
Keluarga kecil Sehan kini sedang duduk santai di dekat kolam yang berada di dalam unit apartemen nya.Ayah muda itu kini sedang berada di dalam kolam bersama putrinya.
Sehabis sarapan pagi putrinya kecilnya itu sudah merengek meminta kepadanya untuk mengajarinya berenang.Melihat wajah merajuk putrinya akhirnya dia pun mengiyakannya.Jadi di sinilah keluarga kecil itu kini berada.
Beana datang dengan membawakan dua gelas minuman jus jeruk dan sepiring cemilan dan menaruhnya di atas meja di dekat kolam renang.
Sehan pun melihat istrinya
"Be, kamu ngga ikut berenang?tanyanya sambil tangannya masih memegangi tubuh putrinya yang sedang belajar berenang.
" Ana ngga bisa berenang kak".
"Ya sudah sini sekalian saja aku ajarin berenang nya".katanya memberi saran.
Beana pun tersenyum
"Lain kali aja belajarnya kak, Ana masih banyak pekerjaan".
ucapnya menolak.
"Baiklah lain kali aku akan mengajar kan kamu berenang secara exclusive".balasnya dengan tersenyum smirk.
"Oke.Ana titip Ara".katanya dan suaminya hanya mengangguk iya.
Dan dia pun melihat wanita nya yang sudah berjalan menjauh dari tempat nya.Lalu pandangannya kembali fokus kepada putrinya yang sibuk dengan memainkan mainan bebek besarnya.
"Ayah ayo main lagi".
"Baiklah, ayo kita main lagi".jawabnya dan keduanya pun melanjutkan belajar renangnya kembali.
Di saat keduanya asyik berenang ibu muda itu kini sedang sibuk dengan mengerjakan pekerjaan rumah tangganya.
Dengan hati senang ibu muda itu mengerjakannya hingga tanpa terasa pekerjaan itu akhirnya selesai dengan cepat.
Setelah semua nya selesai dia pun kembali melihat kedua orang yang di sayanginya yang telah selesai berenang dan duduk di ruang tv sambil menonton tv.
"Sudah selesai Be?tanya suaminya saat melihat istrinya kedatangannya.
" Alhamdulillah sudah kak"
"Bunda,Ara mau peluk".ucapnya sambil melambaikan kedua tangannya agar ibunya mendekatinya.
Ibu muda itupun tersenyum lalu tanpa berkata dia pun langsung duduk di dekat putrinya.
"Ara capek ngga? tanyanya setelah gadis kecilnya itu kini duduk di pangkuan nya sedangkan Sehan yang melihat kelakuan manja putrinya menjadi gemas lalu dia pun langsung mencubit hidung mancung putrinya.Hingga wajah gadis kecilnya itu menjadi sedikit cemberut.
"Ayah.."teriaknya dan membuat kedua orang dewasa itupun tersenyum.
"Kenapa Ayah? tanya laki-laki itu menggoda putrinya.
" Ayah nakal".
"Benarkah, memangnya apa yang Ayah lakukan?
" Ayah cubit hidung Ara tadi".
Laki-laki itupun tertawa mendengar jawaban putrinya dan itu membuat gadis kecil itupun menjadi merajuk.
"Bunda, Ayah nakalin Ara".ucapnya sambil memeluk erat tubuh ibunya.
__ADS_1
" Ayah ngga nakal Bunda cuma gemes ".ucap suaminya tidak mau mengalah dan membuat ibu muda itu pun tersenyum mendengar rengekan suami dan anaknya.
"Bunda bingung deh mau belain siapa! ucap nya dan kedua orang yang sedang merajuk itupun langsung melihat ke wajah wanita yang kini sedang berpura-pura sedih.
" Pilih Ayah Bun".kata laki-laki itu dengan wajah memelas nya.
"Ngga Bunda, Bunda harus pilih Ara jangan pilih Ayah".
Ibu muda itu hanya terdiam sambil terus berpura-pura sedih padahal dalam hatinya tertawa melihat kelakuan suami dan anaknya yang benar-benar sama.
"Ayolah Bunda pilih Ayah saja ya".katanya sambil terus menggoda putrinya.
" Ngga boleh pokoknya Bunda harus pilih Ara".katanya semakin memeluk erat tubuh ibunya.
"Kak".ucapnya sambil melihat kearah suaminya yang tersenyum.
"Hanya bercanda Be".jawabnya
Dan itu membuat ibu muda itu pun menggeleng-gelengkan kepalanya lalu dengan lembut dia pun mengusap-usap kepala putrinya
"Ayah hanya bercanda sayang".hiburnya.
