Hijab Yang Ternoda

Hijab Yang Ternoda
166


__ADS_3

Wajah Sehan berubah menjadi merah karena menahan emosi yang sebentar lagi akan meledak. Kedua tangannya mengepal ingin sekali menarik paksa seseorang yang kini sedang berada di ruangan kerjanya.


Bimo pun langsung gerak cepat mengusir orang itu yang telah membuat Tuan Muda nya itu sangat marah.


Akhirnya Bimo pun berhasil mengusirnya dengan cepat dan orang itupun keluar dari ruangan Bosnya dengan wajahnya yang sangat marah merasa sangat terhina karena di usir.


Sumpah serapah terus di lontarkan dari mulut orang itu tapi Bimo tidak memperdulikan nya karena menjalankan tugas dari Tuan Muda nya.


Selepas orang itu pergi, Bimo pun kembali masuk keruangan kerja Tuannya.


"Bagaimana apa perempuan itu sudah pergi? tanyanya setelah asistennya kembali.


" Sudah Tuan Muda ".jawabnya.


"Panggil Nayla ke sini".


perintahnya dan laki-laki itupun mengangguk lalu dia pun keluar dan kembali bersama seorang wanita.Kini keduanya berdiri dengan hati gelisah karena keduanya melihat atasan mereka dalam suasana yang tidak baik-baik saja.


" Sudah berapa lama kamu bekerja di sini?tanyanya sambil melihat kearah perempuan berdiri di samping asistennya.


"Tiga tahun Pak".jawab


perempuan itu sambil menundukkan kepala nya karena tidak berani melihat atasannya yang dalam mode serius.


"Sudah lama ya?tanyanya dan perempuan itupun mengangguk kan kepala tanda iya.Hingga perempuan itupun tiba-tiba mendadak saat terkejut saat mendengar apa yang di katakan oleh atasannya selanjutnya


"Bimo".panggilnya dan membuat laki-laki yang menjadi


"Kamu urus pesangon untuknya".ucapnya tanpa melihat nya dan perempuan itupun hanya bisa terdiam menerima keputusan dari atasannya.


Sungguh wanita itu merasa menyesal.Sedangkan Bimo langsung pergi ke ruangan nya untuk mengerjakan tugasnya.

__ADS_1


Dengan langkah lesu wanita itupun melangkah menuju ke arah luar.Tapi langkah nya terhenti saat mendengar suara atasannya


"Tunggu".katanya dan wanita itupun menghentikan langkah nya lalu berbalik menghadap ke arah Tuannya dengan menundukkan kepalanya.


"Iya Tuan".


"Atas izin siapa wanita itu bisa masuk ke ruang kerjaku?


"Tu.... Tuan Besar".jawabnya sedikit gugup.


Sehan hanya bisa terdiam lalu dia pun mengibaskan tangannya untuk menyuruh wanita itu pergi.


" Lagi-lagi laki-laki tua itu".ucapnya dalam hati emosi.


Setelah wanita itu pergi laki-laki itupun langsung melangkah keluar dari ruangan nya lalu menuju keruangan Papah nya.


Saat tiba di depan pintu sekertaris Papahnya pun mencoba menghalanginya karena Tuan Besar sedang ada tamu.Tapi karena hati Sehan kini sedang emosi jadi laki-laki itupun tidak menghiraukannya hingga terdengar suara pintu


Suara pintu di buka dengan kasar.


Semua orang yang berada di dalam ruangan itupun langsung melihat kearah pintu yang baru saja terbuka.Terlihat lah seorang laki-laki muda masuk dengan wajah dingin.


"Sehan".panggil Papahnya.


Pemuda itu hanya berdiri sambil melihat kearah dua orang yang sedang duduk di sofa.Emosinya semakin mengular saat melihat wajah seseorang yang sudah membuat moodnya rusak.


" Kau bukankah tadi aku sudah mengusir mu?tanyanya


Wajah wanita itupun berubah pias dan takut.


"Sehan, kenalkan ini Wulan anak Pak Ridwan".ucap Papahnya untuk mencairkan suasana yang sedikit tegang.

__ADS_1


Sehan menatap ke arah Papahnya.


"Tidak ada urusannya dengan ku".


"Se, Papah hanya ingin kalian saling mengenal dulu".


"Licik sekali Anda.Aku sudah pernah mengatakan kepada Anda Aku hanya ingin gadisku tapi sudah hampir lima tahun Anda mencarinya tidak pernah menemukan nya.Jadi jika Anda ingin mencarikan Aku seorang wanita yang Aku inginkan hanya satu yaitu gadisku".


Laki-laki separuh baya itupun terdiam lalu Sehan pun menatap kepada kedua orang asing yang telah membuat hatinya kesal.


"Kalian berdua lebih pergi atau Aku akan memanggil petugas keamanan untuk mengusir kalian".katanya dan tanpa kata keduanya pun pergi dari ruangan itu karena menghindari kemarahan dari laki-laki muda itu.


"Mengapa kamu mengusir mereka Se, mereka berdua itu adalah tamu Papah."


"Tamu yang begitu lancang memasuki ruangan kerjaku tanpa seizin ku apakah itu di sebut seorang tamu?


" Se, Papah tau kamu sedang emosi tapi Papah melakukan ini hanya untuk kebahagiaanmu ".


Sehan pun tertawa sambil bertepuk tangan.


"Apa Anda bilang semua demi kebahagiaan ku,Anda kira sekarang ini Aku bahagia?jawabannya adalah tidak karena kebahagiaan ku telah Anda renggut paksa lima tahun lalu.


Sekarang ini yang Aku butuhkan hanya gadisku,hanya dia kebahagiaan ku. Apakah Anda bisa mengembalikan nya kepada ku?


Laki-laki tua itu pun hanya terdiam tanpa bisa menjawabnya


"Aku sudah bisa menebak nya.Mulai sekarang jangan pernah Anda mencampuri urusan pribadi ku atau Anda ingin melihat wanita yang Anda cintai itu akan semakin membenci Anda?Jadi Aku peringatkan Anda sekali lagi jika ingin masih melihat Aku berkerja di sini lebih baik Anda bersikap layak nya atasan yang baik.Dan satu lagi Aku tidak suka ada seorang penguntit yang sering mengikuti ku jadi bisakah Anda berhenti atau Aku akan bertindak ".katanya sambil melangkah keluar dari ruangan itu.


Laki-laki separuh baya itupun hanya bisa terdiam sambil melihat putranya pergi


"Se, maafkan Papah".lirihnya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2