Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
107


__ADS_3

Sehan melangkah mengikuti langkah laki-laki yang ada itu menuju ke arah pintu, dia pun membukanya setelah mengambil sebuah kunci di kantong celananya.


Ceklek


Terdengar suara pintu terbuka.


"Assalamualaikum".ucapnya setelah memasuki rumahnya.


Sehan benar-benar bingung saat laki-laki yang di papahnya ini mengucapkan salam sedangkan di dalam rumah sama sekali tidak ada orang.


" Kenapa Nak?


"Kenapa Bapak mengucapkan salam sedangkan sedari tadi tidak ada orang orang yang menjawab salam Bapak?


Laki-laki itupun tersenyum.


" Ini sudah kebiasaan Bapak saat masuk rumah untuk mengucapkan salam walaupun di dalam rumah ini dalam keadaan kosong ".katanya menjelaskan dan laki-laki muda itupun akhirnya pun mengerti.


" Maaf Pak saya tidak tau".


"Tidak apa-apa Nak Bapak mengerti".


Ya sudah sekarang saya antar Bapak kemana ke kamar atau di tempat lain?


"Tolong antarkan saya ke kamar saja Nak, saya ingin berbaring di tempat tidur".pintanya dan laki-laki itupun mengangguk lalu kembali memapahnya untuk ke kamar.


" Kamar Bapak yang mana? tanya Sehan saat melihat di dalam rumah itu hanya ada dua kamar.


"Kamar yang ada di paling pojok itu kamar Bapak".katanya lagi dan Sehan pun mengangguk.


Sepanjang perjalanan menuju ke kamar paling pojok itu pandangannya terus saja melihat ke arah dinding dimana terpajang banyak foto.Dan foto itu membuat nya kembali tersenyum.


"Ternyata dari kecil gadis polos ku memang sudah sangat cantik".pujinya dalam hati dan membuat laki-laki yang sedang di papahnya itu menjadi sedikit heran karena langkah laki-laki muda yang membantu nya itu tiba-tiba saja berhenti.


" Ada apa Nak?tanyanya

__ADS_1


"Ah itu".katanya sambil menunjuk sebuah foto seorang gadis berhijab yang sedang tersenyum.


" Itu foto putri Bapak".ucapnya dengan nada sedikit sedih.


" Putri Bapak?


"Iya,cantik ya putri Bapak? Cantik seperti namanya "Beana".


ucapnya sambil tersenyum saat mengingat putrinya.


Tapi itu hanya sesaat saja karena tiba-tiba wajah laki-laki itupun berubah terlihat sedih dan membuat hati Sehan merasa tidak enak hati.


"Mari Pak kita lanjutkan ke kamarnya".ucapnya mengalihkan pembicaraan dan laki-laki itupun mengangguk.


Sehan membantu laki-laki itu berbaring di tempat tidur setelah sesampainya di dalam kamar.


" Terima kasih Nak".Oh ya Bapak belum tahu nama kamu?


"Sehan.Nama saya Sehan Pak".katanya masih berdiri di samping tempat tidur.


" Baik pak".


"Nak Sehan ini asalnya dari mana?


" Saya dari Jakarta Pak".


" Jakarta?


"Iya Pak".jawabnya dan laki-laki itupun menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan nya dengan pelan.


"Apa Nak Sehan di sini sedang liburan?


" Tidak Pak. Saya di sini sedang ada pekerjaan".


"Oh gitu ya".Lalu Nak Sehan menginap di mana?

__ADS_1


" Saya baru akan mencari tempat menginap setelah dari sini Pak".


Laki-laki itu pun terkejut dengan ucapan laki-laki muda yang berada di hadapannya.


"Bagaimana jika Nak Sehan menginap di sini saja, kebetulan ada kamar kosong di dekat ruang tamu dan Nak Sehan bisa beristirahat di sana".


"Memang nya kamar itu tidak ada yang menempati nya Pak?


"Dulu ada tapi sekarang sudah tidak ada.Tapi Nak Sehan tenang saja kamarnya bersih kok karena sering di bersihkan".katanya menjelaskan.


" Baiklah saya akan menginap di sini".ucapnya dan laki-laki itupun tersenyum senang.


"Saya ke kamar dulu dan Bapak sekarang istirahatlah".katanya dan laki-laki itupun hanya mengangguk kan kepalanya tanda iya.


Sehan pun keluar dari kamar itu lalu dia pun berjalan keluar rumah dan langsung menuju ke mobilnya untuk mengambil kopernya yang berisi pakaian ganti.Sehabis itu dia pun langsung masuk kembali ke dalam rumah.


Dengan langkah pelan dia pun berjalan menuju ke arah kamar.Pelan-pelan di bukanya pintu kamar itu.


Ceklek


Suara pintu terbuka


"Assalamu'alaikum".ucapnya sambil melangkah masuk kedalam kamar itu.


Pandangan mata nya melihat sekeliling kamar itu,kamarnya sedikit besar dari kamar kedua orang tuanya dan sangat terlihat begitu rapi.Didekat meja belajar nya terdapat sebuah rak buku yang begitu besar di mana di sana terdapat begitu banyak buku-buku yang tertata rapi.


Sehan pun mendekati lemari itu dan mengambil salah satu buku lalu membacanya.


"Aku tidak menyangka ternyata kamar gadis polos ku ini sudah merangkap menjadi sebuah perpustakaan."ucapnya sambil menaruh buku yang di ambilnya dan meletakkan nya di tempat nya.


Kini pandangannya tertuju pada foto-foto yang berada di dinding.


" Be,maaf karena malam ini aku tidur di kamarmu".ucapnya sambil melihat foto gadis polosnya yang sedang tersenyum.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2