
Ceklek
Terdengar suara pintu di buka dari luar.Pintu pun terbuka terlihat seseorang masuk ke dalam ruangan itu.
"Kamu dari mana Mah kok lama banget?
Wanita itupun mendekati brankar tempat seorang laki-laki sedang terbaring lemah di atasnya.
" Maaf ya Pah kelamaan, tadi di bawah terjadi sesuatu jadi Mamah ke sini nya jadi lama".
"Memangnya ada hal apa?
" Tadi saat Mamah jalan mau ke menuju lift tiba-tiba handphone Mamah berbunyi lalu Mamah mengambil handphone di dalam tas Mamah tidak sengaja dompet Mamah jatuh Pah dan ada seorang gadis cantik yang mengembalikan dompet Mamah".ucapnya dan laki-laki itu masih menyimak saja.
"Papah tau ngga, saat Mamah memberikan uang sebagai ucapan terima kasih gadis itu tidak menerima nya dan gadis itu hanya mengatakan bahwa dia ikhlas membantu Mamah".
"Mamah itu tidak menyangka sekarang ini masih ada orang yang seperti gadis itu".
" Seandainya saja gadis itu menjadi menantu kita pasti sangat menyenangkan ".ucapnya dengan wajah terlihat sangat senang.
" Mamah ini kalau berkhayal itu jangan berlebihan".
"Mamah itu tidak berlebihan Pah".
__ADS_1
"Tapi menurut Papah itu sangat berlebihan,Mamah kan putramu tidak akan mau dengan gadis manapun kecuali gadis yang di cintainya sekarang".
" Ah Papah benar, anak kita itu kan sudah tergila-gila dengan gadis itu".
"Nah itu Mamah tau.Dan Mamah bukankah sudah tau kenapa Papah bisa di sini".
Wanita itu menarik napas nya dalam-dalam lalu menghembuskannya.
" Iya Pah,Mamah tau itu".
"Papah sakit seperti ini karena tekanan darah Papah naik dan Mamah tau penyebabnya itu karena gadis yang di cintai putra kita itu hilang dan sampai sekarang belum di temukan, padahal Papah sudah menugaskan banyak orang untuk mencarinya tapi sampai sekarang belum berhasil menemukannya.Orang-orang Papah sampai mencarinya ke kampung halamannya yang berada di Bogor tapi hasilnya nihil Mah.Entah kemana gadis itu pergi, gadis itu benar-benar seperti hilang di telan bumi".kata laki-laki dengan resah lalu tangan istrinya langsung mengusap-usap punggung suaminya yang kini sedikit putus asa.
"Yang Papah khawatir kan sekarang adalah jika sampai anak itu mengetahui kabar kalau gadis itu tidak bersekolah di tempat sekolah kita karena beasiswa nya di cabut pasti anak itu akan pulang dan Mamah tau apa yang terjadi anak itu akan marah besar. Papah benar-benar takut itu terjadi. Bahkan sekarang ini saja anak itu rela menukarkan kebebasannya hanya untuk bisa membuat gadis itu tetap bersekolah di yayasan sekolah kita".
" Pah Papah kenapa? tanya istrinya panik.
"Kepala Papah sakit Mah".keluhnya sambil terus memegangi kepala nya.
Dengan cepat wanita itupun langit memencet bel dan tak lama kemudian Dokter dan juga perawat langsung datang.
" Dokter"
"Ada apa Nyonya?
__ADS_1
" Tiba-tiba kepala suamiku sakit".
"Biar saya periksa dulu".ucapnya dan dia pun langsung memeriksanya.
Dokter itupun menyuntikkan obat dan tak lama laki-laki itupun kini terlelap.
" Suamiku kenapa Dok?
"Maaf Nyonya sepertinya tensi Tuan Besar kembali naik".
" Apa tidak apa-apa? tanyanya dengan nada sedikit khawatir.
"Tidak apa-apa Nyonya, Tuan besar hanya butuh istirahat yang banyak agar cepat sembuh dan bisa beraktivitas kembali. "
" Terima kasih Dok".
"Sama-sama Nyonya saya permisi".ucapnya dan wanita itu pun mengangguk.
Setelah Dokter itu pun pergi wanita itu hanya berdiri di samping brankar di mana kini suaminya berbaring dengan jarum infus di tangan kanannya.
" Seandainya kamu tidak egois dan memaksakan kehendak kamu kepada putra kita mungkin sekarang ini kamu tidak akan sakit Pah".ucapnya dalam hati.
bersambung
__ADS_1