallah Sehan dan Mamahnya yang sedang duduk bersantai di ruang tv sedangkan Beana kini sedang berada di kamar putrinya karena gadis kecil itu ingin tidur siang di temani.


Kembali ke ruangan tv di mana anak dan ibu itu sedang serius membicarakan sesuatu.


"Jadi apa rencana kamu selanjutnya Se?


Laki-laki itu terdiam sejenak


"Rencana Sehan adalah Sehan ingin Ana melanjutkan sekolah lagi".


" Apa sekolah?


"Iya Mah.Sehan hanya ingin Beana kembali melanjutkan sekolahnya yang pernah tertunda".


"Mau kamu daftarin ke sekolah ke SMA mana ke sekolah punya kita atau sekolah lain?


" Sehan tidak ingin Beana melanjutkan ke sekolah formal Mah".


"Maksudnya kamu mau Ana homeschooling?


Laki-laki itu menggelengkan kepala nya tanda tidak.


" Tidak, Sehan tidak ingin Beana homeschooling Mah,karena itu hanya membuat Ana akan merasa bosan terus menjadi stress karena terus terkurung di dalam rumah dan Sehan tidak menginginkan itu terjadi.Sehan hanya ingin memberi sedikit kebebasan untuk Ana mencapai semua cita-citanya yang pernah tertunda karena kejadian ini. Setelah masa mudanya sudah terenggut karena peristiwa itu. Sekarang ini Sehan hanya ingin Beana hidupnya bahagia dan tidak tertekan lagi."


" Ya Mamah tau itu, jika Mamah ada di posisi Ana mungkin Mamah tidak akan kuat untuk bertahan menghadapi kenyataan hidup,hamil di usia muda tanpa di dampingi oleh sosok seorang suami.Ah Mamah membayangkannya saja sudah sangat takut apalagi jika menjadi nyata.Jadi untuk itulah Mamah akan mendukung semua keputusan yang kamu ambil, apalagi semua menyangkut tentang Ana, Mamah yakin semua kamu pikirkan jauh -jauh hari. Iya kan?


"Apa yang Mamah katakan adalah benar."


"Coba sekarang kamu jelaskan kamu mau Ana itu mengikuti homeschooling atau apa?


"Sehan ingin Beana mengikuti bimbingan belajar saja Mah, untuk membantunya dalam mengingat semua pelajaran SMA yang sudah lama dirinya tidak pelajari dan setelah itu barulah Beana akan mengikuti ujian paket c".


Mamah nya pun manggut-manggut tanda mengerti.


"Apa kamu juga akan mendaftarkan Ana kuliah?


" Iya Mah".


"Mamah setuju, memang sudah seharusnya kamu melakukannya mengembalikan semua waktu yang telah Ana lewati sendirian dan kamu harus selalu ingat dan rekam di otak kamu itu agar jika Ana itu adalah wanita yang sudah banyak berkorban untuk mempertahankan putrimu,walaupun banyak orang-orang yang menghujat nya jadi pernah sekalipun kamu menyakiti nya".


" Iya Mah".


"Terus Kamu sudah mencarikan tempat bimbel yang cocok untuk Ana?


"Sudah Mah dan mulai minggu depan Beana akan memulai bimbelnya ".


Mamahnya terdiam dan itu membuatnya anak laki-laki nya bingung karena melihat Mamah nya seperti nya sedang memikirkan sesuatu


"Mamah kenapa?


"Se,Mamah hanya kepikiran dengan Samara".


" Kenapa dengan Samara?


"Mamah hanya sedang berpikir jika kamu kerja dan Ana juga akan mulai mengikuti bimbelnya lalu Samara sama siapa?


Laki-laki itupun tersenyum dan itu membuat ibunya menjadi bingung

__ADS_1


" Kok kamu malah tersenyum?


"Karena Sehan senang Mah".ucapnya dan wanita itupun semakin bertambah bingung mendengar perkataan putranya barusan


"Senang kenapa?


" Karena Mamah memikirkan anak kami dan Mamah juga sudah menerima putri Sehan.Terima kasih Mah".


Ibunya tersenyum


"Iya.Tapi jawab dulu pertanyaan Mamah tadi Samara sama siapa kalau kalian berdua tidak ada?


" Samara akan kami titipkan sama kak Santi".


"Santi".


" Iya kak Santi".


"Memangnya Samara mau kalau di titipkan sama Santi?


" Tentu saja Mah,kak Santi kan adalah orang yang selama ini menjaga Ana dan Samara."


"Benarkah?


" Itu faktanya Mah."


