
Kebahagiaan kini sedang menyelimuti hati Sehan, bagaimana tidak setelah beberapa minggu ini diam-diam laki-laki itu menjadi penguntit untuk kedua bidadari nya akhirnya kini laki-laki itu merasakan kebahagiaan yang tidak terkira setelah mendengar putri kecilnya itu memanggilnya dengan panggilan Ayah.Rasanya dirinya ingin berteriak sambil meloncat-loncat tapi karena merasa malu kepada putrinya jadinya dia pun hanya mengucapkan kata "Alhamdulillah ".
Sehan masih menggendong tubuh kecil putrinya itu dengan sayang. Perlahan-lahan tangannya kanannya mengusap-usap lembut kepala putrinya yang tidak tertutup hijab.Rambut putrinya panjang sebahu dan berwarna hitam itu semakin membuat gadis kecilnya itu terlihat begitu cantik berkulit putih seperti dirinya.Ya kalau dilihat-lihat seperti cerminan dirinya dalam versi perempuan.
"Putri Ayah duduk di sini dulu ya".
ucapnya sambil mendudukkan tubuh putrinya di kursi meja makan tapi tiba-tiba tangan laki-laki itu langsung di genggamnya kuat-kuat
"Ayah mau pergi? tanyanya dengan nada sedikit sedih karena takut Ayahnya akan pergi meninggalkan nya lagi.
Laki-laki itupun berjongkok di depan kursi di mana gadis kecilnya itu berada sambil tersenyum laki-laki dewasa itu langsung menggenggam kedua tangan putrinya.
"Ayah tidak akan kemana-mana princess, Ayah hanya ingin mengambilkan makanan pencuci mulut untuk kamu dan juga Bunda ngga jauh kok karena makanannya berada di dalam kulkas dan Ayah akan mengambilkannya untuk kamu".ucapnya menjelaskan.
" Oh gitu,Samara kira Ayah mau pergi jauh lagi".ucapnya polos dan itu membuat hati laki-laki dewasa itu merasa tertusuk ribuan duri yang sangat tajam,tanpa terasa kedua mendadak meneteskan airmata namun buru-buru laki-laki itupun langsung menghapus nya dan laki-laki itupun melihat kearah wanitanya yang masih berdiri di dekat wastafel.Keduanya saling bertatap muka dengan rasa bersalah yang memuncak di hati mereka berdua.Lalu wanita itupun langsung memutuskan pandangan nya saat tiba-tiba air matanya jatuh di kedua pipinya.Dia pun langsung memutar tubuhnya ke arah wastafel yang di dalamnya masih banyak cucian piring dan alat-alat makan lainnya.
"Aku kira selama ini hidup putriku sudah bahagia walaupun kami hanya hidup berdua tapi hari ini aku telah melihat dengan kepala ku sendiri kalau putriku ternyata sangat membutuhkan Ayahnya. ".batin Beana dalam hati hingga tiba-tiba seseorang mengusap-usap bahunya sambil membisikkan sesuatu di telinganya
"Maaf".
__ADS_1
Wanita itupun hanya menganggukkan kepalanya tanda Iya.
" Duduklah temani putri kita memakan makanan cuci mulutnya".
"Tapi cucian ini gimana? tanya nya sambil tangan kanannya menunjuk ke arah wastafel yang masih berisi piring dan alat-alat makan yang masih kotor.
" Biar aku saja yang mencucinya kamu temani putri kita saja".katanya sambil tersenyum dan wanita itupun akhirnya pun menurutinya.
Akhirnya wanita itupun melangkah menuju meja makan di mana putrinya kini sedang duduk manis di kursinya.
Tanpa kata wanita itupun langsung ikut duduk di samping kursi putrinya.
"Mau Bunda suapi?tanyanya dan gadis kecil itupun menganggukkan.
" Ayo buka mulutnya ".perintahnya dan gadis kecilnya langsung membuka mulutnya dan tak lama makanan itupun masuk ke dalam mulutnya lalu dia pun tersenyum senang.
" Ayah".panggilnya kepada laki-laki yang kini sedang berdiri di depan wastafel dan laki-laki itupun mematikan kerannya sementara lalu dia pun berbalik melihat kearah putri kecilnya yang mulutnya kini sedang sibuk memakan pudingnya.
"Iya ada apa princess?tanyanya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Apa puding ini Ayah yang buat?tanyanya ingin tau.
"Tentu saja.Memangnya kenapa princess puding nya tidak enak? tanyanya sambil menunggu putrinya kecilnya itu membuka suara karena mulutnya kini sedang mengunyah makanan.
" Puding buatan Ayah enak".ucapnya senang dan itu membuat Ayah muda itupun tersenyum mendengar pujian dari putrinya.
"Alhamdulillah, Ayah kira kamu tidak suka dengan puding yang Ayah buat".katanya sambil tersenyum senang sedangkan Beana hanya mendengarkan kedua orang yang di sayanginya itu sedang berbicara.
" Ayah bisa buatkan Samara puding yang seperti ini lagi".pintanya dengan wajah polosnya.
"Tentu saja untuk princess nya Ayah, kapanpun kalau kamu mau insya allah nanti Ayah buatkan".katanya dan membuat gadis kecil itupun langsung tersenyum senang.
" Baik."
"Sekarang lanjutkan memakan cemilannya".ucapnya sambil kedua matanya melihat kearah gadis kecil nya dia melihat putrinya sekarang sedang berjingkrak-jingkrak setelah turun dari kursi nya.Sontak saja dirinya terkejut dengan tingkah lucu putrinya.
" Princess nya Ayah benar-benar lucu ".gumamnya dalam hati lalu dia pun langsung melanjutkan pekerjaannya untuk mencuci piring.
Sedangkan Beana hanya bisa melihat laki-laki itu dengan begitu banyak pertanyaan salah satunya adalah
__ADS_1
" Sejak kapan laki-laki itu bisa melakukan pekerjaan kasar itu?
bersambung