Wajah gadis kecilnya itupun langsung melihat kearah laki-laki yang menjadi Ayahnya.
" Benarkah Ayah?tanyanya dan laki-laki itupun mengangguk lalu mengusap-usap rambut panjang putrinya.
"Maafin Ayah ya".
Gadis kecil itupun mengangguk.
" Ara sayang Ayah".
"Ayah juga".
Dan keluarga kecil itupun kini sedang tidur di lantai yang beralaskan karpet bulu lembut.
Ketiga nya menonton film kartun favorit putrinya.Dengan posisi putrinya yang berada di tengah-tengah kedua orang tuanya.
Dan tak lama kemudian terdengar suara dengkuran halus dari mulut putrinya dan menandakan kalau gadis kecilnya kini sudah tertidur.
Sehan melirik putrinya
"Ara sudah tidur Be?
" Sudah kak".
Laki-laki itupun tersenyum lalu dia pun bangun dari tempat dan pindah kebelakang tubuh istrinya .
"Kak".katanya terkejut saat sebuah tangan melingkar di perutnya.
" Kangen Be".jawabnya sambil menggesek-gesekkan hidungnya di leher istrinya dan itu membuat ibu muda itupun sedikit meremang karena kegelian.
"Tapi ".protesnya berhenti saat tangan suaminya sudah bergerak nakal.
" Nikmati saja".bisiknya di telinga istrinya.
"Tapi kalau Ara bangun bagaimana?
"Jika Ara bangun maka kita berhenti tapi kamu harus harus mengganti nya dua kali lipat".ucapnya dengan wajah mesumnya.
__ADS_1
" Itu sih enak di kakak, rugi di Ana".
"Semuanya tak ada yang gratis sayang".
"Masa sama istri sendiri perhitungan sih".
" Ngga perhitungan sayang cuma mau mengambil hak pribadi aku aja".
"Itu sih sama saja,kak Se tidak mau rugi".
Laki-laki itu tertawa pelan.
"Sudah ya jangan bicara terus nanti keburu Ara bangun dan jika itu terjadi maka nanti kamu harus menggantinya dua kali lipat".
Beana pun hanya terdiam mendengarnya lalu laki-laki itupun akhirnya mulai menyentuh tubuh istrinya hingga tanpa sengaja istrinya pun mengeluarkan suara desahannya.Dengan gerak cepat. laki-laki itu menutup mulut istrinya dengan tangan kanannya
"Jangan berisik Be nanti Ara bangun".
"Kelepasan kak karena tangan kakak yang nakal".ucapnya dan. membuat laki-laki tersenyum.
Akhirnya beberapa saat kemudian wanitanya pasrah saat suaminya sudah mulai membawa nya terbang untuk menikmati kenikmatan surga dunia.
Beana keluar dari kamar mandi setelah permainan singkat keduanya.Kini keduanya sedang duduk di ruangan pantry.
"Haus be? tanya suaminya yang sedari melihat istrinya mengambil air di dispenser.
" Iya".
"Memangnya perut kamu tidak kembung?
" Ngga".
Sehan hanya tersenyum mendengar jawaban singkat dari mulut istrinya. Pasti istrinya sekarang ini lagi kesal dan cara menghilangkan nya yaitu dengan minum beberapa gelas air putih.
Laki-laki itu mengambil gelas yang berada di tangan istrinya.
"Kak kenapa gelasku diambil sih?
"Kamu sudah kebanyakan minum air putihnya nanti perut kamu kembung sayang".
Wanita itupun terdiam.
" Maaf".
"Kenapa minta maaf kak?
" Karena aku egois".
"Maksudnya?
Laki-laki itupun menggenggam kedua tangan istrinya dan di ciumnya.
" Maaf karena sudah meminta kamu layani tadi.Sejujurnya Be aku benar-benar tidak bisa menahan harsat ku jika dekat sama kamu".
"Padahal penampilan kamu dari dulu tidak terbuka tapi entah mengapa dalam hatiku ini tidak bisa menahannya."
"Ana tidak marah kak hanya saja tadi Ana benar-benar takut kalau Ara melihat kita."
"Aku tau,maaf lain kali aku tidak akan memintanya jika ada anak kita.Jangan marah lagi ya.Jujur kalau kamu marah hatiku sedih Be"
__ADS_1
Keduanya pun tertawa setelah melakukan perbuatan yang hampir membuat jantung keduanya copot jika perbuatan keduanya terlihat oleh putrinya.
bersambung