"Kalau begitu Mamah akan mengucapkan terimakasih kepadanya nanti.Tapi Mamah hanya sekedar kasih saran sama kamu Se bagaimana kalau Mamah saja yang menjaga Samara selama kalian berdua tidak ada di rumah. Mamah bisa kon mengurus dan menjaga Samara".kata Mamah nya memberinya saran


" Tidak bisa Mah".tolaknya.


"Loh memangnya kenapa?Mamah ini Omanya jadi tidak ada yang salah kan jika Mamah ikut menjaganya juga".


"Iya Sehan tau Mah niat Mamah baik tapi Sehan takut ketahuan sama Papah.Jujur saja Sehan masih kecewa dan ingin tau saja usaha Papah untuk memperbaikinya".


"Nah itu Mamah sudah ingat".


"Lalu kalau tiba-tiba Mamah kangen sama Samara bagaimana?


" Mamah bisa datang ke restoran tempat kak Santi kerja kan Aranya kami titipkan di sana ".


Ibunya langsung tersenyum lebar


" Baiklah Mamah setuju".


" Tapi ingat ya Mah jika mau bertemu dengan Samara Mamah harus mencari alasan yang paling logis biar bisa lolos dari interogasi Papah ".


" Tentu saja itu adalah keahlian Mamah ".jawabnya senang.


" Mamah hebat".


"Mamah siapa dulu".


"Mamah nya Sehan".


Dan keduanya pun tertawa.Hingga tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 3 sore


" Mamah tidak pulang?Sebentar lagi Papah pulang kerja nanti Papah nyariin Mamah loh"


Wanita itupun langsung melihat jam yang melingkar di tangan kanannya di sana terlihat jam sudah menunjukkan pukul 3 sore lalu dia pun melihat ke arah tangga dan Sehan pun memperhatikan nya

__ADS_1


"Mamah mau nunggu Samara bangun dulu setelah itu baru Mamah pulang".


"Mamah bisa lihat Ara di kamarnya Mah".


" Tapi Mamah takut mengganggu Samara jika dia masih tidur".


"Lihat nya dari jauh saja Mah".


" Tapi".


"Sudah ayo Sehan antarkan ke kamarnya".ucapnya sambil menarik tangan kanan ibunya sehingga wanita itupun langsung mengikutinya.


Pelan-pelan laki-laki itupun membuka pintu kamar putri nya


Ceklek


Pintu pun terbuka terlihatlah seseorang yang kini masih tertidur di atas tempat tidur.


Pelan-pelan keduanya pun berjalan menuju tempat tidur.


"Kalau tidur seperti ini Mamah jadi mengingat kamu sewaktu kecil dulu. Dulu waktu kamu masih kecil tidurnya sama persis seperti Samara".ucap nya sambil tersenyum lebar.


" Benarkah?


"Iya, masa Mamah bohong".


Keduanya pun hanya terdiam lalu melangkah keluar dari kamar itu.


Setibanya di luar keduanya langsung turun ke bawah dan menemukan Beana yang sedang merapihkan mainan putrinya.


"Benar-benar menantu idaman".ucap ibu Sehan dalam hati.


" Be".panggil suaminya dan seketika wanita yang sedang sibuk merapihkan mainan itupun langsung melihat ke arah nya.


"Iya kak".


" Mamah mau pamit pulang ".katanya dan Beana pun langsung berjalan mendekat ke arah keduanya.


" Mamah mau pulang?tanyanya sesudah sampai.


"Iya sayang takut Papah curiga nanti karena Mamah belum pulang-pulang".jawabnya sambil mengambil tasnya yang berada di atas sofa Beana hanya manggut-manggut tanda mengerti.Lalu wanita separuh baya itupun berjalan keluar dari apartemen.


"Mamah pulang dulu ya, kapan-kapan kita masak bareng".


"Iya.Ana tunggu".ucapnya sambil mengulurkan tangan kanannya untuk salim dan wanita itupun langsung menyambutnya.


" Assalamualaikum ".pamitnya


" Waalaikumsalam ".jawab keduanya.


Pasutri itupun kembali masuk kedalam apartemen.


"Bagaimana Mamah ku?tanyanya setelah keduanya duduk di kursi pantry.


Beana tersenyum


" Mamah kakak baik,Ana suka".


"Syukurlah".

__ADS_1


" Mudah-mudahan Papahnya kakak juga baik ya, seperti Mamah kakak ".kata Beana lagi dan itu membuat laki-laki yang menjadi suaminya itu hanya terdiam karena dirinya benar-benar tidak tau harus menjawab apa karena hati Papahnya itu benar-benar sangat keras.


bersambung


__ADS_2