Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
35


__ADS_3

Kereta berhenti di stasiun Senen seorang gadis berhijab sedang berdiri membenarkan tas ranselnya, setelah rapi gadis itu berjalan keluar dari gerbong kereta.


Langkah kakinya begitu cepat mengikuti langkah orang-orang yang berjalan di depannya.Di tangan kanannya ada sebuah paper back besar berisi oleh-oleh khas kota Bogor yang sengaja Ibunya berikan.


Gadis itu mempercepat jalannya agar bisa cepat sampai di luar stasiun untuk menaiki mobil angkutan kota menuju tempat kost nya.


Hingga di sinilah kini dirinya berada tepat di luar stasiun dan langsung menaiki mobil angkutan kota yang sedang berhenti tepat di dekatnya.


Setelah penumpang mobil angkutan kota itu penuh barulah mobil itupun bergerak meninggalkan area stasiun menuju ke jalan raya dan berbaur dengan kendaraan roda empat lainnya.


Beana memilih duduk di pojok kursi.Pikiran gadis itu sedang menerawang jauh.


"Apakah keputusan yang aku ambil ini apakah sudah benar atau sebaliknya keputusan ini akan membuat hidupku akan menderita?


Itulah pertanyaan yang selalu ada di dalam hatinya.Apalagi keputusan ini adalah langkah awal untuk hidupnya karena dengan dirinya mengambil keputusan ini otomatis dirinya akan banyak mengorbankan banyak hal mulai dari yang pertama dengan dirinya harus merelakan semua kebebasan pasti akan terenggut karena dirinya tidak bisa menikmati masa-masa remaja yang seharusnya di laluinya kini mau tak mau terpaksa dia pun harus meninggalkan nya karena keadaan nya kini sedang berbadan dua.

__ADS_1


Hal yang kedua adalah sekolah, sekolah yang awalnya akan bisa merubah keadaannya kini juga harus di tinggalkan dan otomatis semua cita-citanya juga harus kandas dalam sekejap saja.


Dan yang ketiga dirinya kini harus berjuang untuk mencari nafkah untuk dirinya sendiri dan juga untuk calon bayi nya.


Pandangan gadis itu menatap keluar jendela.


"Aku secepatnya harus cari tempat kost baru yang jauh lebih murah serta mencari pekerjaan, tapi pekerjaan apa? Aku saja belum lulus SMA.Pusing!gumamnya dalam hati sambil meremas rok panjang nya.


Di saat dirinya sedang sibuk dengan pikiran nya seseorang sedang memperhatikan nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


Di saat laki-laki itu masih sibuk dengan pikiran nya, mobil yang itupun berhenti tepat di depan gerbang yang bertuliskan tempat kost khusus untuk putri saat seseorang berteriak "stop".


Beana keluar dari mobil itu sambil tangannya sibuk menenteng paper back, setelah membayar gadis itu berjalan memasuki gerbang dan masuk ke dalam kostan itu.


Laki-laki itu hanya bisa melihat gadis yang telah mencuri hatinya itu hanya bisa menarik napas dalam-dalam saat menghirup aroma parfum yang di pakai gadis itu saat gadis itu berjalan melewati nya. Sungguh aromanya begitu wangi.

__ADS_1


"Sit.Lama-lama gue bisa gila kalau terus menerus menjadi pengagumnya. Andai saja diriku bisa mempunyai keberanian mungkin saja sekarang ini aku bisa berbicara kepada nya tapi sayang ini hanyalah angan-angan ku saja." ungkapnya dalam hati.


"Seandainya saja".ucapnya lagi.


Kembali ke dalam kostan, Beana membuka pintu kamarnya setelah terlebih dahulu membuka kuncinya.Terdengar suara ceklek pertanda pintunya sudah bisa buka.


" Assalamualaikum ".salamnya saat memasuki kamar kostnya setelah menutup pintunya.


Gadis itu menaruh tas dan paperback nya di atas meja dan pandangan matanya menatap ke arah tempat tidur.


"Rasanya aku ingin tidur".ucapnya sambil menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Hari ini gadis ingin bersantai menikmati rasa nyaman di dalam kostan ini sebelum hari esok yang banyak hal. yang harus di kerjaannya.


" Semoga aku kuat".gumamnya

__ADS_1


bersambung


__ADS_2