Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
174


__ADS_3

Suasana di dalam ruangan itu mendadak begitu menegangkan di mana pasangan pengantin baru itu kini sedang di menjalani sebuah sidang lebih tepatnya adalah di interogasi.


Pasutri muda itu kini duduk berdampingan sedangkan sang pemimpin sidang duduk di hadapan keduanya.


"Katakan sejak kapan? tanya si pemimpin sidang untuk memulai pembicaraan.


" Apanya Mah? tanyanya laki-laki muda di hadapan nya itu membuat si pemimpin sidang menjadi kesal.


Tanpa kata wanita itupun langsung melemparkan bantal sofa ke arah putranya


"Mamah nanyanya serius jawab pertanyaan Mamah tadi".


" Pertanyaan yang mana Mah? tanyanya dan membuat wanita itupun semakin meradang mendengarnya.


"Jawab atau Mamah tarik telinga kamu biar lebar seperti gajah".


"Memang nya bisa?tanyanya dan itu membuat ibunya menjadi semakin kesal


" Sehan ".ibunya berteriak dan membuat Beana langsung mencubit perut suaminya


" Aw sakit Be".katanya sambil mengusap-usap perutnya yang terkena cubitan istrinya dan membuat Ibunya akhirnya tertawa melihat putranya terkena cubitan.


"Sering-sering aja cubitnya Ana, Mamah ikhlas".


Laki-laki itupun memasang muka memelas kepada istrinya


"Jangan Be, itu namanya KDRT".


" Ya kalau suaminya kaya kamu mah tidak apa-apa Mamah sebagai ibunya tidak merasa keberatan.


"Mamah".katanya sedikit meninggi lalu tiba-tiba tangan kanannya langsung di genggam oleh istrinya lalu istrinya langsung menggelengkan kepala tanda tidak.Akhirnya suaminya pun menurut


"Ya baiklah".katanya mengalah lalu dia pun langsung melihat kearah ibunya.


"Kami menikah baru lima hari".jawabnya jujur dan membuat ibunya itu langsung terkejut.


" Apa baru lima hari?


"Iya Mah".


Wanita itupun menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan nya pelan-pelan dan setelah dirinya merasa lebih tenang barulah dia memulai pembicaraan kembali


" Mengapa kamu tidak memberitahukan Mamah Se?


"Ya kalau Sehan kasih tau Mamah nanti otomatis Papah tau juga".


" Ah iya Mamah lupa kalian berdua kan lagi perang dingin ya".


"Itu tau.Jadi Sehan minta sama Mamah tolong rahasiakan hal ini dari Papah ya".


" Iya".


Lalu ketiga pun terdiam sejenak hingga ibunya memulai pembicaraan lagi

__ADS_1


" Apa kalian berdua menikah siri?


Keduanya pun menggelengkan kepala nya tanda tidak.Ibunya pun menarik napas lega.


"Alhamdulilah Mamah senang mendengarnya.Mamah pikir pernikahan kalian adalah siri tapi ternyata kalian berdua tidak menikah secara siri itu tandanya pernikahan kalian sudah sah secara hukum dan juga agama.Lalu yang menjadi wali Ana siapa?


" Ayah Ana Mah".jawab menantunya dan membuat ibu mertuanya itu sedikit terkejut


"Apa Ayah kamu?Bagaimana bisa?


" Bisalah Mah,Sehan".ucapnya membangga-banggakan diri nya sendiri dan membuat ibunya menjadi jengah melihat kelakuan putranya.


"Apa Ayah kamu tidak memukuli anak Mamah?tanya nya kepada menantunya


" Tidak Mah".


"Kok bisa ya,ada seorang Ayah yang tidak marah kepada seseorang yang telah merusak putrinya?


" Ayah Beana beda Mah."jawab putranya.


Ibunya pun terdiam sambil terus berpikir


"Sudahlah Mah ngga udah di pikirin, semuanya sudah terjadi".


Ibunya pun manggut-manggut tanda mengiyakan perkataan putranya.


"Dan sekarang lebih baik kita keluar untuk makan siang kasihan putri Sehan sendirian di ruang tv".ucap nya dan membuat kedua wanita yang berbeda usia itupun langsung teringat dengan si princess.


Dan tanpa berkata kedua wanita itupun bergegas bangun dari duduknya dan melangkah keluar untuk menemui bidadari kecilnya.


Canggung itulah yang di rasakan oleh Beana,dirinya benar-benar tidak menyangka kalau dirinya akan bertemu dengan ibu mertuanya. Dia berpikir suatu saat nanti akan bertemu dengan ibu mertuanya tapi dirinya tidak menyangka kalau hari ini adalah hari di mana dirinya bertemu dengannya.


Seperti sekarang ini dirinya kini sedang berkumpul di meja makan untuk makan siang yang hampir terlewat.


