
Beana meletakkan masakan yang sudah matang di atas meja.Hari ini dirinya memasak nasi goreng,telur ceplok beserta kerupuknya.
Setelah selesai menyiapkannya dia pun kembali ke pantry untuk mencuci alat masak yang dia gunakan tadi.
Di saat wanita itu sedang sibuk di pantry Sehan dan juga asistennya pun kini sedang menuju meja makan untuk sarapan pagi.
Kedua laki-laki itupun tersenyum saat melihat diatas meja sudah tersedia makanan.
Sehan pun menarik kursi dan dia pun duduk sambil membalik piringnya dan mengisinya dengan nasi goreng dan juga telur ceplok beserta kerupuknya.
Dia pun melihat asistennya masih berdiri di samping nya itu lalu berkata
"Duduklah Bim temani aku sarapan".perintahnya.
Dan laki-laki itupun langsung menurutinya kini keduanya sedang asyik menikmati sarapan paginya dengan nikmat karena baru kali ini keduanya memakan masakan rumah, sebelum sebelum nya keduanya hanya memakan makanan yang di pesan secara online.
"Ternyata nasi goreng buatan Nona muda sangat lezat, pantas saja Tuan muda begitu menyukai nya".ucap Bimo dalam hati.
Sehan pun telah selesai dengan sarapan nya lalu dia pun kini bangun dari duduknya dan berjalan menuju ruang tamu untuk menunggu Bimo yang masih belum selesai makan.
" Alhamdulilah akhirnya kenyang juga".ucapnya dan dia pun langsung menuju ke arah pantry untuk menemui Beana.
"Ana".panggilnya ketika melihat wanita itu kini sedang berada di ruangan laundry untuk mencuci baju.
" Iya kak".jawabnya sambil mendekati laki-laki itu.
"Ini".katanya sambil memberikan sebuah kertas.
" Ini apa kak?tanyanya tidak mengerti.
"Itu nomor pin untuk kamu membuka pintu apartemen, jangan lupa hapalkan nomornya biar tidak lupa".pesannya.
__ADS_1
" Baik".
"Saya dan Tuan muda akan berangkat ke kantor, jadi kerja lah dengan rajin ya dan jangan lupa sebelum pulang masak untuk makan malam".
" Baik kak".
Kini tinggallah wanita itu sendirian. Beana berjalan menuju meja makan dan dia pun membersihkan meja itu setelah semuanya telah di bawanya ke pantry.
Saat mengelap meja samar-samar dia pun mencium sesuatu.
"Wangi ini seperti wangi parfum nya kak Sehan".ucapnya sambil terus menghirup wanginya.
" Hem rasanya menangkan setelah menghirup wanginya ".
Sesaat dia pun tersadar lalu dia pun menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Tidak-tidak Ana itu hanya halu mu saja".katanya sambil kembali ke ruangan laundry untuk mencuci pakaian.
Seorang anak kecil kini sedang bermain di temani oleh kakek dan neneknya.
Awal bangun tidur tadi gadis kecil itu menangis saat dirinya bangun tidak mendapati sang Bunda di samping nya dan dia pun akhirnya pun menangis.
Setelah di bujuk barulah dia pun diam.Kini gadis kecil itu sedang bermain dengan teman-temannya dan sang nenek duduk tidak jauh darinya agar bisa melihatnya bermain.
Sang suami juga ikut duduk di sampingnya.
"Lagi lihat apa Bu?
" Itu lagi lihatin Sam main".ucapnya dan laki-laki itupun melihat kearah halaman di mana terdapat anak-anak yang sedang bermain.
"Memangnya Ana pindah kerja Bu,kok pagi-pagi sudah berangkat biasanya kan siang?
__ADS_1
" Iya Pak.Sekarang Ana tidak bekerja di restoran lagi tapi sekarang di apartemen."
"Apartemen?
"Iya Pak".
"Apartemen siapa?
" Apartemen adik Bosnya Ana, itu loh punya restoran tempat kerja Ana yang dulu."
Laki-laki itupun mengangguk mengerti.
"Semoga saja Ana betah bekerja di tempat nya yang baru".kata istrinya.
" Mudah-mudahan saja Ana mendapatkan majikan yang baik ya Bu".
"Ya".
Keduanya pun masih betah duduk di teras sambil terus melihat kearah gadis kecil.Kehadiran Samara telah membuat hari-hari kedua menjadi hidup dengan celotehan nya. Sungguh kadang-kadang keduanya takut kalau suatu hari nanti gadis itu akan pergi meninggalkan keduanya.
"Semoga Sam dan Ana tetap betah tinggal di sini ya Pak".ucapnya dan laki-laki itu hanya terdiam.
"Sungguh pak Ibu belum sanggup untuk berpisah dengan mereka".katanya dan suaminya mengusap-usap punggung nya lembut.
"Ya mudah-mudahan saja Bu tapi kita tidak akan tau rencana yang di atas, kita serahkan saja semua kepada Allah karena sesungguhnya kita hanya manusia biasa".
Wanita itu hanya bisa terdiam sambil mencerna kata-kata suaminya.
" Aku hanya ingin membahagiakan Sam sebelum waktu itu tiba".katanya dalam hati.
bersambung
__ADS_1