Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
54


__ADS_3

Beana berjalan menuju minimarket yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya yang sekarang.Gadis itu membeli susu hamil dan beberapa kebutuhan lainnya.


Wajahnya begitu terlihat sangat bahagia.


"Alhamdulilah".ucapnya sesudah selesai berbelanja.


" Mulai sekarang aku harus berhemat agar bisa menabung untuk membeli perlengkapan bayi dan juga untuk lahiran nanti".katanya dalam hati lalu berjalan ke arah kontrakannya.


Sampailah gadis itu di kamar kontrakannya, di taruh nya semua belanjaannya di atas meja dan dia pun meletakkan nya di tempat menaruh barang-barang belanjaannya.


Setelah selesai gadis itupun langsung duduk di kursi dan membuka tas ranselnya dan mengambil sesuatu di dalamnya, sebuah foto USG di sana terlihat gambar bayinya.


"Tetaplah sehat ya sayang, Bunda menunggu kehadiran mu untuk menemani hidup Bunda yang kini hanya sendiri." ucapnya sambil mengusap-usap perutnya.


Sementara di tempat berbeda


Sepasang suami istri kini sedang terlihat gelisah, sudah hampir satu bulan sang anak tidak mengabarinya.


"Yah".panggil istrinya sambil ikut duduk di sofa.


" Ada apa Bu".


"Apakah Ana sudah menelpon Ayah?tanya istrinya dan laki-laki itu pun hanya menggelengkan kepalanya tanda belum menelponnya.

__ADS_1


" Terus teras hati Ibu sekarang ini begitu gelisah yah, Ibu takut terjadi sesuatu kepada putri kita apalagi di Jakarta anak kita hanya tinggal sendirian ".katanya dengan wajah sedih.


Laki-laki itupun langsung memeluk istrinya dan mengusap-usap punggung nya dengan lembut.


" Ayah akan menelpon Ana".katanya kemudian dan istrinya pun mengangguk


Laki-laki itu mengambil handphonenya dan dia pun langsung mengetikkan nama lalu memencet nomornya.Laki-laki itu pun dengan sabar menanti sang anak untuk mengangkatnya tapi yang terdengar malah suara operator seluler dan mengatakan bahwa nomor yang Anda hubungi telah berada di luar jangkauan.


Wajah laki-laki separuh baya itupun berubah sedikit pucat karena terkejut dengan suara operator seluler. Berkali-kali laki-laki itu menelpon nomor yang sama tapi hasil masih sama suara operator seluler yang masih terdengar.


Dengan lesu laki-laki itu menaruh handphone nya di meja dan istrinya pun menatapnya dengan sorot mata penuh tanda tanya.


"Bagaimana yah? tanyanya penasaran.


Laki-laki hanya terdiam,dirinya sangat bingung untuk mengatakan kebenarannya kepada istrinya.


"Maaf Bu nomor Ana sudah tidak aktif dan tidak bisa di hubungi".


Wanita itu terdiam melihat kearah suaminya.


" Apa maksud ucapan Ayah?


"Nomor Ana tidak bisa hubungi dan sepertinya Ana telah mengganti nomor handphonenya".

__ADS_1


" Apa, itu tidak mungkin Ayah".ucap istrinya dengan nada sedikit panik di dalam hatinya kini sedikit takut, takut putrinya kenapa-kenapa di sana.


"Ibu tenang ya, putri kita pasti akan baik-baik saja. Lebih baik kita sekarang banyak-banyak berdoa agar putri kita tidak kenapa-kenapa".ucap suaminya dengan tenang padahal dalam hatinya dia begitu ketakutan.


Belum hilang rasa ketakutan nya tiba-tiba saja tubuh istrinya jatuh di pelukan nya wanita itu pingsan.


"Ibu, Ibu".panggilnya.


Dengan cepat laki-laki itu menidurkan istrinya di sofa dan dengan cepat langsung mengambil minyak putih serta dioleskan nya lalu di dekatkan botol minyak itu ke lubang hidung istrinya.


" Ibu".panggilnya sambil menggosok-gosokkan telapak tangan istrinya dengan minyak kayu putih.


Hingga tak lama terdengar suara


istrinya


"Ayah".


" Alhamdulillah Ibu kamu sudah sadar".


"Kita harus ke Jakarta".katanya dengan mata sedikit basah.


"Iya besok kita ke Jakarta".ucapnya sambil menghapus air mata yang membasahi kedua pipi istrinya.

__ADS_1


Keduanya pun kini larut dengan perasaannya sendiri.


bersambung


__ADS_2