
Sehan terus mengekori istrinya yang berjalan di depannya, sungguh hati kini benar-benar resah jika istrinya dalam mode seperti itu.Entah mengapa dirinya kini merasakan kalau gadis polosnya kini sudah berubah.Dulu gadis itu selalu bertutur kata dengan lembut dan tidak pernah marah kepadanya, tapi sekarang yang terjadi gadis polosnya seperti seekor singa jika sedang keluar marahnya.
Langkah nya pun berhenti saat dia melihat istrinya itu membuka pintu kamar anaknya. Dengan pelan Ibu muda itupun masuk dan mendekati tempat tidur putrinya.
"Pulas sekali tidurnya putrinya Bunda".katanya sambil merapihkan selimut putrinya dan memberikan kecupan di keningnya.
Setelah beberapa saat kemudian Ibu muda itu pun keluar dari kamar putrinya.Tapi dia pun terkejut saat pintu terbuka dirinya melihat suaminya yang kini sedang berdiri di depan pintu sambil tersenyum kepadanya.
"Kak Se ngapain kakak berdiri di sini?tanyanya setelah menutup pintu kamar anaknya.
" Nungguin kamu ".
" Nungguin Ana,kenapa nungguin Ana kak?
"Mau ajak kamu main".ucapnya sambil tersenyum smirk dan membuat wanita itu mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti.
"Memangnya kakak mau memainkan permainan apa? tanyanya polos dan itu membuat laki-laki itu lagi-lagi tersenyum melihat kepolosan istrinya.
" Ah kak Se".ucapnya sedikit terkejut
Tanpa menjawab laki-laki itupun langsung menggendong dan membawanya ke kamar mereka untuk menunjukkan permainan apa yang di lakukan oleh pasangan sah.
Sementara di tempat lain
Seseorang kini sedang duduk terpaku di dalam sebuah ruangan kecil di dalam sebuah rumah kecil.Dia memperhatikan setiap sudut tempat itu hingga tak terasa butiran-butiran bening jatuh dari kedua matanya.
__ADS_1
Dulu kedua tangannya yang pertama kali menggendongnya, merawatnya hingga bayi yang masih merah itu kini sudah tumbuh besar menjadi anak yang sangat cantik, pintar di usia nya yang masih empat tahun.
Perlahan-lahan dia pun berjalan masuk ke dalam kamar di mana gadis kecil itu tertidur.Masih teringat bagaimana manja nya gadis kecil itu kepada nya.
Dia mengambil selimut yang masih ada di atas tempat tidur lalu di peluknya dengan erat.
"Padahal ini belum satu hari Samara pergi tapi Nenek sudah merindukan kamu sayang".ucapnya dengan air mata yang terus mengalir membasahi kedua pipinya.
Pemandangan itupun membuat seseorang pun kini juga menangis saat melihat wanita nya kini sedang menangis di dalam kamar itu.
Tidak bisa di pungkiri bahwa hatinya kini sedang benar-benar bersedih setelah kepergian Samara cucu kesayangan mereka.
Walaupun Samara bukan cucu kandung mereka tapi kasih sayang keduanya begitu besar dan sangat tulus.Sungguh kasih sayang keduanya melebihi kasih sayang mereka kepada cucu kandung nya.
"Sabar Bu".ucapnya sambil mengusap-usap punggung istrinya lembut.
" Ibu kangen sama Ara Pak".katanya dan membuat laki-laki itu hanya bisa terdiam tanpa bisa bicara.
"Entah bagaimana hidup Ibu besok tanpanya Pak!Sungguh Ibu benar-benar belum bisa ikhlas melepaskan nya".ucapnya sambil menangis.
" Bapak tau Bu karena Bapak juga merasakannya tapi bukankah cucu kita sekarang sudah berkumpul dengan kedua orang tuanya. Seharusnya sekarang ini kita bahagia karena telah melihat cucu kita sudah bahagia bersama Ayah dan Bundanya."ucapnya dan membuat tangis wanita itupun akhirnya berhenti lalu melihat kearah suaminya.
"Bapak benar, Samara kini sudah bahagia."
"Kita masih bisa mengunjunginya Bu, Samara kita tidak pergi jauh dia masih tinggal di kota yang sama dengan kita".ucapnya menyemangati istrinya.
__ADS_1
Wanita itupun menganggukkan kepalanya karena apa yang di katakan oleh suaminya adalah benar.
" Jujur saja Bu Bapak masih tidak menyangka kalau Ayah Samara adalah anak dari seorang konglomerat, sekarang Bapak tau alasan Ana bersembunyi".ujarnya dan membuat istrinya langsung melihat nya.
"Maksud Bapak?tanyanya penasaran.
"Alasannya adalah Samara".
"Samara,apa hubungannya dengan Samara Pak?
" Karena Samara adalah anak kandung dari seorang pewaris dari perusahaan besar Bu dan keselamatan bisa saja terancam mungkin itu alasannya kenapa Ana mencari tempat tinggal yang jauh dari kota besar ".
" Ternyata menjadi orang kaya itu tidak enak ya Pak?
"Itu tergantung bagaimana kita menjalaninya Bu.Sekarang lebih baik kita keluar dari sini Bu".
Wanita itupun terdiam sejenak sambil menarik napas dalam-dalam lalu dia pun menghembuskan nya pelan-pelan.Setelah merasa sedikit tenang wanita itupun langsung menaruh kembali selimutnya di atas tempat tidur lalu dia pun beranjak keluar dari rumah kontrakan dan menguncinya.
"Apa Ibu mau mengontrakkan rumah ini kepada orang lain? tanya suaminya sambil berdiri di dekat teras rumah.
" Sepertinya dalam waktu dekat tidak Pak".
Laki-laki itupun hanya bisa terdiam saat mendengar ucapan istrinya barusan, sungguh dalam hati kecilnya masih berharap kalau Ana dan Samara akan kembali ke sini.
bersambung
__ADS_1