
Sehan melihat pintu ruang kerjanya itu kembali tertutup setelah Wanita yang menjadi cinta pertama nya pergi.
Berulang kali wanita itu mencoba membujuknya untuk pulang ke rumah besar tapi lagi-lagi Sehan pun menolaknya dengan alasan ingin hidup mandiri.Padahal
sebenarnya terjadi adalah di dalam hati kecilnya masih menyimpan rasa kesal dengan laki-laki yang menjadi Papahnya itu.
"Sampai kapan aku harus menyembunyikan status Beana sebagai istri dan juga status Samara sebagai putri ku".gumamnya dalam hati.
Akhirnya setelah menenangkan pikiran nya sejenak dia pun langsung melanjutkan pekerjaannya cepat selesai dan pulang ke apartemen lebih cepat.
Waktu menunjukkan pukul empat sore dan itu membuat hati Sehan yang sedari tadi di liputi rasa rindu kepala kedua bidadarinya itupun akhirnya kini tersenyum lebar.
"Akhirnya kelar juga, ngga sabar ingin cepat bertemu kedua bidadari di rumah".ucapnya sambil merapihkan kerjaannya lalu bangun dari kursinya berjalan keluar dari ruangan kerjanya.
Saat pintunya di buka dia pun melihat asistennya sudah berdiri menunggu nya.Tanpa berkata apa-apa Sehan pun berjalan menuju ke luar kantor di ikuti asistennya.
Mobil pun melaju menuju apartemen sungguh laki-laki itu sangat merindukan kedua bidadari nya.
"Kalian berdua sekarang sedang apa? tanyanya dalam hati.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit akhirnya mobil mereka pun sampai di basement apartemen.
" Kamu langsung pulang saja Bim!Besok pagi jemput saya seperti biasa".perintahnya dan laki-laki itupun menganggukkan kepalanya tanda iya.
"Baik Tuan.Saya permisi".
pamitnya lalu tak lama mobil itupun kembali bergerak meninggalkan area apartemen.
Laki-laki itupun bergegas masuk ke dalam lift yang terbuka lalu dia pun menekan tombol untuk menuju unitnya.
__ADS_1
Tak lama pun akhirnya dia pun sampai lalu masuk kedalam apartemen setelah menekan nomor pin nya.
Ceklek
suar pintu terbuka dari luar dan dia pun langsung masuk setelah menutup pintunya.Tiba-tiba bibir nya tersenyum saat dirinya kini mencium aroma masakan yang sangat menggugah selera.
Perlahan-lahan laki-laki itupun melangkah menuju sumber aroma yang menggugah seleranya.Dari jauh dia pun dapat melihat wanita nya kini sedang memasak.
Laki-laki itu terus memandangi wanita yang sedang sibuk dengan kegiatannya.Sungguh kedua tangan wanitanya itu begitu lihai dalam memotong sayur-sayuran dan bawang merah juga yang lainnya.Sampai-sampai dirinya sama sekali tidak menyadari keberadaan laki-laki yang teleh menjadi suaminya.
Dengan langkah pelan dia pun langsung memeluknya dari belakang dan ibu muda pun langsung terkejut
"Kak Se".
" Kok kamu tau?tanyanya sambil menjatuhkan kepalanya di bahu istrinya.
"Karena wangi parfum kakak".ucapnya sambil terus menerus kan memotong sayuran.
"Segitu cinta nya kamu sama aku sampai-sampai kamu begitu hafal wangi parfum ku".
" Iya dan itu membuat Ana hampir gila karena wangi parfum yang di pakai kakak".
Laki-laki itupun terdiam.
"Maaf".
" Kenapa kakak minta maaf?
"Karena membuatmu hampir gila karena memikirkan ku".
__ADS_1
" Tidak masalah kak, semuanya sudah berlalu jadi lupakan saja."
"Terima kasih Be".
" Sama-sama Kak ".
" Samara kemana kok tidak ada? tanyanya
"Ara sedang bermain dengan mainannya di kamarnya".
Sehan semakin memeluk tubuh istrinya.
" Kak Se, lepaskan. Ana mau masak".
"Ya kalau mau masak ya masak aja".ucapnya semakin mendekatkan bibirnya di ceruk leher istrinya dan itu membuat wanita itupun menjadi sedikit risih dan geli.
" Ngga bisa kak, Ana tidak fokus memasak kalau kakak terus saja menggangguku".
"Jika tidak ingin aku terus mengganggumu,maka sekarang ini kamu harus mengabulkan keinginan ku".
" Apa keinginan kakak, cepatlah. kakak katakan! ucapnya penasaran.
"Cium bibir ku".katanya berbisik di telinga wanita nya dan membuat wanita itupun
melorotkan kedua matanya
" Apa...
bersambung
__ADS_1