
Beana berjalan menuju tempat kerjanya.Dari jauh seseorang sedang memperhatikannya.
"Gadis itu benar-benar keras kepala, bukannya mengambil cuti ini malah masih terus saja berkerja".gerutunya.
Wanita masih terus melihat Beana bekerja, entah mengapa dirinya begitu suka melihat gadis itu.Memang dia akui semenjak gadis itu bekerja di Restoran yang di pimpinannya, Restoran ini semakin banyak pengunjungnya.Mungkin bayi yang di kandung gadis itu membawa berkah.
Di saat wanita itu masih sibuk dengan pikirannya tiba-tiba saja dia melihat gadis itu seperti nya mulai tidak terlihat kelelahan,itu terlihat saat gadis itu langsung duduk di kursi yang di sediakan untuknya.
Teman-temannya begitu baik mereka membelikan kursi untuknya dengan cara patungan.
"Seperti nya aku harus segera bertindak".ucapnya sambil berjalan menaiki tangga dan sebelumnya dia meminta seseorang untuk memanggil Beana untuk ke ruangannya.
Tok... tok.. tok
(suara pintu di ketuk dari luar)
" Masuk ".ucap seseorang dari dalam.
Pintu pun di buka terlihat seorang gadis berhijab sedang berdiri dengan perut besarnya.
" Masuk dan duduklah".perintahnya dan gadis itupun menurutinya untuk duduk di kursi tepat di hadapan wanita itu.
"Ini".ucapnya sambil menyerahkan sebuah amplop coklat ke arah Beana.
" Ini apa Bu?
"Amplop itu berisikan uang dan itu uang itu untuk kamu".
"Ibu pecat saya? tanya gadis itu dengan wajah terlihat sedih.
Wanita itu menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan nya pelan-pelan.
" Saya tidak pecat kamu. Uang ini adalah uang pribadi saya untuk persiapan lahiran kamu".
Gadis itu mendongakkan kepalanya melihat wanita yang berada di hadapannya.
"Jadi saya tidak dipecat Bu?
" Tentu saja tidak karena saya puas dengan kerja kamu semua kerjaan kamu benar-benar bersih dan saya begitu bangga sama kamu".
"Alhamdulillah.Saya kira saya di pecat Bu, jujur tadi saya sangat ketakutan sekali".
" Maaf, kalau saya tadi membuat kamu takut tapi lebih baik kamu tidak usah bekerja dulu. Ambil cuti kan kehamilan kamu sudah 9 bulan sebentar lagi kamu akan melahirkan jadi untuk berjaga-jaga lebih baik kamu istirahat di rumah.Dan kamu tenang saja setelah kamu melahirkan nanti kamu masih bisa berkerja di sini ".
Gadis itu tersenyum dengan wajah sangat bahagia.
"Terima kasih Bu".
__ADS_1
" Sama-sama Ana".
"Kalau begitu uang ini saya terima ya Bu.Alhamdulillah ini rejeki anak saya".
" Iya ".
" Saya permisi Bu".ucapnya sambil berdiri dan wanita itupun menganggukkan kepalanya lalu gadis itu pun berjalan ke arah pintu.Tapi langkah nya terhenti saat wanita yang menjadi Bosnya itu memanggilnya.
"Ana tunggu sebentar".
Gadis itupun berhenti dan sedikit merasa bingung saat Bosnya itu memanggilnya.
" Ada apa Bu?
"Rok kamu kok basah?ucapnya dan membuat gadis itu memegangi roknya yang basah.
" Kamu pipis? tanya Bosnya.
Wanita menggelengkan kepalanya tanda tidak.
"Saya tidak pipis Bu dan saya tidak tau kenapa Rok saya basah".
Tanpa berpikir lama Bosnya langsung cepat mengambil kunci mobil di laci meja kerjanya.
" Ayo ikut saya".katanya sambil menggandeng tangan Beana.
" Kita ke rumah sakit".
"Ke.. ke rumah sakit?Untuk apa Bu?
Langkah wanita itupun berhenti.
" Beana dengarkan saya,mungkin sebentar lagi kamu akan segera melahirkan karena saya rasa rok kamu basah itu karena terkena air ketuban.Air ketuban di kandungan kamu sudah pecah itu yang saya tau.Jadi menurut lah sekarang jangan terlalu banyak tanya oke".
Gadis itupun mengangguk tanda iya.
Keduanya kembali berjalan dan saat bertemu dengan Wita wanita itu meminta kepadanya untuk membawakan tas gadis itu.
Hingga kini mobil yang membawa Beana sudah memasuki halaman rumah sakit dan Beana langsung mendapatkan penanganan medis.
Ternyata apa yang di katakan oleh Bosnya itu adalah kebenaran, sekarang dirinya sedang berada di ruang bersalin.
Hasil pemeriksaan Dokter bahwa dirinya akan segera melahirkan karena pembukaan sudah sempurna.
Dan tak lama terdengar suara tangisan bayi
Oek.... oek... oek
__ADS_1
Beana mendengar suar tangisan bayinya.
Dokter menghampiri nya dan meletakan bayi merah itu di dada nya.
"Selamat Bu, bayi anda perempuan sangat cantik".kata Dokter.
"Alhamdulillah.Terima kasih Dok".
" Sama-sama Bu.Bayinya akan kami bersihkan ya Bu".
Beana menganggukkan kepalanya iya.
Setelah itu beana di pindahkan ke ruang perawatan.
Ceklek
(Suara pintu di buka)
Seorang wanita mendekati nya dan tersenyum kepadanya.
"Selamat ya Ana, namun sekarang sudah menjadi seorang Ibu".
" Terima kasih Bu.Terima kasih karena sudah membawa saya kesini".
"Sama-sama".
Seorang perawat mendorong ranjang bayi ke dekat ibi muda itu.
" Ibu ini bayinya".
"Terima kasih sus".
" Saya permisi ".
" Iya".
Setelah suster itu pergi.
"Ana boleh saya gendong bayi kamu?
" Boleh Bu".
Akhirnya wanita itupun menggendong bayi merah itu dan dia pun hampir terkejut saat melihat wajah bayi merah itu.
"Wajahnya, kenapa mirip sekali dengan seseorang yang aku kenal?Apa mungkin Ayah bayi ini adalah dia?Kalau memang dia aku harus segera mencari tau".katanya dalam hati.
bersambung
__ADS_1