
Di dalam ruangan CEO seseorang sedang memperhatikan handphonenya di mana di dalamnya terlihat sedang tertidur dengan lelapnya.
"Kenapa kamu dari tadi belum bangun-bangun sih?
Apa mungkin kamu kurang tidur karena kelelahan menjaga putri kita?
Maafkan aku karena membuat mu mengurus putri kita sendirian?
Semua pertanyaan itu tiba-tiba saja terlintas di dalam pikiran nya, berbagai pertanyaan negatif serta positif pun kini terus saja berkeliaran di otaknya.
Sungguh aku merasa sangat berdosa karena membiarkan kalian hanya hidup berdua." ungkap nya menyesal dalam hati.
Dan tak lama kegelisahan sedari tadi menyelimuti nya pun mendadak sirna karena seseorang yang sedari tadi membuat nya gelisah kini sudah mulai terbangun dan laki-laki itu pun tersenyum saat melihat ada pergerakan darinya.
"Akhirnya kamu bangun juga".ucapnya senang sambil terus saja memantau nya dari CCTV yang terhubung langsung ke handphone nya.
Sementara di apartemen.
Beana terbangun saat mendengar suara handphonenya berbunyi, perlahan-lahan dia pun membuka kedua matanya dan mengambil handphonenya yang terus berbunyi.
Dia pun melihat nya ternyata itu suara alarm menandakan waktunya sholat zuhur, dia sengaja membuat alarm sebelum tidur tadi.
__ADS_1
"Ternyata aku benar-benar mengantuk tadi, untung saja aku buat alarm tadi jika tidak pasti aku bablas tidur." ucapnya sambil menurunkan kedua kakinya ke lantai.
"Lebih baik aku sholat dulu sebelum mengerjakan pekerjaan rumah".ucapnya sambil membuka kerudung nya dan menaruhnya di tempat tidur lalu dia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berwudhu.
Gadis itu tidak tau kalau semua pergerakannya telah di pantau seseorang dari jarak jauh.
Laki-laki itupun tersenyum
" Ini kedua kalinya aku melihat nya tanpa memakai hijabnya dan yang pertama adalah saat di hotel, pada saat pertama kalinya aku telah mengambil paksa kesuciannya".ujarnya dalam hati.
Sementara seseorang yang memantaunya itu kini sedang dilema berbanding terbalik dengan Beana,wanita itu kini sedang melaksanakan sholat zuhur karena kini dirinya sudah membawa perlengkapan sholat selama dia bekerja dan sengaja menyimpan untuk sholat di sana.
Selesai mengerjakan sholat wanita itupun kembali merapihkan peralatan sholat dan menaruh nya di tempat tidurnya, dia pun mulai melakukan tugasnya mengerjakan tugas-tugas nya yang belum di kerjakan.
Laki-laki itupun tersenyum-senyum saat melihat gadis polosnya bisa kini bisa melakukan semua pekerjaan rumah tangga dengan begitu cekatan dan dia saat laki-laki itu sedang bahagia seseorang kini sedang memerhatikan nya.
"Hem".seseorang berdehem dan membuat laki-laki yang sibuk dengan handphonenya itupun melihat nya.
Di hadapan nya berdiri seseorang dengan raut wajah yang terlihat sedang menahan amarahnya.
" Jadi begini kelakuan mu?
__ADS_1
"Apa maksud Papah?tanyanya tidak mengerti.
" Kau tidak mengerti apa yang baru saja aku ucapkan?
Laki-laki muda itupun menggeleng-gelengkan kepala nya tanda tidak mengerti apa yang di ucap oleh laki-laki yang di sebutnya Papah itu.
"Jadi kau tidak tau apa kesalahan mu?
" Aku memang benar-benar tidak mengetahui apa kesalahan ku jadi lebih Papah langsung saja katakan apa kesalahan ku ngga usah muter-muter ngomong karena aku mau bersiap-siap intuk pulang ".ucapnya dengan wajah datarnya.
Laki-laki tua itupun melemparkan sebuah berkas di atas meja kerja anak laki-lakinya.
"Papah mau kamu serius bekerja di kantor Papah dan jangan membuat Papah perusahaan Papah ini merugi kamu tau kan apa yang akan terjadi perusahaan ini akan bangkrut hanya karena kamu yang bertindak semaunya".
Pemuda itupun bangun dari duduknya lalu berjalan mendekati Papahnya yang masih berdiri di depan meja kerjanya.
" Aku tidak akan membuat Anda rugi Tuan hanya karena kesalahan kecil yang aku perbuat tapi Anda jangan pernah lupa dengan kesalahan yang Anda perbuat kepada ku lima tahun lalu telah membuat ku kecewa dan rasa kecewanya itu masih ada di sini".katanya sambil memegangi dadanya dan membuat laki-laki itupun hanya bisa terdiam.
"Aku pulang".ucapnya sambil mengambil berkas yang di lempar Papahnya diatas meja lalu berjalan keluar dari ruangan nya dengan hati yang sedikit kesal saat laki-laki yang menjadi Papah nya itu kembali menyalahkan nya.
"Masih saja sama, tidak berubah,selalu saja egois".gerutunya dalam hati.
__ADS_1
bersambung