
Jam menunjukkan pukul setengah lima Beana bangun dari tidurnya tapi saat dirinya ingin bangun dia merasakan tubuhnya begitu berat karena ada seseorang yang sedang memeluk tubuhnya dari belakang.
Pandangan matanya mengarah ke arah perutnya di mana terlihat sebuah tangan kekar melingkar di pinggang rampingnya.
Wanita itupun tersenyum lalu dengan pelan dia pun memindahkan tangan suaminya itu lalu dengan pelan dia pun bangun dari kasur untuk mandi dan melaksanakan sholat subuh karena seperti nya azan subuh kini sudah terdengar.
Saat wanita itu ingin membuka pintu tiba-tiba dia mendengar suara seseorang
"Be".panggilnya dan wanita itupun menoleh ke sumber suara dan dia pun melihat seorang laki-laki kini sedang duduk di kasur sambil melihat nya
" Kakak sudah bangun?
"Iya.Kamu mau kemana?
"Ana mau ke kamar mandi kak".ucapnya dan laki-laki itupun melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul setengah lima lewat.
Tanpa kata laki-laki itupun langsung bangun dari tempat tidur lalu kini berjalan menuju pintu di mana istrinya kini masih berdiri di sana.
"Loh kakak mau kemana?tanyanya saat melihat suaminya itu langsung berjalan mendahului nya.
" Mau mandi, kenapa kamu mau ikut? tanyanya ingin mencoba menggoda istrinya dan benar saja sedetik kemudian wajah istrinya berubah menjadi merah seperti kepiting rebus.
"Kamu kanapa Be?tanyanya masih berdiri di depan pintu kamar mandi karena masih ingin menggoda istrinya.
" Memangnya Ana kenapa kak? tanyanya salah tingkah.
"Itu wajah kamu merah".ucapnya dan membuat wanita nya itupun memegangi keduanya pipinya
" Ngga usah di pegangin Be nanti merah ilang loh".candanya dan membuat wanita itupun berlari untuk memberi pelajaran kepada laki-laki yang menjadi suaminya tapi belum sempat dia mendekati tubuh suaminya pintu kamar mandi itupun langsung tertutup.
__ADS_1
Brak
"Kak Se nyebelin. Awas nanti biar Ana balas".Ucapnya mengancam tapi lagi-lagi laki-laki itupun hanya tertawa mendengar kata ancaman dari mulut istrinya.
" Beraninya kamu mengancam aku Be. Kita lihat saja siapa yang akan menang nanti".ucapnya sambil tersenyum smirk.
Acara mandi pun selesai kedua pasangan suami istri itupun kini sedang duduk di atas sajadah sambil mengangkat kedua tangannya untuk berdoa.Beana masih duduk dengan khusu sambil mulutnya mengaminkan semua doa yang di panjatkan oleh suaminya.
Setelah nya dengan takzim mencium tangan kanan suaminya.Sungguh inilah kebahagiaan yang sungguh tidak ternilai harganya karena mempunyai belahan jiwa yang benar-benar menenangkan jiwa.
"Ara belum bangun Be? tanyanya sambil melihat istrinya yang sedang melipat mukena.
" Sepertinya belum kak.Memang nya kenapa?tanyanya sambil melihat kearah suaminya.
"Tidak apa-apa sih.Aku hanya ingin memastikan sesuatu saja".ucapnya santai.
"Itu tau."jawabnya singkat dan membuat wajah wanitanya itu terlihat begitu kesal lalu dia pun bangun dari atas sajadahnya lalu melihatnya dan menaruhnya di atas meja.Dan membuat suaminya pun akhirnya bertanya
" Kamu mau kemana?
"Mau masak buat sarapan pagi".katanya sambil berjalan menuju dapur tiba-tiba tangannya langsung di tarik hingga tubuhnya akhirnya jatuh tepat di pangkuan suaminya yang kini sedang duduk santai di yang beralaskan karpet bulu.
Bruk
"Kak".katanya mencoba bangun tapi kembali lagi laki-laki itu kini sudah menarik pinggangnya dan dia pun langsung memeluknya.
" Biarkan seperti ini dulu ".ucapnya sambil menjatuhkan kepalanya di bahu istrinya sambil mencium leher jenjang istrinya dan membuat tubuh wanita itu menjadi mendadak seperti tersetrum.
" Kak".ucapnya sambil memegangi tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya.
__ADS_1
"Hem".jawabnya masih terus melakukan hal yang sama yaitu membuat tanda kepemilikan di leher jenjang istrinya.Hingga tak terasa laki-laki telah begitu banyak membuatnya.
Laki-laki itupun tersenyum melihat begitu banyak karyanya yang telah di buatnya.
" Cantik ".pujinya dalam hati.
Hingga beberapa saat kemudian kegiatannya pun terganggu saat mendengar panggilan seseorang dari dalam kamar.Sedangkan keduanya kini sedang berada di ruang depan.
" Kak sepertinya Ara sudah bangun".ucapnya sambil melepaskan tangan suaminya yang masih melingkar di pinggangnya.
"Sebentar lagi Be nanggung, aku belum selesai".
" Tapi kak,anak kamu itu panggil kamu terus".
Akhirnya laki-laki itu melepaskannya wanitanya dengan hati sedikit kecewa karena lagi-lagi gagal untuk bermesraan dengan wanitanya.
"Kali ini kamu aku bebaskan Be lain kali tidak akan karena suami ini akan mengurung mu di dalam kamar sepanjang hari".ucapnya dan membuat hati wanita nya itupun mendadak sedikit takut.
" Ihh kak Se itu kejam banget tau".
"Biarin, biar Samara cepat punya adik".ujarnya sambil tersenyum penuh dengan kemenangan karena melihat wajah panik istrinya.
"Dasar kakak mesum".umpatnya.
bersambung
"
"
__ADS_1