Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
61


__ADS_3

Di saat Beana sedang menyusui terdengar suara pintu di ketok dari luar


Tok... tok.. tok(suara pintu di ketuk dari luar)


"Permisi Bu,saya mau izin untuk membersihkan ruangan ini".kata seorang wanita petugas kebersihan.


" Iya Mba silahkan ".jawabnya.


Petugas itupun langsung melakukan tugasnya, tangannya begitu cekatan saat mengepel sepertinya wanita itu sudah terbiasa melakukan nya.


Setelah selesai membersihkan petugas itupun langsung keluar dari ruangan itu.


Kini tinggallah hanya mereka berdua, hingga seorang perawat masuk ke dalam ruangan itu untuk membawa bayinya untuk di mandikan dulu setelah habis mandi barulah bayinya akan di bawa ke ruangannya lagi.


Tak lama Wita pun kembali dengan membawa sesuatu dai tangannya.


Wanita itupun tersenyum


"Maaf ya agak lama".katanya sambil meletakkan sebuah kantong kresek di atas meja.


"Iya Mba tidak apa-apa".


Dia pun berdiri sambil mencari sesuatu.


" Kenapa Mba?


"Aku merasa sepertinya ada yang hilang gitu tapi apa aku juga tidak tau".


"Coba Mba lebih tenang dulu lalu fokus biar Mba bisa ingat apa kira-kira hilang itu".


Wanita itupun menurutinya, diapun terdiam sejenak


" Ah iya aku ingat ".katanya senang.


" Apa itu Mba? tanyanya sambil memakan bubur ayamnya.


"Samara,kok Samara ngga ada? Samara kemana?


Beana pun tersenyum


" Sam di perawat tadi mau di mandikan dulu nanti baru di bawa ke sini lagi."


" Oh gitu, aku kira Samara kemana ".

__ADS_1


Keduanya pun kembali memakan sarapannya itu tanpa bicara.Hingga makanan mereka habis barulah keduanya pun mengobrol lagi.


" Apa aku bisa pulang hari ini Mba?


"Nanti Dokter datang kita tanyakan, apakah kamu sudah bisa pulang atau belum. Sabar ya".


Beana pun menganggukkan kepalanya tanda iya.


Tak lama terdengar suara pintu di buka dari luar dan tampaklah seorang wanita sedang berjalan memasuki ruangan.


" Assalamualaikum ".sapanya.


" Waalaikumsalam ".jawab keduanya berbarengan.


"Sarapan Bu".kata Beana.


"Saya sudah sarapan jadi lanjutkan saja".


Keduanya pun langsung melanjutkan sarapan mereka hingga selesai.


"Maaf ya saya pagi-pagi sudah menjenguk ".ucapnya sedikit merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa Bu santai saja".kata Wita.


" Duduk Bu".ucapnya kepada wanita yang menjadi Bosnya itu.


Wanita itu pun menurut.


"Ana".panggilnya.


" Saya Bu".jawabnya.


"Boleh saya tau sebelum kamu kerja di tempat saya apakah kamu pernah bersekolah?


Ibu muda itupun menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya pelan-pelan.


" Maaf Ana jika pertanyaan saya membuat kamu merasa tidak nyaman, saya hanya mau tau saja tidak ada maksud apa-apa".ucapnya.


"Tidak apa-apa Bu,saya paham kok.Saya akan menjawab pertanyaan dari Ibu.


Sebelum saya bekerja di sini saya ini seorang pelajar, saya pernah bersekolah di Sekolah High School. Saya bisa bersekolah di sana karena mendapat beasiswa.Saya terpaksa keluar dari sana karena beasiswa saya di putuskan secara sepihak oleh pihak yayasan. Jujur saya bingung waktu itu apakah harus melanjutkan sekolah saya atau tidak. Kalau melanjutkan nya tentu saya harus membayar dan bayaran di sekolah itu sangat mahal jadi saya putuskan untuk berhenti.Dan alasan lainnya adalah pasti Ibu tau apa yang terjadi sama saya".


Wanita itupun mendadak terdiam.

__ADS_1


"High School itukan sekolahnya Sehan. Apa mungkin Beana hamil anaknya Sehan? tanyanya dalam hati.


" Bu Santi".panggilnya saat melihat wanita hanya terdiam saja.


"Ah iya. Maaf saya melamun tadi".


" Tidak apa-apa".


"Boleh tau berapa lama kamu sekolah di sana?tanyanya ingin tau.


" Hampir tiga bulan lebih Bu".


"Tiga bulan berarti benar dugaanku pasti gadis ini dihamili sama Sehan. Dasar adik kurang ajar awas saja jika nanti kamu pulang aku akan membuat perhitungan sama kamu".ucapnya dalam hati.


Pembicaraan keduanya pun berhenti saat seorang Dokter dan beberapa perawat datang untuk memeriksanya.


Hasil pemeriksaannya bagus jadi Dokter sudah memberi izin untuk bisa pulang.


"Ana aku keluar dulu untuk mengurus administrasi kamu".


" Tidak usah Wita,kamu di sini saja temani Ana biar saya yang mengurus nya".


Wanita itupun mengangguk


"Terima kasih Bu".ucap Beana.


" Iya. Saya tinggal dulu".katanya sambil melangkah keluar ruangan itu.


Selepas wanita itu pergi.


"Bu Santi baik banget ya Mba".


" Iya. Dia memang bos yang sangat baik kepada semua karyawan ".


" Aku merasa tidak enak Mba karena sudah merepotkan nya ".


"Iya aku tau tapi lebih baik sekarang ini kita berkemas".


" Baiklah ".katanya sambil memasukkan barang-barang ke dalam tas.


Di saat keduanya sedang sibuk dengan kegiatannya. Santi sudah selesai mengurus administrasi nya.


" Aku akan menjaga keduanya untuk mu Se sampai tiba waktunya kamu pulang".gumamnya dalam hati.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2