Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
167


__ADS_3

Emosi,kesal dan marah semakin menguasai hati Sehan. Laki-laki itu sekarang ini benar-benar sangat marah.Namun Ayah muda mencoba untuk mengontrol emosinya.Dulu dirinya hanya seorang remaja yang hidupnya di atur okeh Papah nya tapi sekarang dirinya tidak akan mau mengikuti kehendak Papahnya.Karena hatinya masih sedikit kesal itu membuat semua pekerjaannya yang sudah numpuk di atas meja kerjanya pun sama sekali tidak di sentuhnya.


Laki-laki itu tiba-tiba merasakan kepalanya sedikit pusing lalu dia pun menyandarkan kepalanya di sandaran kursi sambil memijit keningnya dan dia pun mencoba memejamkan kedua matanya, mencoba untuk tidur supaya pikiran nya yang sedikit kacau itu berubah menjadi kembali menjadi tenang.


Beberapa detik kemudian. handphone nya pun berdering, perlahan-lahan dia membuka kedua matanya lalu melihat id pemanggilnya.


"My wife"


Laki-laki itupun tersenyum dan seketika moodnya kini kembali, rasa sakit kepala yang dia rasakan tadi kini seketika mereda.


"Obat paling mujarab sakit kepala ku adalah adalah kedua bidadari surgaku." ucapnya dalam hati.


("Assalamualaikum, kak".)


"Waalaikumsalam, Be".


(" Apa kakak sedang sibuk?)


"Tidak sayang,ada apa?


(" Bisa video call, Samara kangen.)


Laki-laki itupun tersenyum


"Kalau Bundanya kangen ngga?tanyanya dan membuat


wajah istrinya seketika merona merah, mungkin jika laki-laki itu melihat nya sekarang pasti dirinya akan meledek nya.

__ADS_1


Tanpa kata ibu muda itupun langsung menggantinya dengan video call hingga tak lama terlihatlah wajah tampan suaminya yang kini sedang duduk di kursi kerjanya.


"Ya ampun bagaimana bisa suami ku terlihat sangat tampan dan membuat hatiku takut kalau ada wanita lain yang akan menggodanya".gumamnya dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya dan itu membuat suaminya mengerutkan keningnya.


" Be, kamu kenapa?tanyanya dan istrinya pun masih terus terdiam.


"Be".panggilnya sedikit khawatir.


Hingga beberapa panggilan akhirnya istri cantiknya itu pun tersadar dari lamunan nya.


" Kamu kenapa Be?


"Maaf kak tadi Ana melamun".


"Ngelamunin apa?


Beana pun membiarkan Ayah dan anak itupun saling bicara hingga akhirnya sang anak mengakhirinya karena tanpa terasa gadis kecilnya itupun tertidur di atas karpet bulu lembut.


Beana mengambil handphone yang masih menyala dan terlihat wajah suaminya.


"Sudah ya kak, Aranya sudah tidur".katanya sambil memperlihatkan posisi putrinya yang kini tertidur lelap di atas karpet.


" Cantiknya putri kita ya Be".


"Iya siapa dulu Bundanya".ucapnya dan membuat laki-laki yang berada di seberang itupun tertawa.


" Jangan lupa sayang, Ayahnya juga tampan ".ucapnya tidak mau kalah.

__ADS_1


" Iya, iya Samara kan memang putri kita".ucapnya dan membuat laki-laki itupun tersenyum.


"Aku lanjut kerja dulu,kamu baik-baik di rumah, jaga putri kita ya".katanya dan wanita itupun mengangguk iya.


Dan akhirnya video call keduanya pun berakhir dan Ibu muda itupun akhirnya kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi.


Sementara di tempat berbeda.


Seseorang kini sedang melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi dengan cepat.Di saat laki-laki itupun sedang sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba seseorang membuka pintu ruang kerjanya.


"Saya sudah bilang saya tidak mau diganggu".katanya tanpa melihatnya.


"Apa kedatangan ku mengganggumu?tanya seseorang dan membuat laki-laki yang sedang fokus mengerjakan pekerjaannya itupun langsung melihat ke sumber suara


"Mamah".ucapnya dan dia pun langsung bangun dari duduk nya dan menghampiri wanita yang melahirkan nya.


Keduanya pun berpelukan untuk melepas rindu.


" Kenapa kamu tidak pernah pulang ke rumah?Apa kamu tidak merindukan Mamah mu ini?tanyanya dengan mata basah karena air mata.


Laki-laki itupun hanya terdiam sambil mendengar kan semua ungkapan hati dari ibunya.Kini keduanya sedang duduk di sofa.


"Kamu tau tidak, beberapa hari lalu Santi membawa seseorang ke rumah.Santi membawa seorang gadis kecil dan anehnya kenapa wajah gadis kecil itu sangat mirip sama kamu Se!ucapnya dengan raut wajah sangat bahagia.


Sehan hanya bisa meneguk ludah, sungguh hatinya benar-benar sangat merasa bersalah karena telah menyembunyikan fakta kalau gadis kecil adalah anaknya.


"Maafkan Sehan Mah karena Sehan belum bisa jujur kalau Samara adalah cucu kandung kalian yang selama ini tidak di ketahui".gumamnya dalam hati.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2