
Beana berjalan menyusuri jalan di sekitar taman.Sampai di taman dia pun mencari tempat duduk di kursi panjang.
Pandangan matanya melihat ke arah sekitar begitu banyak pengunjung di sana mungkin karena hari ini adalah hari minggu di mana semuanya sedang kini bersantai bersama keluarga.
Disaat dirinya sedang melamun tiba-tiba dirinya mendengar suara rintihan seseorang dan dia pun mencari di mana sumber suara itu berasal.
Setelah beberapa saat mencarinya, dia pun berhasil menemukannya.Tidak jauh dari tempatnya duduk dia melihat sosok seorang anak kecil berumur lima tahun sedang merintih kesakitan,anak itu memegangi kakinya sepertinya ada yang terluka.
Beana bangun dari duduk nya dan menghampiri gadis kecil itu.
"Adik kecil kenapa kamu menangis?tanyanya sesudah sampai lalu dia pun berjongkok untuk menyamai tinggi gadis itu.
Gadis kecil itupun melihat ke arahnya dengan mata basah.
" Kaki aku sakit kak tadi aku terjatuh".adunya sambil sedikit terisak.
"Mana yang sakit biar kakak lihat?tanya Beana sedikit panik.
" Sakitnya di sini kak".ucapnya sambil menunjukkan luka di lutut kaki nya yang mengeluarkan darah.
Beana merasa sedikit meringis saat melihat luka gadis itu lalu dengan gerakkan cepat gadis itupun langsung menggendong gadis itu untuk dibawa ke klinik.
Beana memberhentikan taksi lalu dia pun masuk sambil memangku gadis kecil itu yang masih menangis merasakan sakit.
Tidak beberapa lama kemudian mobil taksi itu berhenti di sebuah klinik kesehatan.
__ADS_1
Beana keluar dari taksi setelah membayarnya ongkosnya.Gadis itu berjalan sangat hati-hati karena saat ini dirinya sedang menggendong gadis kecil itu.
Sampai di ruangan pengobatan gadis itu langsung di tangani.
Lututnya yang robek pun langsung diobati lalu di tutup dengan plester.
"Sekarang lukanya sudah sembuh".ucap Dokter yang bertugas di klinik itu.
Gadis kecil itupun tersenyum senang karena lututnya yang sakit itu kini sudah berasa sakit lagi.
" Ayo ucapkan terima kasih sama Pak Dokter".ucap Beana.
"Terima kasih Pak Dokter".kata gadis kecil itu sambil tersenyum.
" Sama-sama cantik."
" Terima kasih pujiannya".ucapnya lalu melihat ke arah Beana.
"Karena lukanya tidak parah jadi pasien sudah bisa pulang".
" Baik Dok terima kasih".ucapnya dan Dokter itu masih berdiri di sana Beana yang hatinya begitu peka akhirnya berbicara lagi.
"Gadis kecil ini bukan siapa-siapa saya Dok, kebetulan kami sedang berada di tempat yang sama jadi hanya menolongnya Dok".
" Maaf saya kira gadis ini anak anda, sekali lagi saya minta maaf".
__ADS_1
"Tidak apa-apa Dok saya mengerti jadi anda tidak perlu meminta maaf".
Dokter itupun mengangguk iya lalu Dokter itupun pamit pergi meninggalkan ruangan itu.
Setelah kepergian Dokter itu Beana membawa gadis kecil itu keluar klinik dan kembali ke taman untuk mengantarkan gadis kecil itu kepada kedua orang tuanya yang mungkin sekarang sedang sibuk mencari-cari anaknya.
Di dalam taksi.
"Adik kecil boleh kakak tau siapa namamu?
"Lindsey kak".
"Wah nama kamu bagus banget".pujinya dan membuat itu tersenyum senang.
" Namamu cantik sama seperti orang nya ".
" Terus kamu ke taman sama siapa?
"Sama Mommy".
Beana pun terdiam sambil melihat gadis kecil yang sedang duduk di sampingnya.
Mobil pun sampai di taman dimana mereka tadi bertemu.Beana keluar dari taksi setelah membayarnya.
Gadis berhijab itu berdiri sambil menggendongnya.Dengan hati yang sedikit gelisah sampailah dia di tempat awal pertemuan dan saat dia menurunkan gadis kecil itu di kursi terdengar suara seseorang
__ADS_1
"Kau".
bersambung