
Suasana di dalam apartemen mendadak begitu berisik dengan suara langkah seseorang yang terus saja mondar-mandir di depan kamarnya sambil sesekali kedua matanya melihat kearah ponsel dan juga ke arah wanita nya yang kini masih belum ada tanda-tanda akan sadar dari pingsannya.
Rasa gelisah terus saja merasuki relung hatinya.Bosan rasanya untuk menunggu kedatangan kakaknya yang akan membawa putrinya,tapi sampai sekarang sama sekali belum ada tanda-tanda orang yang di tunggunya itu akan datang.
"Kemana sih kak Santi, lama banget".gerutunya dalam hati.
Seandainya ada seseorang yang menggantikan nya untuk menjaga wanitanya mungkin saja sekarang ini laki-laki itu sudah pergi keluar untuk mencari keberadaan kakaknya yang membawa putrinya.
Hingga tak lama seseorang memanggilnya
"Kak Se".panggilnya dengan suara sedikit lemah.
Laki-laki itupun menoleh ke sumber suara dan bibirnya pun tersenyum saat melihat wanitanya kini sudah sadar dari pingsannya.
Dengan langkah cepat dia pun langsung melangkah mendekati tempat tidur di mana wanita nya kini sedang terbaring di sana.
"Alhamdulilah Be akhirnya kamu bangun juga".katanya sambil duduk di samping wanitanya lalu menggenggam tangan wanita nya dan mengusapnya lembut.
" Memangnya Ana kenapa kak?
"Kamu tadi pingsan Be, apa kamu tidak ingat?
" Ana lupa kak.Ana pikir tadi Ana hanya tidur saja".ucapnya sambil tersenyum.
"Kamu tau ngga Be aku benar-benar panik tadi, aku sangat takut kamu kenapa-kenapa.Aku benar-benar takut Be".ucapnya dengan wajah sedikit sedih.
" Maaf,karena telah buat kak Se khawatir ".ucapnya dengan raut wajah sedikit pucat.
"Iya,tapi aku mohon mulai sekarang jangan pernah abaikan makan biar kamu tidak sakit lagi. Jadi ingatlah ada aku dan Sam yang membutuhkanmu."
"Iya kak, terima kasih".
"Sama-sama".
Wanita itupun mengedarkan pandangannya untuk mencari sesuatu
" Ada apa?
"Apa Sam belum datang?
" Belum,mungkin sebentar lagi".
Di saat keduanya sedang mengobrol tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi
"Mungkin itu kak Santi dan Sam. Aku buka pintu dulu kamu istirahat saja nanti aku kembali".katanya sambil bangun dari duduknya lalu berjalan keluar dari dalam kamar setelah wanita nya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.
__ADS_1
Sehan menuruni tangga untuk menuju ke lantai satu.Laki-laki itu melangkahkan ke dua kakinya menuju pintu.Sebelum membuka pintunya dia pun mengintip dari balik kaca kecil di dekat pintu lalu dia pun melihat seseorang kini sedang berdiri sambil menggendong seorang anak kecil.
Ceklek
Suara pintu pun terbuka dari dalam dan terlihat lah seseorang wanita yang sedari tadi di tunggunya kini sedang berdiri sambil menggendong putrinya.
"Assalamualaikum".
" Waalaikumsalam kak Sam kenapa?
"Dia tidur".jawabnya dengan suara sedikit pelan karena tidak ingin membuat gadis kecil yang sekarang sedang berada di gendongan nya.
"Sini biar aku saja yang menggendong nya".ucapnya sambil mengambil alih putrinya untuk di gendongnya sedangkan wanita itu tanpa kata dia pun langsung menyerahkannya.
Hati laki-laki itupun sungguh bahagia karena bisa menggendong putrinya setelah hampir lima tahun dia tidak mengetahui kalau dirinya sudah memiliki seorang putri yang sangat cantik.
Sehan pun melangkah masuk. kedalam dalam apartemen fi ikuti oleh wanita itu.
" Mau di tidurkan di mana? tanya wanita itu sambil ikut berjalan di belakangnya.
"Di kamarku".
" Kamarmu?
"Iya, kan Beana juga sekarang ini sedang beristirahat di dalam kamar ku".ucapnya menjelaskan.
Sampailah keduanya di depan pintu kamar.
" Biar aku saja yang buka".ucapnya sambil membukakan pintu itu dengan pelan.
Ceklek
Pintu pun terbuka dan keduanya pun masuk ke dalam kamar itu.
Beana menoleh kearah pintu dan dia pun dapat melihatnya.
"Sam kenapa kak? tanyanya ingin tau.
" Sam tidur Be."
"Sini baringkan di samping aku".katanya sambil menaruh bantal di samping bantalnya.
Laki-laki itupun menurut lalu dengan hati-hati dia membaringkan tubuh putrinya di samping tubuh wanitanya.
" Makasih Bu karena sudah membawa Sam ke sini ".ucapnya sambil tersenyum.
__ADS_1
" Sama-sama Ana.Istirahatlah biar cepat sembuh ".ucapnya.
"Baik,terima kasih".balasnya sambil tersenyum.
" Kamu istirahatlah,aku mau bicara sama kak Santi".ucapnya sambil merapihkan selimut kepada kedua bidadari surga nya.
"Iya kak".
Lalu keduanya pun keluar dari dalam kamar menuju ruang kerja.Sampai di dalam keduanya pun berbicara dengan serius.
" Katakan kepada ku mengapa kakak bisa begitu lama menjemput putriku bukankah jarak apartemen dan tempat kontrakan Beana tidak begitu jauh".
"Hey adik laknat bisa ngga marah di pending dulu.Aku itu tamu di sini jadi bisa kan kamu sebagai di pemilik rumah itu memberikan tamunya minum. Kamu tau ngga aku ini lagi kehausan".katanya sambil tangan kanannya mengusap tenggorokannya yang kehausan.
Tanpa kata laki-laki itupun langsung menuju lemari pendingin yang berada di dalam ruangan kerjanya dan membukanya lalu dia pun mengambil dua minuman kaleng dan memberikannya kepada kakak nya.
"Nih".katanya sambil memberikan sebotol minuman kaleng kepada wanita yang sedang duduk tidak jauh dari nya.
Wanita itupun tersenyum
" Nah begini, makasih adikku".ucapnya sedangkan laki-laki itupun hanya acuh dan tidak berbicara apa-apa.
Wanita itupun langsung membuka tutup minuman nya dan langsung meminumnya.
"Duh segarnya".ucapnya karena merasakan tenggorokan nya kini sudah tidak lagi kering.
" Sudah tidak haus kan?
Wanita itupun menoleh ke arahnya
"Iya".
" Jadi bisa sekarang cerita mengapa kakak bisa terlambat mengantarkan Sam ke sini?
"Bisa".
Laki-laki itupun tersenyum
"Tadi kakak bawa Sam kemana?tanya nya
" Ke Rumah Mu ".ucapnya jujur.
" Apa".ucap laki-laki itu sambil melihat kearah kakaknya yang masih duduk tenang di tempat nya.
"Katakan kepadaku apa alasan kakak membawa Sam ke sana?
__ADS_1
" I... itu"
bersambung