Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
160


__ADS_3

Sehan masih berdiri mematung sambil melihat seseorang yang sangat di kenali nya.Walaupun sosok wanita separuh baya itu koni sudah tidak muda lagi tapi sungguh hati laki-laki benar-benar ingin memeluk wanita itu. Sehan sangat merindukannya.Laki-laki.itu masih sibuk dengan pikiran nya hingga dirinya pun tersadar saat suara putrinya memanggilnya


"Ayah turunin Ara".pintanya dan laki-laki itupun langsung menurutinya hingga kini putrinya sudah berjalan mendekati wanita yang di panggil nya dengan sebutan Nenek.


" Maafkan Samara ya Nek tadi sudah nabrak Nenek".ucapnya sambil menggenggam tangan wanita itu.


Wanita itupun tersenyum sambil mengusap-usap kepala gadis kecil itu dengan sayang.


"Nenek tidak apa-apa, keadaan Ara bagaimana? Apa ada yang sakit? tanyanya dengan sedikit khawatir.


" Samara tidak apa-apa Nenek ".


" Syukurlah ".ucapnya lega.


Wanita itupun langsung melihat kearah dua orang dewasa yang berada di dekat gadis kecil itu dan sorot matanya seakan ingin bertanya lalu Beana pun tersenyum kepada wanita itu.


"Kami kedua orang tua Samara Nyonya".ucapnya mengenalkan diri.


Wanita itupun tersenyum


" Senang berkenalan dengan kedua orang tua Samara.Tolong jangan panggil saya panggilan Nyonya panggil saja saya Bu Mira".


Beana pun mengangguk sedangkan sang suami hanya terdiam tanpa berbicara apapun.


Hingga akhirnya Beana pun pamit pergi karena dirinya merasa kalau suaminya kini tidak merasa nyaman.


Sampailah keluarga kecil itu kini di sebuah restoran untuk makan.Beana masih melihat kalau suaminya yang sedari tadi diam,ingin rasanya dia menanyakan nya tapi di urungkan nya karena takut membuat suaminya tidak nyaman.


"Makan hang banyak Be".ucap suaminya dan itu membuat hati wanita itupun mendadak sedikit merasa sedikit tenang karena sudah mendengar suaminya mulai berbicara.


" Iya, sehabis selesai suapi Ara nanti Ana makan ".balasnya sambil tangan kanannya terus menyuapi putrinya.


" Kak Se".panggilnya dan laki-laki itupun melihat ke arah istrinya yang kini duduk bersebrangan dengannya.


"Iya, ada Be?


" Kakak baik-baik saja?tanyanya karena sedari tadi memperhatikan raut wajah suaminya yang terlihat sedih.

__ADS_1


Laki-laki itu hanya terdiam sambil terus melihat wajah cantik istrinya.


"Ada apa kak?


" Nanti aku akan cerita sesudah kita berada di rumah ".jawabnya dan membuat wanita itu pun menganggukkan kepalanya tanda iya.Dan wanita itupun menoleh saat mendengar suara putrinya yang memanggilnya


"Bunda".


"Iya sayang ada apa?


"Ara haus Bunda, Ara mau minum".ucapnya dan ibi satu anak itupun langsung bergerak cepat mengambil gelas yang berisi air minum lalu dia pin langsung memberikannya kepada putrinya.


Gadis kecil itupun langsung meminumnya hingga minuman di dalam gelas itu tinggal setengah.


"Terima kasih Bunda".ucapnya sambil memberikan gelas minum kepada Bundanya.


" Samara mau makan lagi?


Gadis kecil itupun menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak.


"Tidak Samara sudah kenyang Bunda".jawabnya sambil mengelus perutnya yang sedikit buncit karena sehabis makan tadi.


"Baiklah karena sekarang putri Ayah sudah kenyang jadi waktunya main sama Ayah biar Bunda makan dulu".ucapnya dan gadis kecil itupun langsung mengangguk iya.


Keduanya pun bermain bersama untuk memberikan kepada istrinya untuk makan.


Acara makan pun kini telah selesai dan keluarga kecil itupun kini sedang menemani buah hatinya bermain dan setelah itu di lanjutkan dengan belanja bulanan.


Jam menunjukkan pukul tujuh malam saat keluarga kecil itu sampai di apartemen.Beana berjalan di samping suaminya yang sedang menggendong putrinya yang tertidur karena kelelahan sehabis kebanyakan bermain.


Sedangkan di belakang pasangan itu dua anak buah suaminya berjalan mengikuti keduanya sambil membawa semua barang belanjaannya.


Sampailah semuanya di depan pintu apartemen dan kedua anak buahnya pun sudah menaruh semua barang belanjaannya mereka pun kembali ke tempat mereka berjaga.


Kini tinggallah kedua pasutri itu yang kini sedang duduk di meja pantry karena putri mereka kini sudah tertidur di dalam kamarnya.


Keduanya pun terdiam sejenak.Hingga laki-laki itupun akhirnya bicara

__ADS_1


"Wanita tadi adalah pengasuh saat Aku kecil."katanya dan membuat wanita nya itupun mengerutkan keningnya.


"Wanita itulah yang selalu ada untukku di saat kedua orang tuaku terlalu sibuk dengan pekerjaannya.Bu Mira seperti Ibu bagiku walaupun status nya hanya seorang pengasuh tapi bagiku dirinya lebih dari itu karena wanita itu menemaniku saat aku tinggal di rumah besar.


Banyak waktu yang kami lalui bersama.Jujur saja Be,aku tadi ingin sekali memeluknya. "ucapnya dengan raut wajah sedikit sedih dan membuat hati Beana pun mendadak ikutan sedih saat melihat kalau suaminya kini.


Akhirnya dia pun mendekati suaminya dan berdiri di samping nya yang kini masih dalam posisi duduk.Perlahan-perlahan tangan kanannya pun terangkat lalu mengusap-usap punggung suaminya itu lembut.


"Apa kakak sangat merindukan nya?tanya dan laki-laki itupun menganggukkan kepalanya tanda iya.


"Maka temui lah".ucapnya dan itu membuat kepalanya langsung menghadap kearah istrinya.


" Menemuinya, itu tidak mungkin Be".


"Kenapa tidak bisa kak?


" Kamu tau Be Bu Mira bukan hanya sekedar pekerja di rumah besar tapi juga dia pun di tugaskan untuk menjadi mata-mata kedua orang tuaku dan akhirnya kamu bisa taukan apa yang akan terjadi dengan kita".ucapnya menjelaskan.


"Ternyata sesulit itu ya hidup nya kakak".


" Nah sekarang sudah taukan apa yang aku alami selama ini".


"Iya.Tapi kak kalau Bu Mira adalah pengasuh kakak saat kakak kecil kenapa dirinya kenal dengan Samara?


" Itu ".


" Itu apa kak? tanyanya penasaran.


"Karena Samara pernah ke rumah besar".jawabnya dan membuat wanita itupun sedikit terkejut


"Kok bisa?tanyanya hampir tak percaya.


"Itu bisa Be karena ada seseorang yang membawanya ke sana".katanya dan membuat wanita itupun langsung mendudukkan badannya di kursi karena dirinya begitu sok mendengar nya.


" Siapa orang nya".


"Orang itu adalah.... ".

__ADS_1


bersambung


__ADS_2