Hati Ibu muda itu benar-benar merasa begitu gugup saat dirinya duduk berhadapan ibu mertuanya.Dan dia pun memakan makanan nya itu tanpa bersuara hingga acara makan siang itupun selesai.


"Ini kamu yang masak Ana? tanya ibu mertuanya.


" Iya Mah".


"Masakan kamu enak Mamah suka".


"Alhamdulillah".


" Lain kali kita masak bareng ya".katanya sambil memasukkan makanan nga ke dalam mulut nya.


"Boleh Mah".


Sehan pun tersenyum melihat Mamah nya menerima istrinya tanpa syarat.


Lalu wanita itupun mengambil minum di dalam gelas lalu meminumnya hingga isinya tinggal setengah.


" Sepertinya sebelum nya Mamah merasa kalau kita berdua pernah bertemu, tapi Mamah lupa pernah ketemu dimana".katanya sambil terus berpikir mencoba mengingat-ingatnya.

__ADS_1


Beana pun berpikir sejenak dan tak lama dia pun berkata


"Ana ingat Mah".


" Kamu ingat,di mana kita pernah bertemu?


"Di rumah sakit".jawab nya dan wanita itupun langsung menyunggingkan senyum nya.


" Iya kamu benar kita pernah bertemu di rumah sakit. Mamah ingat waktu itu kamu yang mengembalikan dompet Mamah yang jatuh di dekat apotik. Benarkan?tanyanya dan Beana pun langsung menganggukkan kepalanya tanda iya sedangkan Sehan masih hanya menyimak pembicaraan kedua wanita yang berbeda usia itu terus saja bicara.


"Oh iya, waktu itu kamu ngapain di rumah sakit?


Beana terdiam sejenak


" Ana mau USG Mah".jawabnya dan membuat kedua orang dewasa itupun langsung melihat kearah nya.


"Kamu USG Be?tanya suaminya dan istri nya pun menganggukkan kepalanya tanda iya.


" Jadi waktu kita bertemu kamu sudah mengandung? tanya mertuanya penasaran sedangkan suaminya melihatnya dengan perasaan bersalah di dalam hatinya.


"Sudah berapa minggu usianya?


" 12 minggu ".


Wanita itupun menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan pelan


"Seandainya Mamah tau kalau kamu itu gadis yang di cintai oleh anak Mamah mungkin kalian berdua tidak akan berpisah".


Beana hanya tersenyum


" Mungkin ini adalah ujian kami agar kami berdua bisa lebih menghargai, memahami bahwa hidup itu butuh perjuangan dan semua itu telah kami lalui bersama walaupun harus berpisah lama.Saya hanya berdoa jika memang masih berjodoh pasti akan bertemu juga dan akhirnya doa yang Ana panjatkan kini di kabulkan oleh Allah.Sehingga kami bisa mengikat janji suci sebagai pasangan suami istri".


Ibu mertuanya benar-benar terharu mendengar nya


"Pantas saja putranya jatuh kepada sosok wanita yang berada di hadapannya, ternyata hati menantunya begitu baik".gumamnya dalam hati.


Dia pun menggenggam kedua tangan menantu nya


" Terima kasih karena sudah bersedia menjadi istri dari putra Mamah dan terima kasih karena sudah menjaga cucu Mamah ".ucapnya dengan wajah terharu.


" Iya Mah.Sama-sama".


Keduanya pun mengakhiri pembicaraan saat semuanya sudah selesai makan.Ayah muda itupun pun mengajak


putrinya untuk sholat zuhur berjamaah dan gadis kecil itupun mengangguk dan kedua nya pun berjalan bergandengan tangan untuk menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu terlebih dahulu.


Di saat suami dan anaknya pergi barulah ibu satu anak itu langsung mengambil piring kotor lalu menumpuknya jatuh satu dan dia pun membawa nya ke wastafel untuk mencucinya.


Tapi sebelumnya dia pun membersihkan meja makan terlebih dahulu dan ibu mertua nya pun turut membantu nya memindahkan sisa makanan ke dalam kulkas.


Ibu mertuanya memperhatikan cara kerja menantunya sungguh wanita mida yang berada di depannya itu adalah wanita yang benar-benar sempurna di matanya.Dirinya melihat kedua tangannya begitu terampil mengerjakan semuanya.


"Memang tak salah putra ku memilihnya".ucapnya penuh bangga. Lalu tiba-tiba dia pun mengingat suaminya

__ADS_1


" Mungkinkah Papah juga akan mengatakan hal yang sama seperti apa yang barusan Mamah ucapkan jika melihat wanita pilihan putra kita?tanyanya dalam hati sambil terus melihat kearah wanita muda yang telah menjadi pilihan putranya.


bersambung


__ADS_2