Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
36


__ADS_3

flashback on


Beana berdiri di depan sebuah bangunan,di mana di dalam bangunan tersebut sudah terlihat begitu banyak orang yang sedang berlalu lalang ataupun sedang duduk menunggu giliran nama mereka untuk di panggil sesuai nomor antrian.


Dengan langkah pelan gadis itupun ikut berjalan memasuki bangunan itu.


Setelah mengantri untuk mendaftar kini gadis itu sudah duduk di depan sebuah ruangan yang bertuliskan poli kandungan.


Ada sedikit rasa takut menghinggapi relung hatinya.Sebentar lagi dirinya akan melihat calon bayinya, bayi yang tidak pernah di harapkan nya.


Gadis itu terdiam di tempat duduknya sambil melihat wanita-wanita yang sedang menunggu dengan di temani oleh pasangan mereka masing-masing.


Ada sedikit rasa nyeri di hatinya melihat nya, bohong kalau dirinya tidak merasakan iri melihat pasangan, pasangan itu.


"Seandainya kak Sehan ada di sini pasti sekarang aku akan menjadi wanita yang paling berbahagia tapi kenyataan nya malah sebaliknya".gumamnya dalam hati.


Gadis itu *******-***** rok panjangnya itu dengan erat,hal itu dirinya lakukan untuk menghindari rasa gugup yang tiba-tiba datang.


Tidak lama namanya pun di panggil.


"Beana Setiawan".namanya di panggil oleh seorang perawat di depan pintu ruang praktek Dokter kandungan.


Gadis itupun berdiri dan melangkah mendekati pintu lalu gadis itupun masuk ke dalam ruangan itu.


Keringat dingin mulai keluar karena kini dirinya benar-benar gugup.


Dokter yang bertugas pun tersenyum kepadanya, kebetulan Dokter yang bertugasnya adalah Dokter perempuan.


" Silahkan duduk".ucapnya ramah.

__ADS_1


Gadis itupun duduk dengan hati yang benar-benar sangat gugup.


"Kenalkan nama saya Lily".katanya memperkenalkan dirinya.


Beana pun melihat kearah Dokter kandungan itu lalu dia pun berkata


" Salam kenal Dok, saya Beana".


"Salam kenal juga.Boleh tau apa keluhan Anda?


" Saya.... ".ucapnya terhenti dirinya bingung harus mengatakan apa karena ini adalah pertama kalinya dirinya harus memasuki ruangan ini.


Wanita yang bergelar Dokter kandungan itupun akhirnya mengerti dengan apa yang sedang di alami oleh pasien yang sedang duduk di depannya.


"Maaf boleh saya tau apa tujuan anda masuk ke sini?


" Ya sudah kita langsung periksa saja."ucapnya sambil menyuruh gadis itu agar berbaring di atas ranjang dan dia pun langsung memeriksanya.


Tubuh gadis itupun kini sudah berbaring di atas ranjang. Dokter kini sudah bersiap untuk melakukan USG untuk memeriksa bagian perut gadis itu.


Setelah perawat mengoleskan jel nya pemeriksaaan pun di mulaii.


Pertama-pertama Dokter itu memutar-putar alat USG itu untuk mencari letak kantung janin hingga tiba-tiba terlihat dalam sebuah monitor sebuah gambar yang menunjukkan titik hitam sangat kecil.


"Lihatlah ini calon bayi anda".ucapnya masih terus memantau dari layar USG itu.


Gadis itu pun tiba-tiba meneteskan air matanya ada perasaan bersalah yang tiba-tiba hinggap di relung hatinya karena terbesit dalam hatinya untuk menggugurkan kandungannya.


" Umurnya baru enam minggu. Masih terlihat kecil sih tapi pertumbuhannya cukup bagus karena janin Anda sangat sehat dan juga kuat."Dokter itupun menerangkannya.

__ADS_1


Gadis masih terdiam, dirinya masih larut dengan pikiran nya sendiri.


"Anda tau, banyak sekali orang-orang di luar sana yang mengharapkan kehadiran buah hati hingga mereka melakukan berbagai macam cara agar segera bisa mendapatkan keturunan".ucapnya sambil melihat gadis itu.


" Saya datang kesini sebenarnya untuk aborsi tapi setelah melihat ada mahluk yang sangat kecil di dalam rahim saya, saya merasakan hati saya tidak tega jika saya membunuh bayi yang tidak berdosa ini Dok.Saya benar-benar menyesal Dok karena sudah mempunyai niat untuk Aborsi ".


Dokter kandungan itupun tersenyum.


"Tidak apa-apa saya mengerti.Inilah bahwa Allah masih memberikan kepercayaan nya kepada Anda agar bisa menerima titipan darinya untuk Anda jaga.Percayalah anak ini akan membawa Anda pada kebahagiaan".


" Tapi umur saya baru 16 tahun Dok apa tidak akan berisiko karena hamil di usia yang masih muda?


"Insya Allah semuanya akan baik-baik saja".


Gadis itupun tersenyum.


" Terima kasih Dok".


"Sama-sama".


Flashback off


Sejenak gadis itupun teringat sebelum dirinya pulang ke Bogor untuk menemui kedua orang tuanya.


Di simpanlah foto USG itu.


Maafkan Bunda sayang karena sebelumnya Bunda menolak kehadiran mu".ucapnya sambil mengusap-usap perutnya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2