
Tangisan Beana pecah,rasanya sekarang ini hatinya benar-benar hancur mendengar kenyataan yang baru saja di dengarnya.
Saat ini dirinya sedang berada di dalam toilet,air matanya terus membasahi kedua pipinya.
Untungnya keadaan toilet terlihat sepi karena masih pagi jadi tidak ada siswi yang ke toilet jadi dirinya lebih leluasa meluapkan emosinya yang sedari tadi ditahannya.
Dalam hati gadis itu ingin sekali berteriak, memaki-maki laki-laki itu tapi apalah daya nya dirinya hanya wanita lemah apalagi sekarang ini laki-laki itu tidak berada di sini, laki-laki itu telah pergi meninggalkannya jauh sebelum dirinya meluapkan emosinya.
Sekuat apapun dirinya mencoba untuk bisa bersikap biasa tapi tetap saja dirinya tidak mampu. Untuk menutupi rasa kecewa di hatinya dirinya kini hanya bisa diam dan berusaha kuat tapi tetap saja dia tidak mampu karena dirinya hanya manusia biasa dan detik kemudian tangisnya pun kembali terisak.
Setelah puas menuntaskan kekecewaannya dengan cara menangis dia pun langsung membasuh wajahnya dengan air.
Sesaat dirinya masih berdiri di depan cermin dan berbicara sendiri
"Betapa menyedihkannya aku Kak Se kamu telah berhasil menghancurkan hidupku".
ucapnya.
Dia pun keluar dari toilet dan diapun kini sedang berjalan menyusuri koridor sekolah,di sepanjang jalan menuju ke kelasnya dia mendengar suara seseorang memanggilnya
" Be".
Gadis itupun menghentikan langkahnya saat dirinya mendengar seseorang memanggilnya tapi dirinya tidak menoleh dan lagi-lagi dia mendengar suara itu memanggilnya
"Be".
Semakin lama suara itu terus saja memanggilnya dan membuat gadis itu menoleh mencari sumber suara.
" Tidak ada seorang pun".katanya karena dia tidak melihat seseorang di sana tapi lagi-lagi suara itu terus saja terngiang di telinganya.
__ADS_1
Di tengah rasa bingungnya seseorang menepuk pundaknya.
"Ana".panggilnya tapi yang di panggil nya hanya terdiam sambil berdiri dengan tatapan kosong.
" Ana.Ana!panggil nya lagi sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.
Gadis itupun mengerjapkan matanya setelah kembali tersadar dia pun melihat seseorang yang sedari tadi berdiri di samping nya.
"Astaghfirullah alazim" ucap Beana.
"Ana elo baik-baik saja? tanyanya dengan sedikit panik.
" Almira".
"Iya ini gue. Elo kenapa?
Almira memegangi tubuh sahabat nya yang sedikit linglung dan mengajaknya duduk di kursi dekat taman.
Almira memandangi Beana yang sekarang terdiam lalu dia pun memegangi kedua tangan sahabat nya.
"Kalau elo masih sakit kenapa masuk sekolah sih An?
Seharusnya elo istirahat saja dulu di rumah setelah elo benar-benar sudah sembuh baru masuk".
Beana melihat ke arah sahabatnya lalu diapun tersenyum
" Iya,maaf karena lagi-lagi gue sudah ngerepotin elo".
"Ana jangan bicara seperti itu, gue tidak pernah merasa di repotin kok gue itu khawatir banget sama elo".ucapnya dan membuat Beana merasa bersalah atas ucapan nya barusan.
__ADS_1
" An.Gue itu khawatir saat Rasty bilang elo pergi ke toilet ngga balik-balik padahal gue baru saja sampai dan elo tau dengan tergesa-gesa gue langsung lari ke sini untuk elo,terus terang gue tuh khawatir sama elo.Rasa khawatir apalagi elo itu baru sembuh dari sakit takut elo kenapa-kenapa di dalam toilet nanti".
Beana langsung memeluk sosok yang berada di sampingnya tanpa terasa dia pun menangis.
"Makasih Mira, karena kamu dan Rasty sudah mau menjadi sahabat aku".
"Sama-sama Ana".balasnya sambil mengusap-usap bahunya dengan lembut.
Keduanya pun tersenyum setelah melepaskan pelukan mereka.
" Elo masuk ke kelas atau gue anterin elo ke UKS?
"Gue masuk kelas aja".
" Elo yakin mau masuk ke kelas?
"Iya.Gue mau belajar".ucapnya menyakinkan sahabatnya.
" Ya udah kalau itu keputusan elo".ucapnya pasrah.
Akhirnya kedua gadis itupun kembali ke dalam kelas dan tak lama bel tanda masuk sekolah pun terdengar.
Beana kini mendudukkan tubuhnya di kursi dan dia pun bersiap untuk mulaii belajar mencoba untuk tetep fokus tapi lagi-lagi bayangan itu terus saja mengganggunya.
Gadis itu mencoba menghilangkan suara itu sambil memijit kepalanya yang sedikit terasa pening.
"Kuat gue harus kuat".ucapnya sambil menyemangati dirinya sendiri.
bersambung
__ADS_1