Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
143


__ADS_3

Suara kicauan burung menghiasi langit pagi yang cerah langit seakan-akan mendukungnya karena kini matahari semakin menyinarkan cahayanya dan itu semakin membuatnya begitu indah di sertai suara-suara burung berkicau.


Suasana itu kini di rasakan oleh seseorang yang sedang duduk di salah satu kursi taman sambil memegangi sebuah tasbih.


Sungguh hatinya sekarang ini benar-benar sedang gelisah jadinya untuk menghilangkan rasa gelisah itu dia pun memutuskan untuk duduk di taman sebuah rumah sakit di mana istrinya kini sedang menjalani perawatan sehabis kecelakaan.


Laki-laki itu kini sedang menunggu kabar dari sang calon menantu kalau hari ini dia akan menikahi putrinya.Sungguh hati laki-laki separuh baya itupun merasa bahagia karena sebentar lagi putrinya akan ada yang menjaganya, menafkahi nya dan yang pasti cucunya itu akan mempunyai status di mata hukum.


"Ya Allah hamba meminta tolong lancarkan lah pernikahan putri hamba hari ini.Waluupun hamba tidak mendampingi nya di saat -saat hari bahagia nya tapi dalam hati ini benar-benar sangat bahagia.


Seandainya saja Ayah dan ibumu ini tidak sakit Nak,mungkin saja kami berdua sekarang ini sudah berada bersama kalian di sana. Maafkan Ayah dan ibumu ini Ana karena tidak bisa hadir di hari bahagia mu tapi kami berdua selalu berdoa untuk kebahagiaan mu".ucapnya sambil menatap langit pagi dengan mata basah.


*


*


Ditempat berbeda


Jam menunjukkan pukul 7 pagi suasana di sebuah apartemen mendadak begitu ramai di mana seorang anak kecil kini sedang bercanda dengan seorang laki-laki yang di panggil nya dengan sebutan Ayah.


Keduanya kini sudah berpakaian rapi dan juga selesai sarapan.Keduanya kini sedang menunggu seseorang yang sedang bersiap-bersiap.


"Ayah".panggil putrinya yang kini sedang duduk di pangkuan nya.


" Iya ada apa sayang ".jawabnya sambil merapihkan hijab putrinya yang sedikit berantakan karena habis bercanda dengan nya tadi.

__ADS_1


" Ayah tampan sekali ".ucapnya dengan matanya yang di berkedip-kedip genit dan itu membuat laki-laki itupun sedikit terkejut sekaligus tertawa saat mendengar kata-kata itu dari mulut kecil putrinya.


" Benarkah?tanyanya sambil mencium pipi putih putrinya.


Gadis kecil itupun menganggukkan kepalanya tanda mengiyakannya.


"Ayah memang sangat tampan apalagi kalau rambutnya Sam sisir seperti ini, pasti wajah Ayah akan semakin tampan".pujinya lagi sambil menyisir rambut laki-laki itu dengan jari-jari kecilnya.


Dan itu semakin membuat Laki-laki itupun lagi-lagi tersenyum karena lagi-lagi mendengar perkataan putrinya yang semakin membuat ingin memeluknya setiap saat karena begitu menggemaskan nya tingkah putrinya.


Dari jauh seseorang kini sedang berdiri sambil memperhatikan keduanya sungguh interaksi keduanya pun kini semakin dekat dan tidak ada kecanggungan lagi di antara keduanya, sungguh ini adalah pemandangan yang sangat ingin Beana lihat setiap harinya.


Ibu muda itupun tak menyangka semua doa-doanya kini telah terkabul dan tanpa terasa dia pun menitikkan air matanya karena bahagia melihat putrinya kini sudah berkumpul dengan Ayah kandung nya yang selama ini sangat di rindukan kehadirannya.


" Pagi".sapanya setelah sampai dan membuat kedua orang yang sibuk itupun melihat ke arahnya.


"Pa... pagi".balas laki-laki itu tanpa berkedip saat melihat wanitanya kini terlihat begitu cantik dengan baju yang di belikan nya.


Kedua matanya sama sekali tidak berkedip saat melihat wanita nya yang kini terlihat begitu cantik dengan balutan baju gamis yang bentuknya bajunya menyerupai gaun pengantin yang sangat indah dan baju itu dirinya pesan khusus untuk wanitanya berserta hijabnya


Laki-laki sungguh-sungguh begitu terpesona dengan kecantikan wanita nya, ya walaupun wanita nya setiap harinya cantik tapi kali ini di hari dirinya akan menghalalkannya wajah wanita nya berubah menjadi semakin begitu cantik.


"Cantiknya".ucapnya tanpa sadar dan itu membuat putrinya yang sedari tadi duduk di pangkuan nya tiba-tiba langsung turun dari pangkuan nya dan berlari kearah wanitanya lalu memeluknya.


" Bunda cantik banget ".pujinya dan itu membuat wanita itupun tersenyum sambil mengusap-usap kepala putrinya itu dengan lembut.

__ADS_1


" Terima kasih sayang atas pujian nya".jawabnya dan membuat gadis kecil itupun tersenyum.


"Sama-sama Bunda".


" Hemm ".suara deheman seseorang dan membuat kedua wanita beda usia itupun melihat kearah nya.


" Kak".


"Sudah siap?tanyanya dan wanita itupun menganggukkan kepala nya tanda iya.


" Baiklah saatnya kita berangkat ".ucapnya sambil mengulurkan tangan kanannya untuk menggandeng putri kecilnya dan gadis itupun menurut saja hingga tiba-tiba gadis itu berkata


" Ayah".panggilnya dan laki-laki itupun melihat kearah putrinya.


"Ada sayang?


" Kenapa Ayah tidak menggenggam tangan Bunda?tanyanya dan itu membuat kedua orang dewasa itupun menjadi terdiam.


Gadis kecil itupun melihat kedua orang tuanya untuk mendapatkan jawabannya


"Kok Ayah tidak jawab? tanyanya dengan wajah sedikit kecewa.


" Itu... ".ucapnya terhenti di tenggorokannya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2