
Waktu sudah beranjak malam saat Sehan keluar dari kamar di mana putrinya tidur.Karena putri kecilnya tidur minta temani olehnya jadinya dia pun keluar dari kamar setelah putrinya sudah tertidur lelap.Sehabis dari kamar dia pun langsung berjalan k e ruangan tv untuk menonton tv karena tiba-tiba saja dirinya tidak merasakan mengantuk jadi sambil menunggu dia mengantuk barulah dirinya tidur.
Saat dirinya sedang asyik menonton tiba-tiba seseorang menyodorkan segelas teh hangat kepadanya.Tanpa ragu dia pun langsung mengambil gelas yang berisikan air teh hangat.
"Terima kasih Be".katanya lalu dia pun langsung menyeruput tehnya.
" Sama-sama kak".jawabnya sambil ikutan duduk di sofa.
"Tehnya enak".
" Terima kasih atas pujiannya ".katanya sambil tersenyum.
"Apa Samara sudah tertidur?
" Sudah.Kalau belum mana mungkin aku berada di sini".ucapnya sambil menyeruput tehnya dan wanita nya pun hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah putri kecilnya itu meminta agar tidur di temani oleh Ayahnya jadinya wanita ini ini pun memberikan keduanya waktu berdua agar semakin mengenal.
"Be".panggilnya dan membuat wanita itupun melihat kearah nya.
" Iya kak,ada apa?
"Ada yang ingin aku bicarakan kepadamu".ucapnya lalu dia pun terdiam untuk mengatur kata-kata yang pas untuk membicarakan nya
" Tentang apa?
"Tentang kita".ucapnya jujur tapi wanita itu masih menunggu kata-kata dari laki-laki yang menjadi Ayah kandung putrinya.
Sebelum berbicara serius laki-laki itu pun larut dalam lamunan nya
Sesaat dirinya teringat dengan peristiwa yang beberapa jam lalu saat dirinya telah mendapatkan kejutan dari putri kecilnya.Dari bibir mungilnya itu panggilan Ayah itu terdengar.
Terkejut,sungguh hatinya benar-benar terkejut saat mendengarnya.Sepertinya itu semuanya adalah mimpi tapi akhirnya laki-laki itupun sadar kalau itu bukanlah mimpi tapi sebuah kenyataan serta bukti yang nyata.
__ADS_1
Sungguh laki-laki itu tidak bisa berkata-kata hatinya sekarang ini begitu sangat bahagia,rasanya dirinya ingin teriak untuk menyalurkannya tapi laki-laki tidak melakukannya jadinya dia pun kini terus tersenyum-senyum sendiri.Mungkin jika orang yang melihat nya akan mengatakan kalau dirinya adalah orang tidak waras.
"Kak Se".panggil seseorang dan membuat lamunan dari laki-laki yang menjadi Ayah biologis putrinya itupun tiba-tiba hilang.
" Ah iya Be ada apa? tanyanya.
"Kakak melamun ya?
" Itu."
"Sudah lupakan. Sekarang coba katakan kakak mau membicarakan apa?
"Maaf".
" Kenapa meminta maaf kak. Kakak tidak salah jadi tidak perlu untuk meminta maaf".ucapnya dengan wajah sedikit kesal.
Laki-laki itupun terdiam sejenak lalu dia pun kembali melihat kearah wanita nya yang sedari tadi sibuk memasukkan cemilan ke dalam mulutnya.
"Maafkan kakak Be,tadi kakak melamun.Tapi jujur kakak hanya sedang mengingat kejadian beberapa jam sebelumnya pada saat Samara memanggilku dengan sebutan Ayah dan itu seakan-akan seperti mimpi.Kamu bisa bayangkan jika menjadi posisi seperti aku.Selama 5 tahun tinggal di luar negeri hidup terkekang dan selalu di awasi setiap hari tiba-tiba saja saat aku pulang aku mendapatkan kejutan yang sangat luar biasa karena sekarang ini aku sudah menjadi seorang Ayah,rasanya hati ini begitu sangat bahagia."
" Kakak kok malah tertawa? protes nya dan laki-laki itupun langsung menghentikan tawanya saat melihat wajah cemberut wanitanya lalu tangan kanannya langsung menyentil kening wanitanya karena menggemaskan.
"Ah kak sakit tau".
" Habisnya kamu itu bicaranya aneh-aneh saja."katanya sambil tersenyum dan wanitanya terlihat masih mengusap-usap keningnya.
"Kamu cemburu Be?tanyanya dan membuat wanita yang berada di samping nya itupun langsung melihat ke arah nya.
" Ah apa".
"Kamu cemburu kan?
" Ngga ".jawabnya sambil melihat kearah lain.
__ADS_1
Laki-laki itupun tersenyum
" Benar tidak cemburu?tanyanya lagi.
"Iya".
" Oke baiklah kalau begitu baiklah berarti seperti nya aku menerima wanita yang akan di jodohkan oleh ku".ucapnya sengaja ingin menguji wanitanya yang sedang berpura-pura tidak cemburu.
Saat mendengar kata perjodohan dari mulut laki-laki itu seakan-akan membuat hati Beana menjadi kesal
"Oh jadi begitu, jadi kakak mau menerima perjodohan itu?
"Tentu saja".
Hati Beana begitu panas saat mendengar nya lalu tanpa kata dia langsung mengambil bantal sofa lalu melemparkan nya ke arah laki-laki itu.
"Dasar kak Se jahat, Ana sebal sama kakak".ucapnya sambil terus melemparkan bantal ke arah laki-laki itu.
Laki-laki itupun hanya bisa menghindar hingga pada saat bantal-bantal itu sudah habis barulah dia pun menghampiri wanitanya dan memeluk nya.
"Aku cemburu kak".ucapnya dan laki-laki itupun tersenyum
" Aku tau".jawabnya
"Dari mana kakak tau?
" Dari sikap mu."katanya dan membuat wanita itupun hanya tertunduk malu karena sudah bertingkah seperti anak kecil.
"Maaf".
" Tidak apa aku suka.Jadi sering-seringlah cemburu biar aku merasakan aku sangat di cintai ".
" Kak Se aneh".ucapnya dan laki-laki itupun tertawa.
__ADS_1
bersambung