Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
90


__ADS_3

Beana mempercepat langkah kakinya menuju ke arah Mushola di mana putri kecilnya kini sedang mengaji.Sehabis mendengar perkataan Bu Diah sang pemilik warung itu mendadak hatinya di liputi rasa gelisah.


Hingga tanpa sadar dia pun berjalan lurus padahal dirinya sudah sampai di Mushola di mana kini putri nya berada.


Wanita itu sibuk dengan pikiran nya hingga tiba-tiba sebuah tangan memegangi tangannya dan dia pun tersadar dari lamunan nya.


"Bunda".panggilnya sambil menggoyang-goyangkan tangan yang di peganginya.


"I..iya sayang".ucapnya saat kembali tersadar dari lamunan nya dan dia pun berjongkok menyamakan tinggi nya dengan sang anak.


" Bunda mau kemana tadi Sam lihat Bunda mau pergi ke sana ".katanya sambil tangannya menunjuk ke arah jalan yang lurus.


" Ah itu Bunda tadi".ucapnya bingung harus menjawab apa.


"Bunda".


" Iya sayang ".


" Ayo kita pulang ".ajaknya sambil kembali menggandeng tangan Bundanya.


Wanita itupun mengangguk.


Kini keduanya pun berjalan pulang ke rumah.


Sampai di rumah gadis kecil itu langsung menuju ke kamar mandi untuk menggosok giginya juga mencuci tangan serta kakinya sebelum tidur semua di lakukan nya dengan rutin sebelum dirinya tidur.

__ADS_1


Beana melihat putri nya sudah berganti pakaiannya dengan memakai tidur, sungguh dirinya benar-benar di buat takjub dengan apa yang di lakukan oleh putri nya.


Padahal anak-anak seumuran dengan nya belum tentu bisa melakukan semua nya sendiri tapi putri nya ternyata bisa melakukannya.


"Bunda,Sam bobok dulu ya".ucap nya dengan suara manjanya.


Wanita itupun mengangguk


" Jangan lupa berdoa dulu sebelum tidur ".


" Baik Bunda".ucapnya sambil mengangkat kedua tangannya untuk berdoa Ibu muda itupun melakukan hal yang sama walaupun dalam hatinya kini sudah mulai merasakan gelisah.


Wanita itupun mencoba untuk memejamkan kedua matanya tapi kata-kata Bu Diah kembali lagi terngiang di telinga nya.


"Semoga saja laki-laki yang memfoto Sam adalah orang yang baik".


Di tempat berbeda


Seorang laki-laki memasuki apartemen nya saat jam menunjukkan pukul 9 malam.Sampai di dalam apartemen nya dia pun langsung menuju lantai 2 di mana kamarnya berada.


Laki-laki itu langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang s hampir seharian berada di luar.


Kini laki-laki itu keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah terlihat segar.


Saat dirinya ingin membaringkan tubuh nya di tempat tidur tiba-tiba saja terdengar suara dari perutnya

__ADS_1


Krucuk.. krucuk.


"Aku sampai lupa kalau aku belum makan malam".katanya sambil berjalan keluar dari kamarnya menuju pantry.


Laki-laki itu menarik kursi dan dia pun menjatuhkan tubuh nya di kursi.Dengan pelan dia pun membuka tudung saji dan tercium lah aroma masakan yang membuat menjadi sangat lapar.


Laki-laki itu pun tersenyum lalu dia pun menyendok nasi berserta lauk-pauk nya ke dalam piring nya.


"Bismillah." Doanya sebelum makan.


Laki-laki itu makan dengan begitu lahap nya. Dan dia pun tidak tahu entah mengapa masakan yang kini dimakannya bukanlah makanan yang mahal tapi dia begitu sangat menikmati nya.


Hingga tanpa dia sadari olehnya semua makanan yang ada di atas piring nya kini sudah tandas tak tersisa.


"Alhamdulillah.Sungguh ini adalah masakan terlezat yang aku makan.Apa karena gadis polos ku yang memasaknya?tanyanya dalam hati.


" Seperti nya aku ingin percepat rancana ku untuk menikahinya ".gumamnya dalam hati.


Hingga tiba-tiba dia mendengar handphone nya berbunyi


" Ada apa?


"Saya ingin memberitahu Anda, kalau Tuan Besar sedang menyelidiki Anda jadi minta sekarang ini Anda berhati-hati karena Tuan Besar sedang mengirim seseorang untuk memata-matai Anda".


Tanpa berkata dia pun langsung menutup telpon itu secar sepihak.

__ADS_1


"Kali ini aku akan mencoba mengikuti permainan mu Papah".ucapnya sambil tersenyum smirk karena mulai sekarang dirinya bisa menghadapi keegoisan laki-laki yang di sebutnya Papah.


bersambung


__ADS_2