
Mobil memasuki halaman rumah kediaman orang tua Sehan.Setelah mobil itu berhenti seseorang keluar dari dalam mobil itu setelah supir membukakan pintu untuk majikannya.
"Terima kasih".
" Sama-sama Nyonya ".balasnya sambil menundukkan kepalanya.
Seseorang yang dia panggil Nyonya itupun langsung melangkahkan ke dua kakinya untuk masuk kedalam rumahnya.
" Selamat datang Nyonya ".ucap seorang kepala pelayan saat menyambut majikannya datang.
Nyonya nya hanya mengangguk iya sambil kembali melangkah ke arah tangga masih di temani oleh kepala pelayan
" Apa Tuan sudah pulang?tanyanya karena tadi dirinya melihat mobil suaminya sudah terparkir di halaman rumah.
"Sudah Nyonya, Tuan besar sudah pulang dari jam tiga sore".jawabnya dan membuat sang Nyonya itu mengerutkan keningnya karena terkejut saat mendengar suaminya itu sudah pulang dari jam tiga sore.
"Jujur saja dalam hatinya sekarang ini bertanya-tanya aneh sekali laki-laki itu pulang lebih awal biasanya dia akan pulang larut malam karena terus bekerja sampai tidak mengenal waktu".batinnya berkata-kata.
Sampailah keduanya tepat di depan pintu kamarnya
" Kamu kembalilah bekerja".
"Baik Nyonya saya permisi".
" Iya".jawabnya lalu dia pun membuka pintu kamarnya dan dia pun langsung masuk kedalam kamarnya.
Sampai di dalam kamar, dia pun menaruh tasnya di atas meja lalu langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang seharian berada di luar rumah.
Wanita itu sama sekali tidak mencari keberadaan suaminya karena sudah di pastikan kalau suaminya sekarang ini sedang berada di ruangan kerjanya.
Pintu kamar mandi pun terbuka terlihat seorang wanita keluar dari kamar mandi dengan wajah yang kini terlihat lebih segar setelah habis mandi.
Masih dengan memakai handuk komono wanita itupun berjalan menuju ruangan walk in closed.
Sementara itu di dalam ruangan kerja seseorang kini sedang sibuk memeriksa pekerjaan nya yang sengaja di bawanya ke rumah.Laki-laki itupun duduk di kursi kerjanya sambil pandangannya tertuju pada layar laptopnya.
Setelah semuanya pekerjaan nya selesai dia pun langsung keluar dari ruang kerjanya untuk menuju ke kamarnya.
Ceklek
Dia pun masuk kedalam kamarnya dan bertepatan dengan istrinya yang juga baru keluar dari ruangan ganti.
"Mamah sudah pulang? tanyanya kepada istrinya.
__ADS_1
" Hem".jawabnya sambil berjalan menuju meja rias.
Laki-laki itupun hanya bisa menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan.
"Mamah masih marah sama Papah? tanyanya masih berdiri tidak jauh dari tempat istrinya duduk.
" Menurut Papah Mamah masih marah apa tidak?
"Menurut Papah sih Mamah masih marah sama Papah".
" Nah itu udah tau,jadi Papah tidak usah banyak bicara sama Mamah karena Mamah belum bisa maafin kesalahan Papah ".
Diam-diam wanita itu melihat raut wajah suaminya dari balik cermin yang berada di hadapan nya terlihat di sana wajah suaminya itu berubah menjadi sedih.
"Jadi Mamah belum bisa maafin kesalahan Papah?tanyanya lagi
"Iya.Mamah belum bisa maafin Papah sebelum Papah meminta maaf sama putra kita".
Laki-laki itu terdiam saat mengingat putranya,pikirannya kini menerawang jauh akan sosok sang putra.Putra yang telah lama di harapkan nya tapi sekarang putranya membenci nya karena keegoisan nya.
"Apakah masih maaf untuk Papah Se? tanyanya dalam hati.
Lamunannya pun buyar saat istri nya kembali berkata
" Papah tidak tau Mah".jawabnya dan itu membuat istrinya langsung melihat ke arah nya
"Kenapa tidak bisa Pah?
" Karena Sehan sangat membenci Papah dan dia tidak ingin bertemu dengan Papah.
