Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
74


__ADS_3

Setelah dua hari menjalani perawatan di rumah sakit akhirnya Samara gadis kecilnya pun kini sudah di perbolehkan pulang setelah Dokter melihat catatan medisnya yang sudah baik lalu Dokter itupun menyatakan kalau Samara kini sudah sembuh sehingga dan sudah perbolehkan untuk pulang.


Sampailah kini Ibu muda dan gadis kecilnya kini sudah berada di rumah.Pelan-pelan Beana menurunkan putri kecilnya dari gendongannya dan dia pun langsung membaringkan putri kecilnya di atas tempat tidur dan menyelimuti nya.Dia pun melihatnya ternyata putrinya masih tertidur dn tidak merasa terganggu saat dirinya menurunkannya dari gendongannya.


"Tidurnya sama seperti diriku saja".gumamnya dalam hati.


Beana melangkah keluar dari dalam kamar menuju ruang tamu dimana Ibu pemilik kontrakan kini sedang menaruh beberapa paperback di atas nakas.


"Sam masih tidur?


" Iya Bu."


"Terima kasih Bu".


Wanita itupun melihat kearah nya lalu tersenyum


" Tidak usah berterima kasih, Ibu sudah menganggap kamu seperti anak Ibu sendiri. Terus terang saya merasakan begitu bahagia saat bersama dengan Sam.Sam itu gadis kecil yang sangat menggemaskan dan membuat Ibu berasa kembali mempunyai anak kecil lagi ".ucapnya sambil menggenggam kedua tangan Beana.


" Terima kasih sudah memberikan Bapak dan Ibu kesempatan untuk merawat SamSam, padahal kami tau kami ini bukan siapa-siapa kamu tapi kamu memberikan kesempatan itu. Terima kasih ".ucapnya tulus.


Beana pun mengangguk iya.


Obrolan mereka pun terhenti saat Sam memanggilnya


" Bunda".panggilnya.


"Sam.Maaf Bu saya tinggal dulu".


" Iya. "


Beana pun masuk ke dalam kamarnya dan melihat gadis kecil nya kini sedang duduk sambil memeluk bantal guling nya.


"Princess Bunda sudah bangun? tanya nya sambil duduk di ranjang dekat dengan putrinya.


" Iya perut Sam lapar Bun".ucap nya polos.


"Oh jadi putri Bunda yang cantik ini lapar ya".ucapnya sambil mengusap-usap rambut panjang putrinya itu dengan lembut.


" Iya Bun, sepertinya cacing-cacing di perut Sam sedang berdemo untuk meminta makan".


"Kamu itu ada-ada saja.Ya sudah sekarang Sam mau makan apa biar Bunda masakin dulu".


"Sam mau makan sup ayam Bun".


" Oke, Bunda akan buatkan tapi Sam harus sabar menunggu tenang saja prosesnya ngga akan lama kok".

__ADS_1


"Iya Bunda. Sam akan tunggu kok".


" Baiklah selama Sam menunggu Bunda masakin sup nya Sam ngemil ini saja dulu ya".katanya sambil memberikan sebungkus biscuit gandum.


Gadis kecil itu pun menerima nya dan langsung membukanya dan memakannya.


"Hem... biscuit ini enak. Terima kasih Bunda".


" Sama-sama sayang. Bunda tinggal dulu ya".ucapnya dan gadis kecil itupun mengangguk iya.


Di tempat berbeda.


Di sebuah ruangan di salah satu kafe seseorang kini sedang duduk sambil memainkan ponsel nya hingga sesaat dia pun berhenti memainkan ponsel nya saat seseorang kini sedang berdiri di dekat meja nya.


"Maaf telat".ucapnya.


" Hem...duduklah ".


"Udah pesan?tanyanya saat melihat di atas meja mereka sama sekali tidak ada makanan.


" Belum".


"Aku pesan dulu".ucapnya sambil memanggil waitress, laki-laki itupun hanya mengangguk.


" Kenapa sih harus ketemuan di luar kan ketemuan di restoran juga bisa".protesnya.


"Aku habis dari luar kak".


Lalu wanita itupun langsung melihat penampilan adiknya itu dan dia pun mengerti


" Kamu habis menemuinya?


"Iya".


"Apa dia tau kalau kamu menemuinya?


" Tidak".


"Kamu menyamar lagi?


" Iya, mau bagaimana lagi. Aku belum bisa terang-terangan menemuinya ".


" Kamu masih takut atau apa?


"Aku masih perlu waktu".

__ADS_1


"Sampai kapan Se?Sampai kapan kamu akan seperti ini?Kamu tidak kasihan sama status Samara?Apa kamu tidak menginginkan Samara dan juga Beana untuk menjadi bagian hidupmu?


Sehan menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya pelan-pelan.


"Aku sudah memikirkan nya dan secepatnya aku akan bertanggung jawab untuk menikahinya tapi sekarang ini aku akan menyelesaikan beberapa masalah dan aku harus menyelesaikannya terlebih dahulu".


"Masalah apa?


"Lebih baik kakak tidak usah tau".ucapnya sambil menyeruput kopi susunya.


" Ah kau ini, pelit sekali untuk berbagi cerita".ucapnya kesal.


"Ngga usah kesal nanti aku transfer uang untuk kakak shoping dan juga bonusnya".


"Wow beneran? tanya nya tidak percaya.


" Benar kak. Itu sebagai hadiah karena sudah menjaga Beana dan Samara ".


" Makasih".


Dan kini keduanya pun menikmati makanan dan minuman yang mereka pesan.


"Mulai besok aku akan sering datang ke restoran".ucapnya setelah selesai makan.


" Kau mau menggantikan posisi ku?


"Tentu saja tidak.Aku kesana karena mempunyai misi".


" Alah kamu itu ngomongin misi-misi segala Se. Bilang aja mau deketin Beana kan gitu aja kok ribet benar bahasa mu".


Laki-laki itupun tertawa sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Kakak tau aja. Aku jadi malu".ucapnya laki-laki itu sambil tertunduk malu.


"Ciee ternyata si kulkas bisa malu juga".ledeknya.


"Aku pergi dulu".katanya sambil berjalan meninggalkan kafe.


" Hey Se terus yang bayar siapa?tanyanya setengah berteriak.


"Kakak Santi lah yang bayar".jawabnya.


" Dasar adik nyebelin".gerutunya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2