
Beana berjalan memasuki ruang kelasnya dan dia pun langsung menjatuhkan tubuhnya di kursi.Suasana hatinya sudah beberapa hari ini sedang tidak bagus apalagi akibat kejadian kemarin itu benar-benar telah membuat hatinya kembali merasakan begitu resah.
Di usap-usapnya perutnya yang masih rata. Entah keputusan apa yang harus di ambilnya sekarang ini hatinya sedang bimbang.
Dulu pendidikan adalah satu-satunya prioritas pertamanya tapi sekarang secara tidak sengaja Allah telah menitipkan seorang calon baby di dalam rahimnya.
Dia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.Pandangan matanya begitu sayu karena sudah beberapa hari terakhir dirinya tidak pernah merasakan tidur nyenyak karena dirinya seringkali bermimpi buruk dan sering terbangun di malam hari.
Di tengah rasa bimbang nya sampai sekarang dirinya belum bisa memberikan keputusan untuk hidupnya.
Rasa lelah yang di alaminya telah membuatnya semakin tidak bisa berpikir positif tentang kenyataan yang di alaminya.
"Ana".panggil seseorang.
Gadis itupun mendongakkan kepalanya dan dia pun melihat seseorang sedang tersenyum kepadanya.
" Rasty bikin kaget aja sih".
ucapnya sambil menjatuhkan kepalanya kembali di atas tasnya yang masih di letakan di atas meja.
"Makanya pagi-pagi itu jangan suka melamun ngga baik tau".balasnya sambil menjatuhkan tubuhnya di kursi.
Gadis itu hanya terdiam tidak menanggapinya dan dia pun kembali sibuk dengan pikirannya.
" Ana kita ke kantin yuk".
__ADS_1
"Elo aja gue lagi malas".
" Ayo dong Na please ".rengeknya.
" Gue ngga mau".
"Gue traktir deh! Elo bisa beli makanan apapun di kantin".rayunya.
" Sekali engga ya tetap ngga Rasty.Please bisa ngga tidak usah maksa! ucap Beana dengan nada sedikit kesal dan membuat gadis yang bernama Rasty itu terdiam,gadis itu tidak bisa berkata-kata lagi.
Suasana mendadak hening tidak ada obrolan di antara keduanya hingga suasana kelas yang awalnya sepi kini sudah bertambah ramai karena semua siswa-siswi kini sudah masuk ke dalam ruangan, hingga terdengar suara bel menandakan semua siswa-siswi semua nya agar memasuki kelas mereka masing-masing.
Pelajaran pertama pun di mulai.
Berkali-kali Bu Via memanggil namanya tapi gadis itu sama sekali tidak bergeming dan membuat wajah sang guru menjadi sedikit kesal.
Dengan langkah cepat dia pun menghampiri kursi di mana gadis itu berada.
Awalnya dia mengetuk-ngetuk meja itu dengan suara pelan agar si gadis yang di kini sedang di tegurnya itu mendengar nya tapi lagi-lagi guru matematika itu menelan kekecewaan.Hingga
Brak
Terdengar suara meja di gebrak dengan sangat keras dan membuat semua siswa-siswi yang berada di dalam kelas itu pun terkejut.
Beana pun kembali tersadar dari lamunan nya dan dia melihat sorot mata penuh kekesalan di wajah guru nya itu.
__ADS_1
Gadis itu melihat ke arah guru nya
"Ada Bu?
" Kamu keluar sampai pelajaran saya selesai ".
" Tapi salah saya apa Bu,kok saya di suruh keluar?
"Kamu mau tau salah kamu apa? tanyanya dan diang guki oleh Beana.
" Salah kamu adalah kamu melamun di kelas ".
Beana pun tertunduk diam dirinya kini pun sudah tau alasan mengapa dirinya di keluar kan dari dalam kelas.
Tanpa kata gadis itupun bangun dari duduknya lalu dengan langkah gontai gadis itupun meninggalkan ruang kelas dengan perasaan yang tidak karuan.
" Aku harus cepat mengambil keputusan. Aku tidak mau seperti ini terus".ucapnya setelah sampai di kursi panjang dekat lapangan upacara di mana kelasnya laki-laki sedang mengikuti pelajaran olahraga.
Sejenak dia pun teringat sosok laki-laki itu.
"Mengapa kamu tinggalkan aku dengan menanggung beban ini sendirian!gumamnya dalam hati tanpa terasa air matanya pun menetes di kedua buah pipinya.
" Apakah kamu tau kak kalau aku sekarang ini sedang mengandung anakmu."ucapnya dengan hati yang sangat sedih.
bersambung
__ADS_1