Bahkan tadi pagi saja dia masuk kerja".
"Ya Papah usaha lebih keras lagi untuk mendapatkan maaf dari putra kita, masa baru segini saja Papah sudah menyerah".ucapnya dan membuat suaminya hanya bisa terdiam.
" Ingat ya Pah, selama Sehan belum bisa memaafkan Papah maka Mamah juga tidak akan memaafkan Papah."
"Ah apa, itu tidak mungkin Mah".
" Kenapa tidak mungkin.Dengar ya pah jika Papah masih gengsi untuk meminta maaf sama putra maka Papah siap-siap kehilangan Mamah ".ancamnya dan membuat laki-laki langsung memeluk istrinya yang kini sudah berdiri.
" Ihh lepas pah, kenapa sih peluk-peluk Mamah, Mamah kan masih marah sama Papah ".katanya sambil mencoba melepaskan pelukan suaminya.
" Ngga Papah ngga akan melepaskan Mamah kalau Mamah tidak memaafkan kesalahan Papah ".
__ADS_1
" Kan Mamah sudah bilang kalau Papah harus minta maaf sama Sehan dulu dan setelahnya Mamah akan maafkan Papah ".
"Baik Papah akan meminta maaf sama Sehan.Tapi Mamah jangan menghindari Papah terus itu bisa membunuh Papah pelan-pelan".
"Itu cuma alibi Papah saja, mana ada orang di cuekin bisa membunuh,itu mah akal-akalan Papah saja".
Laki-laki itu terkekeh
" Hatiku, hati ku yang terbunuh Hanum sayang".ucapnya pelan di telinga istrinya dan itu membuat wanita itupun menjadi merinding saat mendengar suara suaminya yang mulai menggodanya.Tiba-tiba saja jantung nya berdebar sangat kencang saat suaminya itu merayunya dengan kata-kata manisnya.Sejenak wanita itupun terlena tapi dalam sekejap dia pun tersadar kalau dirinya sedang menghukum suaminya lalu dia pun langsung bersikap acuh kembali.
"Mamah ngga akan luluh Pah".ucapnya sambil melepaskan pelukan suaminya.
" Mamah kok jahat banget sama Papah".
"Apa Mamah jahat bukannya kebalik Papah yang jahat sama putra kita".
" Papah ngga jahat Mah, Papah hanya".katanya terhenti
"Hanya apa?Hanya yang terbaik untuk anak kita walaupun hidup putra kita akan sengsara karena keegoisan Papah, bukan begitu Pah?ucapnya dan membuat suaminya terdiam.
"Ingat umur Pah,umur kita itu sudah tidak muda lagi, jadi mulai sekarang belajarlah untuk menjadi orang tua yang bijaksana untuk putra tunggal kita.Buang jauh-jauh semua sikap angkuh Papah".ujarnya dan membuat laki-laki itu tidak bisa berkata-kata saat mendengar ucapan istrinya.
"Ingat loh Pah,selama Papua belum mendapatkan maaf dari putra kita maka selama itu pula Papah ngga akan mendapatkan jatah dari Mamah".ucap istrinya dan membuat suaminya terkejut
" Apa".katanya dengan sedikit frustasi mendengar ancaman dari istrinya.
"Dan jika Papah melanggar nya maka Papah akan memilih tinggal di tempat Sehan".katanya lagi sambil melihat kearah suaminya yang terlihat frustasi.
" Terus Mamah akan meninggalkan Papah sendirian di rumah ini?
"Bisa jadi."
"Mamah tega sama Papah?
" Kenapa tidak.Ingat ya Pah Papah itu di sini tidak tinggal sendirian di rumah ini ada begitu banyak orang jadi Papah tidak akan sendirian ".
" Tapi mereka kan hanya".
"Hanya orang lain".jawabnya dan membuat laki-laki itu hanya bisa menganggukkan kepala nya tanda iya.
"Makanya jadi orang tua itu jangan egois jadi rugi sendiri kan?ucapnya dan membuat suaminya bungkam hingga tidak bisa berbicara apa-apa.
"Senangnya bisa melihat seorang Tuan Gatra pengusaha besar bungkam." gumamnya dalam hati.
__ADS_1
bersambung