
Malam ini Beana mencoba untuk melupakan masalah yang di kini hadapinya.Sejenak dia mengingat-ingat kenangan masa kecilnya.
Wajah polos dan cerianya semakin membuat kedua orang tuanya itu hidup bahagia atas kehadirannya.
Tapi selintas rasa bersalah pun kembali dia alami,perlahan-lahan dielus-elus perutnya yang masih rata dan tanpa terasa dia pun kembali menangis.
"Maafkan Bunda ya nak karena Bunda harus merahasiakan kamu dari kakek nenek kamu! Bunda belum siap mengahadapi kemarahan dan kekecewaan dari mereka berdua!Bunda benar-benar belum siap untuk menghadapinya!
Maafkan Bunda yang dulu pernah penolak kehadiran mu!
Maafkanlah Bunda ya".gumamnya sambil mengusap-usap perutnya.
Akhirnya tak lama kemudian rasa kantuk oun mulai menyerangnya dan detik kemudian gadis itupun tertidur.
Suara azan subuh berkumandang membuat seorang gadis terbangun dari tidurnya.Dengan langkah pelan dia pun berjalan menuju kamar mandi untuk mandi lalu setelah selesai mandi diapun langsung mengambil wudhu untuk mengerjakan sholat subuh.
Beana keluar dari kamar mandi dengan wajah yang fresh, dia oun sudah berganti pakaian dan langsung menunaikan sholat subuh sendiri.
Sehabis merapihkan alat-alat sholat gadis itu jiga merapihkan tempat tidurnya.
"Mungkin ini adalah rutinitas terakhir untukku yang ku lakukan di kamar ini".
Ada rasa perih dan juga rasa sedih yang sangat-sangat menyiksa batinnya kini, tapi apalah dayanya dia hanyalah gadis yang masih berusia 16 tahun yang harus berubah menjadi dewasa karena keadaan.
Lamunannya pun mendadak buyar saat mendengar suara p intu di ketuk dari luar.
Tok... tok.. tok
(suara pintu di ketuk dari luar)
__ADS_1
"Ana".panggil seseorang dari arah luar.
" Iya Bu".jawabnya sambil membuka pintu kamarnya dan terlihat seorang wanita berhijab sedang tersenyum kepada nya.
"Ada apa Bu?
" Kamu di tunggu Ayah di meja makan".
"Sarapan tapi ini masih terlalu pagi Bu".
" Ibu tau ini masih pagi tapi kata Ayah, Ayah ingin sarapan pagi di temani sama putrinya.Kata Ayah, Ayah kangen pengen makan pagi bersama-sama ".
Beana pun terdiam lalu dan tak lama kemudian dia oun mengangguk.
Di meja makan sudah tersedia beberapa macam lauk pauknya dan sayur.
" Ibu bangun jam berapa untuk masak ini?
"Mengapa tidak bangunin Ana Bu!Ana kan bisa bantuin Ibu masak".
Wanita itupun tersenyum
" Kamu capek baru datang dari perjalanan jauh dan butuh istirahat yang banyak jadi itulah Sebabnya Ibu tidak membangunkan mu".
"Apa yang di katakan oleh Ibumu itu ada benarnya juga Ana, kamu butuh banyak istirahat".
Gadis itupun hanya bisa terdiam.
" Ayo makan ".ucap Ayahnya.
__ADS_1
Dan kedua wanita berbeda usia itupun hanya bisa mengangguk mengiyakan.
Keluarga kecil itu menikmati sarapan bersama dengan hati yang diliputi kebahagiaan.
" Ana".panggil sang Ayah.
"Iya ada pa yah?
" Hari kamu akan pulang ke Jakarta?
"Iya".
"Berangkat jam berapa?
" Jam tiga sore. Memangnya kenapa Yah?
"Ayah dan Ibu mu mau mengantarkan kamu ke stasiun".
Bibir gadis itupun tersenyum
" Bukankah Ayah akan pergi kerja?
"Khusus hari ini Ayah akan meliburkan diri untuk mengantarkan putri Ayah".
" Terima kasih Ayah ".
" Sama-sama sayang tapi sebelum kamu pulang bagaimana kalau kita berjalan-jalan pagi? Sungguh Ayah kangen jalan bareng sama kamu lagi".
"Ana juga Ayah".
__ADS_1
" Baiklah pagi ini kita habiskan waktu bersama ya".ucapnya dan gadis itupun mengangguk iya.
bersambung