
Beana keluar dari ruangan manajer dengan wajah sedikit sedih, bagaimana tidak tiba-tiba saja dirinya dipindahkan kerjanya hanya karena Bosnya menaruh kepercayaan lebih di bandingkan dengan karyawan lainnya.
"Ini benar-benar aneh kenapa hanya aku yang di pindahkan? Terus kenapa karyawan yang lainnya tidak?
Ah lama-lama kepalaku jadi pusing memikirkan nya".ucapnya dalam hati sambil memukul-mukul kepala nya dan itu membuat Wita yang berada tidak jauh darinya mendekati nya.
" Ana, kamu sakit? tanyanya sesudah sampai.
Wanita itupun melihat kearah sumber suara dan dia pun tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak.
"Tapi tadi aku lihat kamu lagi mukul-mukul kepala kamu".
" Em.. itu,aku hanya sedang sedikit pusing Mba tapi sekarang sudah tidak apa-apa".
"Beneran sudah ngga pusing?
" Iya Mba".
"Baiklah tidak usah di bahas lagi.Sekarang kalau boleh aku tau kamu habis dari ruangan Bos?
" Iya".
"Ngapain?
"Biasa ini soal pekerjaan".
" Pekerjaan?Memang pekerjaan kamu kenapa?ucapnya penasaran dan wanita yang berada di hadapan nya itu hanya terdiam dan membuatnya semakin penasaran.
"Ana jangan bilang kamu di pecat".
" Tidak-tidak Mba, aku tidak dipecat hanya saja mulai besok aku tidak bekerja di sini lagi.Karena aku di pindahin kerja".
"Maksudnya kamu ngga kerja di sini lagi gitu?
__ADS_1
" Iya".katanya dengan wajah sedikit sedih.
"Memang nya kamu di pindahin ke mana?
" Di Apartemen xx".
"Apartemen?
" Iya Mba apartemen".
"Di sana kamu bekerja sebagai apa?
" Asisten rumah tangga ".
" Ah asisten rumah tangga. Kok kamu mau sih Ana".
"Ya mau bagaimana lagi Mba aku kan hanya lulusan SMP jadi hanya pekerjaan itu yang bisa aku dapatkan.Lagipula aku tidak keberatan selama pekerjaan yang aku dapatkan itu adalah pekerjaan yang halal jadi aku akan mencoba untuk menjalani nya demi Sam".ucapnya sambil tersenyum.
"Makasih ya Mba,karena Mba selalu ada buat kami. Kalau karena bantuan dari Mba mana mungkin aku bisa kerja di sini".
" Sama-sama Ana.".katanya dan keduanya pun tertawa kecil sambil bergandengan tangan menuju ke tempat kerja nya masing-masing.
"Ngomong-ngomong yang tinggal di apartemen tempat kamu kerja itu siapanya Bu Santi?tanyanya ingin tau.
"Adik sepupunya Bu Santi".jawabnya.
" Adik sepupunya?
"Iya Mba, memang nya kenapa Mba?Apa adik sepupunya Bu Santi itu sedikit galak atau apa?
" Tidak-tidak Ana,adik sepupunya Bu Santi itu baik kok tapi setau aku bukannya adik sepupunya itu sedang kuliah di luar negeri".
Ibu muda itu tersenyum lucu melihat tingkah wanita yang berada di samping nya itu terlihat sedikit bingung.
__ADS_1
"Dia sudah pulang Mba, makanya aku bekerja menjadi asisten rumah tangga di tempat nya".
Wanita itu pun mengangguk-anggukan kepalanya mulai mengerti.
" Kamu mau tau ngga Ana cerita tentang sepupunya Bu Santi".
Ibu muda itu mengerut kan keningnya
"Aku kasih tau kamu ya. Sepupunya Bu Santi itu adalah pemilik dari restoran ini dan katanya restorannya bukan hanya satu tapi lebih. Karena sepupunya Bu Santi masih berstatus pelajar waktu itu jadi dia pun memberikan kuasanya kepada kakak sepupunya yaitu Bu Santi"
Beana terdiam lalu diapun menghirup napas dalam-dalam lalu di hembuskan nya pelan-pelan.Lalu dia pun kearah wanita yang berada di sampingnya.
"Mba".panggilnya.
" Iya kenapa Ana".
"Kalau boleh tau sepupunya Bu Santi itu laki laki atau perempuan?
" Dia laki-laki yang sangat tampan".
"Apa Mba laki-laki?
" Iya. Terus kenapa kamu kaget mengetahuinya ".
" Tidak Mba aku tidak kaget hanya sedikit terkejut saja".ucapnya berbohong.
"Ya sudah ayo kita kembali bekerja lagi".
" Iya MbA".katanya sambil. berjalan terpisah.
"Mudah-mudahan besok majikan baru itu adalah orang baik".
bersambung
__ADS_1