Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
126


__ADS_3

Sehan duduk di meja pantry dengan raut muka yang sangat gelisah karena sedari tadi wanita nya itu masih mendiami nya, mungkin saja wanita nya kini sedang membalas dendam kepada nya karena sudah bersikap acuh kepada nya.


Wanita nya kini sedang mencuci beras untuk di masak di penanak nasi sedangkan lauk-pauk nya dia pun sengaja memesan online.


"Be".panggilnya.


" Hem".jawabnya dan membuat laki-laki itupun merasakan kalau wanita nya kini benar-benar membalikkan kata-kata nya tadi.


"Be".panggilnya lagi.


" Hem".jawabnya sambil tangannya sibuk memasukan panci ke dalam penanak nasi.


Kesal kini mulai di rasakan oleh laki-laki itu, hingga tanpa kata dia pun bangun dari kursi dan menghampiri wanita lalu memeluk nya dari belakang


"Be, jangan marah".ucapnya tepat di telinga wanita nya dan membuat wanita mendadak sedikit terkejut.


"Jujur aku tidak bisa tenang jika kamu masih terus bersikap acuh tak acuh sama aku.Jujur Be aku sangat cemburu".ucapnya masih di dekat telinga wanita nya dan membuat tubuh wanita itu tiba-tiba menjadi meremang.


" Cemburu? Cemburu sama siapa?tanyanya ingin tau.


"Ya sama siapa lagi sama Bimo lah".


" Sama kak Bimo kok bisa?tanyanya polos.


"Bisalah Be.Jujur saja aku tidak suka kamu memanggilnya dengan panggilan kakak".


"Ya kak Bimo kan umur nya kan dia atas Ana jadi wajarlah kalau Ana memanggilnya dengan sebutan kakak, kalau memanggilnya dengan panggilan nama saja itu tidak sopan kak".ucapnya membela diri.


" Aku tau tapi bisakah panggilan aku dan dia itu berbeda Be".protesnya.


Beana pun tersenyum


"Jadi maksudnya kakak ingin panggilan berbeda dari Ana".

__ADS_1


" Iya".


"Harusnya bilang kak jadi kakak tidak usah merajuk segala malu tau sudah jadi Ayah tapi kelakuannya masih sama dengan anak remaja.Kak tenang saja Ana akan memikirkan kira-kira panggilan apa yang pantas untuk kak Se,biar panggilan nya beda sama kak Bimo.Jadi selama Ana belum menemukan panggilan yang cocok jadi untuk sementara panggilan nya masih sama ya".ucapnya dan membuat hati laki-laki itupun mendadak menjadi begitu bahagia hingga tanpa berkata-kata laki-laki itupun langsung kembali memeluk erat wanita nya hingga wanita nya pun akhirnya bersuara lagi


"Kak Se, lepaskan kita ini bukan ma..".ucapan nya pun berhenti karena laki-laki langsung memotong ucapan nya.


" Bukan mahram kan".katanya dan wanita nya menganggukkan kepalanya tanda iya.


"Aku tau itu tapi aku tidak mau melepaskan nya".


" Kenapa?


"Karena kamu adalah wanitaku dan sebentar lagi aku akan menikahi mu".katanya serius dan membuat wanita itupun terkejut.


" Itu tidak mungkin kak".


"Mengapa tidak mungkin?


Tanpa kata laki-laki itupun langsung menuntun wanitanya untuk duduk di kursi yang ada di meja makan.


"Tunggu di sini dulu nanti aku kembali".ucapnya sambil berjalan ke arah tangga lalu berjalan naik ke atas menuju ke ruangan kerjanya dan mengambil sesuatu di dalam lacinya meja kerjanya.


Beana masih duduk dengan banyak nya pertanyaan di kepala nya.Semuanya tentang dirinya dan juga putrinya hingga dia pun tidak tersadar kalau laki-laki yang tadi pergi meninggalkan nya untuk mengambil sesuatu itupun sudah kembali tapi dirinya masih sibuk dengan lamunan nya.


Laki-laki itupun tersenyum lalu dengan pelan dia pun langsung menarik kursi dan dia pun duduk tepat di dekat wanita nya yang masih saja melamun.


"Melamun saja masih cantik".pujinya dalam hati.


Dengan pelan dia pun menyentil kening wanita nya dan membuat wanita itu menjadi terkejut


" Aw.. kak Se sakit".katanya sambil mengusap-usap keningnya yang tadi terkena sentilan.


"Habis dari tadi aku perhatikan kamu itu lagi melamun makanya karena takut kamu kemasukan jin atau apa jadi aku sentil. aja biar tersadar".ucapnya tanpa bersalah.

__ADS_1


"Itu mah alasan kakak aja".ucapnya dengan wajah cemberut dan itu membuat laki-laki itupun tertawa


" Aha.... aha".tawanya.


"Iih kak Sehan nyebelin banget sih!Bukannya meminta maaf sama Ana ini malahan ketawa." katanya protes.


"Iya, iya aku minta maaf ya Be.Apakah masih sakit? tanyanya sambil mengusap-usap kening wanita nya dan wanita nya itupun menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak.


" Sudah tidak lagi".katanya dan membuat laki-laki itupun tersenyum.


"Baiklah kamu sudah siap belum dengan kejutan yang akan aku berikan sama kamu?


" Memangnya kejutan nya apa?


"Be, Be kalau di kasih tau itu namanya bukan kejutan".


" Baiklah mana kejutannya ".


" Sebentar".katanya sambil mengeluarkan ponselnya dan dia pun mencari nomornya lalu menekannya hingga tak lama terdengar suara seseorang


"Halo, Assalamu'alaikum Ayah".katanya


" Halo,Wassalamu'alaikum Nak Sehan".balas dari seseorang dan Beana pun masih duduk terdiam. sambil terus memperhatikan laki-laki itu menelpon.


Hingga tak lama dia pun mengubah panggilannya menjadi video call dan memberikan ponselnya kepada wanita nya.


"Ini".ucapnya sambil menyerahkan ponselnya kepada wanita nya dan wanita nya pun tanpa bertanya langsung mengambil ponsel hingga kedua matanya kini fokus melihat ke arah ponsel.


Dan tiba-tiba dia pun terkejut saat melihat di ponsel itu terlihat seseorang yang kini sedang melihat nya dengan mata berkaca-kaca.


"Ayah".panggilnya dalam hati.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2