Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
84


__ADS_3

Pagi pun tiba seperti biasa setelah sholat subuh Ibu muda itu sudah melakukan kegiatan nya di dapur.Walaupun matanya masih sedikit mengantuk tapi Ibu muda itupun harus melakukan nya walaupun tadi malam dirinya hanya tertidur sebentar karena pikiran nya masih saja terngiang dengan kata-kata putrinya.


Ibu muda terus saja melamun hingga tiba-tiba hidungnya mencium sesuatu dan dia pun langsung tersadar dari lamunannya dengan cepat dia pun mematikan kompornya.


"Astaghfirullahalazim.Ada apa dengan?Mengapa aku bisa ceroboh begini sih?


Karena kecerobohan ku, aku hampir saja membuat rumah ini hampir kebakaran".gerutunya sambil mengangkat penggorengan yang sudah hitam dan menaruh nya di wastafel dan merendamnya dengan air keran.


Air matanya pun menetes di kedua pipinya, hatinya sedih karena lauk yang di masak nya gosong.


"Ya Allah, ada apa dengan ku".katanya sambil mengusap air mata nya dengan tangannya.


" Aku tidak bisa memasak dengan suasana hati seperti ini. Lebih baik aku beli saja".ujarnya sambil menahan napas dalam-dalam lalu di hembus kannya dengan pelan.


Dengan langkah gontai, akhirnya dia pun mengambil kerudung nya lalu berjalan ke luar rumah untuk membeli makanan di luar.


Di sinilah Ibu muda itu kini berada di warung nasi uduk dan dia pun memesan empat nasi uduk,2 untuk dia dan gadis kecilnya dan 2 lagi untuk majikan barunya nanti dan dia pun memintanya agar nasi uduk nya itu di pisah dari lauknya.


Tak beberapa lama kemudian pesanannya pun selesai dia pun kembali lagi ke pulang ke rumah kontrakan nya.


Sampai di dalam dia pun langsung menuju kamarnya dan dia masih melihat gadis kecilnya masih tertidur lalu dia pun melanjutkan menuju dapur dan meletakkan nasi yang di belinya diatas meja.


Tak lama terdengar suara perutnya berbunyi.

__ADS_1


Krucuk.. krucuk


"Sepertinya perutku lapar lebih baik sarapan dulu".katanya sambil mengambil satu bungkus nasi lalu memakannya.


Sehabis makan Ibu muda itupun bersiap-siap untuk berangkat kerja dan dia pun melihat gadis kecilnya masih saja tertidur.


Dan seperti biasa dia pun menggendongnya ke rumah Bu Diah.


Saat menuju ke sana wanita separuh baya itupun melihat nya


"Sam nya masih tidur?tanya sambil menghampiri Ibu muda itu.


" Iya Bu".


Ibu muda itupun langsung menurutinya dan kini gadis kecilnya sudah berada di baringkan di kasur.


Beana pun keluar dari rumah itu.


" Kamu sudah mau berangkat? tanyanya.


"Iya Bu, ojeknya sudah nungguin di depan".


" Ya sudah hati-hati di jalan".katanya lagi.

__ADS_1


"Iya Bu. Assalamualaikum".katanya sambil mencium tangan Bu Diah dengan takzim.


" Waalaikumsalam ".jawabnya sambil melihat nya berjalan meninggalkan halaman rumah nya.


" Sungguh kamu Ibu yang hebat Ana".gumamnya dalam hati.


Beana pun menaiki ojek online yang di pesannya.Pikiran nya kini menuju ke arah paperback yang di bawa.


"Mudah-mudahan sarapan yang aku bawa ini tidak membuat perut majikan baruku itu sakit.Tapi bagaimana kalau perutnya nanti bermasalah dengan sarapan yang aku bawa?tanyanya terus dalam hatinya


"Aduh aku kok pusing".katanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan itu membuat tukang ojek online itupun menjadi bertanya


" Mbak,Mbak nya sakit?


Beana pun hanya cengengesan


"Ngga pak, saya baik-baik saja".ucapnya sambil menahan malu karena ketahuan melakukan hal aneh menurut nya.


" Oh gitu, ya sudah kita lanjut ya Mbak".


"Iya Pak".katanya sambil tersenyum.


" Aduh Beana, kenapa sih loh bodoh banget.Malukan loh jadinya".gerutunya dalam hati.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2